Potongan adegan dalam film Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen (kiri) dan IBUKU karya Eddie Cahyono (kanan).
Penulis: Margareth Theresia
Film: Festival Film Internasional Busan
Festival Film Internasional Busan (BIFF) memperkenalkan beragam film dari seluruh dunia sekaligus mempertemukan sineas dengan penonton. Di luar pemutaran film, BIFF juga mendukung perkembangan para sineas yang tengah menyiapkan karya baru.
Melalui Asian Film Academy, BIFF membina sineas baru. Sementara itu, Asian Project Market (AMP) membuka peluang bagi proyek film yang masih dalam tahap perencanaan dan pengembangan untuk mendapatkan mitra produksi serta investor.
Dua film Indonesia yang memiliki hubungan panjang dengan Busan tersebut, turut berlaga dalam kategori kompetisi BIFF ke-31 yang berlangsung hingga tanggal 15 Oktober 2026.
Kedua film tersebut adalah Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen dan IBUKU karya Eddie Cahyono. Tahun 2026 menjadi tahun pertama film Indonesia diundang ke kategori kompetisi yang diperkenalkan tahun 2025.
Perjalanan kedua film tersebut memperlihatkan peran Busan dalam pembinaan sineas dan pengembangan film.
Sesi foto film Laut Bercerita dalam kategori kompetisi BIFF digelar pada tanggal 11 Oktober 2026 di Busan Cinema Center, Haeundae-gu, Busan.
Noen pertama kali menjalin hubungan dengan Busan saat mengikuti Asian Film Academy pada tahun 2007. Ia kembali pada tahun 2026 sebagai sutradara yang karyanya masuk kategori kompetisi sekaligus mentor penyutradaraan dalam program CHANEL X BIFF Asian Film Academy.
Setelah 19 tahun berlalu, pemuda yang dahulu datang untuk belajar film, kini berbagi pengalaman dengan generasi berikutnya. Dalam perjalanan kariernya, Noen terus memperkaya karya dan memperluas kiprahnya di panggung internasional.
Film panjang pertamanya yang berjudul Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (2012) ditayangkan di Festival Film Locarno dan meraih Special Mention dalam kategori Dragons & Tigers di Festival Film Vancouver.
Hubungan Noen dengan Busan pun terus berlanjut. Ia meraih Sonje Award di BIFF melalui film pendeknya pada tahun 2013 lalu kembali menyapa penonton Busan lewat 24 Jam Bersama Gaspar pada tahun 2023.
Kisah film Laut Bercerita juga memiliki kaitan dengan Korea. Film ini berlatar belakang Indonesia pada tahun 1991 ketika rezim diktator telah berkuasa selama puluhan tahun.
Film tersebut mengisahkan Biru Laut, seorang mahasiswa yang terjun ke dalam gerakan mahasiswa setelah terinspirasi oleh gerakan demokratisasi di Korea dan Filipina. Film ini juga mengikuti kisah kawan-kawannya serta keluarga yang ditinggalkan.
Noen mendapatkan pertanyaan tentang pengaruh gerakan demokratisasi antarnegara Asia dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 12 Oktober 2026 di Busan Cinema Center, Haeundae-gu, Busan. Ia menyinggung gerakan di Gwangju dan Filipina.
"Keberanian untuk memperjuangkan kebebasan berekspresi dan demokrasi menyebar dari satu tempat ke tempat lainnya. Suara anak muda kian lantang dan itulah yang ingin kami angkat," ujarnya.
Laut Bercerita diputar perdana di dunia pada tanggal 11 Oktober 2026 di Busan. Film tersebut dijadwalkan tayang di Indonesia mulai tanggal 29 Oktober 2026.
Konferensi pers film IBUKU digelar pada tanggal 9 Oktober 2026 di Busan Cinema Center, Haeundae-gu, Kota Busan.
Hubungan Busan dengan IBUKU terjalin melalui APM. Film hasil kerja sama Indonesia dengan Jepang ini pertama kali diperkenalkan sebagai proyek terpilih APM tahun 2015. Sebelas tahun kemudian, film tersebut kembali ke Busan sebagai film yang telah rampung dan masuk kategori kompetisi.
IBUKU mengisahkan seorang ibu yang ingin menemui putrinya, seorang pekerja migran yang pergi ke luar negeri, untuk melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga. Melalui hubungan keduanya, film tersebut menyoroti kehidupan perempuan di tengah kemiskinan dan kekerasan, serta penderitaan keluarga pekerja migran.
Cahyono pun menyoroti kenyataan mengenai pekerja migran dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 9 Oktober 2026 di Busan Cinema Center, Haeundae-gu, Kota Busan.
Ia menyoroti kenyataan bahwa masyarakat mencari pekerjaan di negara lain karena pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja. Ia menjelaskan bahwa ketika menulis kisah para pekerja migran dan keluarga yang ditinggalkan, ia menaruh perhatian khusus pada kehidupan perempuan.
Sineas yang pernah belajar di Busan kini kembali untuk membimbing generasi berikutnya. Proyek yang dahulu diperkenalkan pada tahap pengembangan pun hadir kembali sebagai film yang dapat disaksikan penonton.
Perjalanan Laut Bercerita dan IBUKU menuju kategori kompetisi BIFF tahun 2026 mencerminkan eratnya hubungan dan pertukaran antara Busan dan dunia perfilman Asia yang telah terjalin selama puluhan tahun.
BIFF ke-31 akan berakhir pada tanggal 15 Oktober 2026 dengan upacara penutupan dan penyerahan sejumlah penghargaan, termasuk Busan Award yang menjadi penghargaan tertinggi dalam kategori kompetisi.
margareth@korea.kr