Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang berbicara dalam rapat staf senior di Cheong Wa Dae, Seoul, pada tanggal 9 April 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Charles Audouin
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 12 April 2026 menegaskan bahwa kedaulatan setiap negara dan hak asasi manusia universal harus dihormati, serta perang agresi harus ditolak karena bertentangan dengan semangat konstitusi dan norma internasional.
Dalam unggahan di platform X pada hari yang sama, Presiden Lee juga menyatakan bahwa prinsip empati timbal balik tidak hanya berlaku dalam hubungan antarindividu, tetapi juga dalam relasi antarnegara. Namun, ia tidak menjelaskan secara spesifik isu apa yang menjadi latar belakang pernyataannya.
Ia menekankan bahwa nyawa dan harta orang lain sama berharganya dengan milik sendiri, serta menegaskan pentingnya saling menghormati.
Presiden Lee mengatakan bahwa praktik yang merugikan kepentingan nasional masih terjadi secara terbuka, bahkan di ranah politik dan media. Ia menilai hal tersebut sebagai tantangan nasional yang harus diatasi bersama, sekaligus bagian dari upaya menormalkan kondisi yang tidak normal.
caudouin@korea.kr