Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 15 Mei 2026 membantah secara langsung desakan pengetatan anggaran dari kalangan politik dengan mengutip pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menilai positif arah kebijakan fiskal Korea. Foto di atas memperlihatkan Presiden Lee yag sedang berbicara dalam rapat yang digelar pada tanggal 14 Mei 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Xu Aiying
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 15 Mei 2026 membantah secara langsung desakan pengetatan anggaran dari kalangan politik dengan mengutip pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menilai positif arah kebijakan fiskal Korea.
Pada hari itu Presiden Lee membagikan berita dan mengunggah tulisan di media sosial X-nya yang berbunyi, "Ini adalah artikel yang wajib dibaca oleh mereka yang menyerukan pengetatan anggaran tanpa syarat jika benar-benar memikirkan negara."
Artikel tersebut memuat pernyataan juru bicara IMF, Julie Kozack, dalam konferensi pers tanggal 14 Mei 2026 (waktu setempat) di kantor pusat IMF yang berada di Washington DC, Amerika Serikat.
Kozack mengatakan, "Utang Korea berada pada tingkat yang berkelanjutan dan risiko terjadinya krisis juga rendah.
Presiden Lee kembali mengutip dan menekankan bagian yang menyebutkan, "Korea mempertahankan arah kebijakan yang sangat hati-hati dan ekspansi fiskal saat ini merupakan langkah yang sangat tepat."
Ia juga memperkenalkan bagian yang menjelaskan bahwa hal itu karena mendukung reformasi struktural yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan produktivitas Korea.
IMF merilis laporan World Economic Outlook dan Fiscal Monitor pada April 2026 dan memperkirakan utang pemerintah Korea akan mencapai 52,3% dari produk domestik bruto pada akhir tahun 2025 dan mencapai 63% pada tahun 2030.
xuaiy@korea.kr