Kebijakan

2026.07.09

Presiden Lee Jae Myung (kanan) berdialog dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) berbincang dalam jamuan makan malam kenegaraan yang digelar oleh Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, pada tanggal 7 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana Kepresidenan Ankara, Turkiye.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) berdialog dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) berbincang dalam jamuan makan malam kenegaraan yang digelar oleh Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, pada tanggal 7 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana Kepresidenan Ankara, Turkiye.



Penulis: Hong Angie
Foto: Cheong Wa Dae

Presiden Lee Jae Myung telah menghasilkan berbagai pencapaian di bidang diplomasi, industri pertahanan, dan isu geopolitik selama dua hari kunjungannya di Turkiye.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Lee telah menyampaikan pidato utama di Forum Industri Pertahanan NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) serta menggelar serangkaian pertemuan dengan para pemimpin negara utama, seperti Amerika Serikat. Norwegia, Ukraina, dan Rumania.

Presiden Lee kembali bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah terakhir kali bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi G7 yang digelar pada Juni 2026.

Keduanya bertemu dalam jamuan makan malam kenegaraan yang digelar oleh Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, pada tanggal 7 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana Kepresidenan Ankara, Turkiye.

Presiden Lee dan Presiden Trump sepakat untuk melanjutkan konsultasi tingkat kerja guna membahas langkah-langkah konkret terkait pembangunan kapal militer yang sebelumnya sempat diminta oleh Presiden Trump dalam KTT G7.

Presiden Lee memperkenalkan keunggulan perusahaan-perusahaan Korea dalam membangun kapal dan menyampaikan kesediaannya untuk bekerja sama.

Selain itu, keduanya juga sepakat untuk merealisasikan rencana bermain golf bersama yang sebelumnya sempat dijanjikan dalam kesempatan kunjungan Presiden Lee ke AS.


Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store (kiri), sebelum menggelar KTT Korea-Norwegia pada tanggal 8 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel di Ankara, Turkiye.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store (kiri), sebelum menggelar KTT Korea-Norwegia pada tanggal 8 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel di Ankara, Turkiye.


Presiden Lee menggelar KTT perdananya dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Stone, pada tanggal 8 Juli 2026.

Keduanya membahas perluasan kerja sama konkret di bidang energi terbarukan, industri perkapalan dan kelautan, serta industri pertahanan.

Presiden Lee dan PM Stone pun sepakat untuk memperkuat kerja sama teknologi pertahanan canggih melalui sistem persenjataan Korea, seperti artileri howitzer K9 Thunder dan artileri roket K239 Chunmoo.

Presiden Lee juga menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Norwegia melaju ke babak 8 besar Piala Dunia FIFA 2026.

Ia pun turut meminta dukungan Norwegia agar delegasi industri perikanan Korea yang saat ini berkunjung ke Norwegia dapat memperoleh tambahan kuota impor ikan makerel.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri), sebelum menggelar KTT Korea-Ukrainapada tanggal 8 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel di Ankara, Turkiye.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kiri), sebelum menggelar KTT Korea-Ukraina pada tanggal 8 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel di Ankara, Turkiye.


Dalam pertemuan pertama dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy; Presiden Lee membahas isu rekonstruksi pasca perang dan keamanan.

Presiden Lee menjelaskan komitmen Pemerintah Korea untuk memberikan bantuan komprehensif senilai 100 juta dolar kepada Ukraina.

Ia juga menyampaikan kesediaan Korea untuk terus berpartisipasi dalam upaya pemulihan dan rekonstruksi Ukraina.

Presiden Zelenskyy lalu menyampaikan ucapan terima kasih dan berharap perusahaan-perusahaan Korea ikut ambil bagian dalam pemulihan tersebut.

Terkait isu sensitif terkait tawanan prajurit Korea Utara di Ukraina, kedua presiden sepakat untuk menyelesaikannya dengan menghormati kehendak para pihak terkait yang sejalan dengan hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Presiden Lee Jae Myung (kiri) dan Presiden Rumania, Nicusor Daniel Dan, menggelar KTT Korea-Rumania di area KTT NATO pada tanggal 8 Juli 2026 (waktu setempat) di Angkara, Turkiye.

Presiden Lee Jae Myung (kiri) dan Presiden Rumania, Nicusor Daniel Dan, menggelar KTT Korea-Rumania di area KTT NATO pada tanggal 8 Juli 2026 (waktu setempat) di Ankara, Turkiye.


Presiden Lee pun menggelar KTT dengan Presiden Rumania, Nicusor Daniel Dan, serta mengapresiasi kerja sama bilateral dalam bidang-bidang strategis, seperti industri pertahanan dan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Presiden Lee membahas mengenai pembangunan pabrik artileri howitzer K9 Thunder di Rumania pada Februari 2026.

Ia menyampaikan harapan agar perusahaan-perusahaan Korea dapat bergerak dengan hubungan yang mendalam dan mencakup pengembangan teknologi dan produksi bersama serta ekspansi ke negara ketiga.

Presiden Dan pun menyambut strategi pelokalan dan keunggulan teknologi pertahanan Korea serta menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama bilateral.

Setelah menjalani agenda diplomasi di sela-sela KTT NATO, Presiden Lee bertolak ke Mongolia.


shong9412@korea.kr

konten yang terkait