Presiden Lee Jae Myung (kanan) berfoto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam jamuan makan malam resmi KTT G7 yang digelar di Évian-les-Bains, Prancis, pada tanggal 16 Juni 2026 (waktu setempat). (Cheong Wa Dae)
Penulis: Hong Angie
Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertukar pandangan secara mendalam mengenai berbagai isu, termasuk aliansi Korea-AS, situasi di Timur Tengah, dan isu-isu terkait Semenanjung Korea, dalam jamuan makan malam resmi KTT G7 pada tanggal 16 Juni 2026 (waktu setempat).
Wakil Direktur Kantor Keamanan Nasional, Oh Hyun-joo, dalam sesi pengarahan menyampaikan bahwa Presiden Lee mengharapkan peran Presiden Trump dalam upaya mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.
Dalam jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron, Presiden Lee duduk berdampingan dengan Presiden Trump dan melakukan pembicaraan selama sekitar dua jam mengenai berbagai topik. Pertemuan tersebut turut mempererat hubungan pribadi dan kepercayaan antara kedua pemimpin.
Presiden Lee menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Trump atas tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Kedua pemimpin juga berbagi harapan bahwa pemulihan stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah akan berkontribusi pada stabilitas harga minyak global serta pemulihan ekonomi dunia.
Presiden Lee kemudian menegaskan tekadnya untuk melanjutkan momentum perdamaian di Timur Tengah ke Semenanjung Korea.
"Saya berharap Presiden Trump dapat terus memberikan perhatian dan keterlibatan aktif agar perdamaian yang berkelanjutan dapat terwujud di Semenanjung Korea sebagaimana yang tengah diupayakan di Timur Tengah," ujar Presiden Lee.
Permintaan tersebut kembali menegaskan harapan terhadap peran Presiden Trump sebagai
peacemaker, yang telah beberapa kali ditekankannya sejak pertemuan puncak Korea-AS di Washington tahun 2025.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Trump menyatakan bahwa dirinya akan menjalankan peran yang diperlukan untuk mendorong kemajuan dalam penyelesaian isu Semenanjung Korea.
"Saya akan memikirkan secara serius berbagai cara untuk berkontribusi bagi perdamaian di Semenanjung Korea dan akan terus berkomunikasi erat dengan Presiden Lee untuk tujuan tersebut," kata Presiden Trump.
Menurut Oh, Presiden Trump juga menilai Presiden Lee sebagai seorang pemimpin yang kuat serta menyampaikan harapannya bahwa kedua pemimpin dapat bersama-sama memberikan kontribusi besar bagi perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea maupun kawasan regional.
shong9412@korea.kr