Kebijakan

2026.04.10

Menteri Luar Negeri, Cho Hyun (kanan), berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, sebelum menghadiri pertemuan yang digelar dalam rapat pejabat tinggi sesi ke-80 Sidang Umum PBB tanggal 25 September 2025 di New York, Amerika Serikat. (Kementerian Luar Negeri)

Menteri Luar Negeri, Cho Hyun (kanan), berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, sebelum menghadiri pertemuan yang digelar dalam rapat pejabat tinggi sesi ke-80 Sidang Umum PBB tanggal 25 September 2025 di New York, Amerika Serikat. (Kementerian Luar Negeri)



Penulis: Kang Gahui

Korea akan mengirimkan utusan khusus Menteri Luar Negeri ke Iran untuk berdiskusi mengenai keadaan terkini di Timur Tengah dan hubunga bilateral antara Korea dengan Iran.

Hal tersebut disepakati pada tanggal 9 April 2026 oleh Menteri Luar Negeri, Cho Hyun, melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abas Araghchi.

Dalam sambungan telepon tersebut, Menlu Cho menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta menilai positif mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Setelah itu, ia mengungkapkan harapan atas pemulihan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah melalui kesepakatan antara kedua belah pihak.

Menlu Cho menegaskan bahwa kapal Korea dan seluruh kapal lain harus bisa melewati Selat Hormuz dengan aman dan bebas seiring dengan kesepakatan gencatan tersebut.

Tak hanya itu, Menlu Cho juga memohon kepada pihak Iran untuk menjamin keselamatan warga Korea yang berada di Iran.

Setelah itu, Menlu Araghchi menyambut rencana pengiriman utusan khusus Menteri Luar Negeri Korea ke Iran dan menjelaskan sudut pandang Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan keadaan di Timur Tengah.

Korea dan Iran pun sepakat untuk terus bekerja sama untuk menanggapi keadaan terkini di kawasan Timur Tengah.


kgh89@korea.kr

konten yang terkait