Kebijakan

2026.07.28

Perdana Menteri Han Seong-sook terlihat sedang menyampaikan pidato pada Sidang ke-58 Komite Kerja Sama Pembangunan Internasional yang digelar di Kompleks Pemerintah Seoul, Jongno-gu, Seoul, pada tanggal 23 Juli 2026. (Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah dan Sekretariat Perdana Menteri)

Perdana Menteri Han Seong-sook terlihat sedang menyampaikan pidato pada Sidang ke-58 Komite Kerja Sama Pembangunan Internasional yang digelar di Kompleks Pemerintah Seoul, Jongno-gu, Seoul, pada tanggal 23 Juli 2026. (Kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah dan Sekretariat Perdana Menteri)



Penulis: Yoo Yeon Gyeong

Pemerintah Korea akan mengucurkan anggaran sebesar 6,3 triliun won untuk program Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) pada tahun 2027.

Pemerintah pada tanggal 23 Juli 2026 menggelar Sidang ke-58 Komite Kerja Sama Pembangunan Internasional yang dipimpin Perdana Menteri Han Seong-sook di Kompleks Pemerintah Seoul, Jongno-gu, dan menyetujui Rencana Pelaksanaan Komprehensif Kerja Sama Pembangunan Internasional Tahun 2027. Nilai anggaran ODA yang diajukan untuk tahun 2027 meningkat 871,2 miliar won dibandingkan tahun 2026.

Program-program ODA tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan kapasitas menghadapi krisis global serta memusatkan dukungan pada bidang-bidang strategis seperti kesehatan, kebudayaan, dan kecerdasan buatan (AI).

Pemerintah juga akan membantu negara-negara mitra membangun infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pembangunan bendungan dan penataan sungai. Selain itu, pemerintah akan memperluas skema ODA berbasis usulan yang disesuaikan dengan kebutuhan negara mitra serta proyek pembiayaan pembangunan guna mendorong investasi sektor swasta.

Secara khusus, pemerintah akan memperkuat kerja sama dengan berbagai organisasi internasional melalui Global AI Hub yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2027. Dengan memanfaatkan kapabilitas perusahaan AI Korea, pemerintah juga akan mendukung penyelesaian berbagai tantangan yang dihadapi negara-negara mitra.

Dari sisi wilayah, porsi anggaran terbesar dialokasikan untuk Asia (29,4%), disusul Afrika (24,6%), Timur Tengah dan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS, 9,3%), serta Amerika Latin (6,8%).

Berdasarkan sektor, alokasi terbesar diberikan untuk transportasi (21,9%), kesehatan (10,8%), bantuan kemanusiaan (9,7%), dan pendidikan (8,1%).

dusrud21@korea.kr

konten yang terkait