Para warga terlihat sedang memungut limbah plastik di pantai dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan. (iClick Art) *Reproduksi dan pendistribusian ulang foto di atas secara tidak sah dilarang berdasarkan undang-undang hak cipta.
Penulis: Kim Seon Ah
Pemerintah Korea meluncurkan kebijakan komprehensif untuk mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke ekonomi sirkular berbasis bahan baku daur ulang.
Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan menyatakan bahwa Menteri Kim Sungwhan pada tanggal 28 April 2026 melaporkan Rencana Transisi menuju Ekonomi Sirkular Tanpa Plastik dalam rapat kabinet. Kebijakan ini merupakan salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Lee Jae Myung untuk membangun struktur industri berkelanjutan di tengah ketidakpastian pasokan minyak dan nafta akibat konflik di Timur Tengah.
Pemerintah menargetkan pengurangan lebih dari 30% penggunaan plastik berbahan nafta (plastik virgin) dibandingkan proyeksi volume limbah plastik hingga tahun 2030. Langkah ini ditempuh dengan menekan penggunaan plastik yang tidak perlu sejak tahap awal dan menggantinya dengan bahan baku daur ulang.
Pada tahap produksi dan distribusi, penggunaan plastik akan ditekan. Wadah kosmetik dan kantong plastik akan dievaluasi dari sisi guna ulang dan daur ulang, serta diarahkan untuk diganti dengan bahan alternatif seperti kertas. Wadah makanan antar dan kemasan pengiriman akan dikurangi melalui pengurangan bobot dan pembatasan kemasan berlebih. Kemasan yang sulit didaur ulang akan dibatasi masuk ke pasar. Pemerintah juga akan menerapkan sistem ekodesain ala Korea untuk memastikan kemudahan daur ulang sejak tahap perancangan produk.
Pemerintah juga memperkuat fondasi industri daur ulang. Rasio wajib penggunaan bahan baku daur ulang untuk botol PET akan ditingkatkan hingga 30% pada tahun 2030. Target serupa juga akan diterapkan pada wadah makanan dan kosmetik.
Selain itu, fasilitas prapengolahan limbah berbasis sistem tarif dan sistem pemilahan berbasis kecerdasan buatan (AI) akan diperluas agar limbah plastik yang sebelumnya dibakar dapat masuk ke dalam sistem daur ulang. Teknologi pirolisis untuk mengubah limbah plastik seperti vinil menjadi nafta daur ulang juga akan didorong.
Untuk mengaktifkan pasar bahan baku daur ulang, pemerintah akan menerapkan sistem sertifikasi rasio penggunaan dan kualitas, serta memperluas pembelian oleh sektor publik guna menciptakan permintaan yang stabil. Pemerintah juga akan membentuk kawasan khusus dengan relaksasi regulasi yang memungkinkan penerapan sistem sirkular di kawasan industri, serta menerapkan skema
regulatory sandbox untuk mendukung pertumbuhan industri terkait.
Pengurangan plastik sekali pakai akan dilakukan secara bertahap. Penggunaan wadah pakai ulang akan diperluas di fasilitas umum, termasuk rumah duka, fasilitas publik, dan stadion olahraga. Partisipasi konsumen juga akan didorong melalui kebijakan, termasuk diskon bagi pengguna cangkir pribadi.
sofiakim218@korea.kr