Presiden Lee Jae Myung menelepon Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada tanggal 8 Mei 2026 dari Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Margareth Theresia
Presiden Lee Jae Myung menelepon Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada tanggal 8 Mei 2026 untuk membicarakan mengenai keadaan terkini di Timur Tengah dan permasalahan suplai energi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Kantor Kepresidenan Republik Korea, Kang Yu-jung, melalui pengarahan tertulis.
Presiden Lee dan PM Carney menilai bahwa kerja sama bilateral telah berjalan lancar seiring dengan diselenggarakannya KTT (konferensi tingkat tinggi) Korea-Kanada dalam KTT APEC (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik) pada Oktober 2025 di Gyeongju.
Presiden Lee menyatakan bahwa Kanada merupakan negara sahabat utama Korea. Ia menekankan, "Kami berharap bisa memperluas kerja sama dengan Kanada dalam berbagai bidang, seperti keamanan, ekonomi, energi, mineral kritis, dan industri teknologi termutakhir, terutama di tengah ketidakpastian akibat gangguan suplai energi global."
PM Carney sepakat dengan hal tersebut dan menjawab, "Kanada menganggap sangat penting untuk mempererat aliansi nyata dengan negara-negara kekuatan tengah, salah satunya Korea."
Kedua pemimpin tersebut sepakat untuk mempererat kerja sama dengan dunia internasional agar bisa mendorong suplai energi yang stabil, kepastian melewati jalur Selat Hormuz, serta mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Presiden Lee dan PM Carney pun sepakat untuk terus berkomunikasi agar bisa meningkatkan hubungan bilateral.
margareth@korea.kr