Kebijakan

2026.07.02

Pembebasan biaya penerbitan visa bagi wisatawan grup dari enam negara Asia, termasuk Tiongkok dan Vietnam, diperpanjang hingga akhir tahun 2026. Foto di atas menunjukkan para wisatawan asing yang mengunjungi Istana Gyeongbokgung di tengah hujan. (Korea.net DB)

Pembebasan biaya penerbitan visa bagi wisatawan grup dari enam negara Asia, termasuk Tiongkok dan Vietnam, diperpanjang hingga akhir tahun 2026. Foto di atas menunjukkan para wisatawan asing yang mengunjungi Istana Gyeongbokgung di tengah hujan. (Korea.net DB)



Penulis: Jeong Euiseok

Pembebasan biaya penerbitan visa bagi wisatawan grup dari enam negara Asia, termasuk Tiongkok dan Vietnam, diperpanjang hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diharapkan semakin mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Korea seiring meluasnya popularitas K-Culture di berbagai negara.

Kementerian Kehakiman pada tanggal 1 Juli 2026 mengumumkan bahwa pembebasan biaya penerbitan visa bagi wisatawan grup dari enam negara Asia, yakni Tiongkok, Vietnam, Filipina, Indonesia, India, dan Kamboja, diperpanjang hingga tanggal 31 Desember 2026.

Pembebasan tersebut berlaku untuk biaya penerbitan visa sebesar 15 dolar (sekitar 22.500 won) dan semula dijadwalkan berakhir pada akhir Juni tahun 2026.

Perpanjangan kebijakan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari Pertemuan Strategi Pariwisata Nasional ke-11 yang Diperluas. Kementerian Kehakiman memutuskan untuk memperpanjang kebijakan tersebut guna terus mendukung peningkatan kunjungan wisatawan grup mancanegara ke Korea.

Kebijakan pembebasan biaya visa terbukti berkontribusi dalam menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Korea. Pada tahun 2025, lebih dari 790.000 orang asing memasuki Korea menggunakan visa grup, meningkat 39% dibandingkan lebih dari 570.000 orang asing pada tahun 2024.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh bertambahnya jumlah wisatawan grup dari Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara.

Kementerian Kehakiman menilai bahwa pembebasan biaya visa, yang didukung oleh membaiknya hubungan luar negeri serta semakin meluasnya popularitas K-Culture, telah membantu memulihkan permintaan perjalanan wisata grup ke Korea.

Sementara itu, tingkat pelanggaran izin tinggal oleh wisatawan yang masuk menggunakan visa grup tetap terkendali. Tingkat pelanggaran tercatat sebesar 0,07%, turun dari 0,19% pada tahun 2024

Kementerian Kehakiman menyatakan akan terus menyempurnakan sistem visa wisata guna menjaga ketertiban administrasi keimigrasian sekaligus mendukung pariwisata daerah dan memperkuat perekonomian masyarakat.

innocence@korea.kr

konten yang terkait