Kebijakan

2026.06.26

Menteri Luar Negeri, Cho Hyun (kanan), berfoto bersama dengan mantan Presiden Majelis Umum PBB, Maria Fernanda Espinosa, pada tanggal 25 Juni 2026 di Haevich Hotel & Resort, Jeju. (Kementerian Luar Negeri)

Menteri Luar Negeri, Cho Hyun (kanan), berfoto bersama dengan mantan Presiden Majelis Umum PBB, Maria Fernanda Espinosa, pada tanggal 25 Juni 2026 di Haevich Hotel & Resort, Jeju. (Kementerian Luar Negeri)



Penulis: Yoon Sojung

Menteri Luar Negeri, Cho Hyun, mendiskusikan peran dan arah kerja sama Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) saat bertemu dengan para kandidat sekretaris jenderal PBB.

Menlu Cho hadir di Forum Jeju untuk Perdamaian dan Kemakmuran yang diselenggarakan sejak tanggal 24 Juni 2026 di Haevich Hotel & Resort, Jeju.

Menlu Cho berdialog dengan Sekretaris Jenderal Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB, Rebeca Grynspan, pada tanggal 24 Juni 2026.

Pada tanggal 25 Juni 2026 Menlu Cho bertemu dengan mantan Presiden Senegal, Macky Sall; Wakil Tetap Guyana untuk PBB, Carolyn Rodrigues-Brikett; serta mantan Presiden Majelis Umum PBB, Maria Fernanda Espinosa.

Para kandidat sekjen PBB tersebut menjelaskan mengenai rencana dan prioritas masing-masing serta menganggap bahwa peran negara kekuatan menengah, seperti Korea, sangat penting untuk reformasi PBB dan kemajuan multilateral.

Mereka mengapresiasi kontribusi Korea dalam berbagai bidang, seperti perdamaian dan keamanan internasional, penguatan sistem nonproliferasi, serta pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Para kandidat juga menilai tinggi upaya Korea dalam memperluas kerja sama dengan berbagai kawasan sekaligus menjalankan peran yang bertanggung jawab dalam merespons berbagai isu utama dalam masyarakat internasional melalui aktivitasnya dalam Dewan Keamanan PBB.

Menteri Cho pun menyampaikan bahwa Korea sebagai negara donor terbesar kesembilan untuk PBB telah berkontribusi secara konsisten terhadap perdamaian dan kemakmuran internasional.

Ia juga meminta perhatian dan dukungan khusus bagi perluasan kiprah warga Korea di PBB serta bagi perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea.

Forum Jeju diselenggarakan melalui kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Provinsi Jeju, Yayasan Perdamaian Internasional, dan Yayasan Asia Timur.

Acara tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi Korea di panggung diplomasi multilateral.


arete@korea.kr

konten yang terkait