Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Kim Jung-Kwan (keempat dari kiri), Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick (keempat dari kanan), Duta Besar Korea untuk Amerika Serikat Kang Kyung-wha, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Michelle Steel memotong pita dalam upacara peresmian Pusat Kerja Sama Industri Perkapalan Korea-Amerika Serikat (KUSPC) yang digelar di Hotel Mayflower, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada tanggal 23 Juli 2026 (waktu setempat). (Yonhap News)
Penulis: Jeong Euiseok
Pusat Kerja Sama Industri Perkapalan Korea-Amerika Serikat (KUSPC), yang akan menjadi basis kerja sama proyek perkapalan Korea-AS MASGA, resmi diluncurkan.
Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya pada tanggal 23 Juli 2026 (waktu setempat) menggelar upacara peresmian KUSPC bersama Departemen Perdagangan Amerika Serikat di Washington, D.C. Acara tersebut dihadiri Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Kim Jung-Kwan serta Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick. Peresmian ini berlangsung dua bulan setelah Korea dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai kemitraan kerja sama industri perkapalan pada Mei 2026.
KUSPC didirikan sebagai lembaga nirlaba di Amerika Serikat. Pusat ini akan memanfaatkan tenaga ahli dan para pensiunan berpengalaman dari Korea untuk meningkatkan efisiensi proses produksi di galangan kapal AS sekaligus memberikan layanan konsultasi. Proyek ini akan berlangsung selama dua tahun hingga tahun 2028 dengan total anggaran sekitar 19,9 miliar won.
Menteri Kim mengatakan, "KUSPC merupakan platform kerja sama yang menunjukkan komitmen kuat Korea untuk mendukung kebangkitan industri perkapalan Amerika Serikat."
Ia menambahkan, "Pusat ini akan menjadi basis yang membantu teknologi unggulan industri perkapalan Korea berakar di berbagai kawasan pesisir Amerika Serikat."
Dalam upacara peresmian tersebut, kedua pihak juga menandatangani total 15 nota kesepahaman (MoU) di empat bidang, yaitu pembentukan "Team Korea", penguatan kerja sama rantai pasok, pengembangan sumber daya manusia, serta riset dan pengembangan teknologi bersama.
Melalui kesepakatan tersebut, perusahaan-perusahaan perkapalan Korea akan memperluas kerja sama dengan mitra AS di berbagai bidang, mulai dari penyediaan peralatan kapal, desain dan produksi hingga pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO).
Selain itu, kementerian akan menjalankan program riset bersama Korea-AS di sektor perkapalan senilai 120 miliar won selama lima tahun. Program ini akan menggabungkan kemampuan produksi kapal Korea dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika AS untuk melaksanakan delapan proyek, termasuk optimalisasi desain kapal dan pengembangan teknologi kapal otonom.
Kementerian menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak AS melalui KUSPC guna mengidentifikasi, mengembangkan, dan membahas berbagai proyek kerja sama di sektor perkapalan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
innocence@korea.kr