Aktris Kim Minha memandu upacara pembukaan Festival Film Internasional Busan ke-31 sebagai pembawa acara tunggal pada tanggal 6 Oktober 2026 di teater terbuka Busan Cinema Center, Haeundae-gu, Busan.
Penulis: Margareth Theresia
Foto: Festival Film Internasional Busan
Bagi aktris Kim Minha, memandu upacara pembukaan Festival Film Internasional Busan (BIFF) ke-31 seorang diri menjadi kesempatan untuk menyampaikan kisahnya sekaligus belajar mendengarkan cerita orang lain.
"Ketika saya menjadi orang yang berbicara, saya baru menyadari betapa setiap kata yang saya ucapkan terasa begitu mendebarkan dan berarti," kenangnya.
Kim Minha berbagi kesan setelah memandu upacara pembukaan BIFF serta pergulatannya sebagai aktris saat bertemu penonton dalam acara Actors' House pada tanggal 8 Oktober 2026 di Shinsegae Department Store Centum City, Haeundae-gu, Busan.
Kisah Kim Minha dengan BIFF bermula saat ia datang sebagai penonton pada usia 20 tahun. Kala itu, ia masih menjadi seorang mahasiswa jurusan teater dan film.
Ia mengenang pengalamannya membeli tiket langsung di lokasi dan menonton film John Wick. Terpikat oleh suasana festival, ia pun bermimpi suatu hari bisa menjadi bagian darinya. Kini, penonton itu telah menjadi aktris yang membuka perhelatan tersebut.
Dalam perjalanan kariernya, serial Pachinko (2022) menjadi karya yang memperkenalkan nama Kim Minha ke dunia.
Perannya sebagai Sunja muda mencuri perhatian, tetapi sorotan yang datang begitu mendadak itu diakuinya sempat membuatnya takut. Meski sebelumnya sudah berkarier sebagai aktris, ia merasa kebingungan menghadapi ekspektasi yang melonjak dalam semalam.
Setelah itu, Kim memerankan Hyesun, pengungsi dari Korea Utara yang berjuang membangun kehidupan baru di Republik Korea dalam film Hana Korea (2026).
Karena kehidupan tokoh tersebut tidak mudah ia bayangkan, Kim mendalami perannya dengan hati-hati melalui berbagai wawancara terkait. Ia berharap film tersebut dapat menghibur penonton dan membantu mereka menghargai diri sendiri yang telah bertahan menghadapi keseharian.
Aktris Kim Minha (kiri) berbicara dalam konferensi pers film pembuka Festival Film Internasional Busan ke-31, The Table: Day and Night, pada tanggal 6 Oktober 2026 di teater sedang Busan Cinema Center, Haeundae-gu, Busan.
Aktris Kim Minha (kanan) berbincang dengan penonton dalam program Actors' House di Festival Film Internasional Busan ke-31 pada tanggal 8 Oktober 2026 di Shinsegae Department Store Centum City, Haeundae-gu, Busan.
Semakin banyak peran baru yang dijalani, semakin besar pula upaya Kim Minha untuk tidak mengulang pola akting yang sudah terasa akrab.
Ia mengungkapkan bahwa saat terus berpindah dari satu proyek ke proyek lain tanpa jeda, gaya bicara tokoh sebelumnya terkadang terbawa ketika memerankan karakter baru.
Dahulu, ia sulit menonton film atau drama yang dibintanginya sendiri. Kini, ia justru menontonnya kembali untuk belajar agar bisa menghadirkan sisi yang berbeda dalam aktingnya.
Makin ia mengenal dirinya, Kim juga memperjelas pertimbangannya dalam memilih karya. Setelah Pachinko, muncul anggapan bahwa ia hanya akan berkarier di luar negeri. Di tengah pandangan itu, ia memikirkan cara untuk terus berkarya sebagai aktris di Korea.
Ia menata kembali apa yang ingin dikejar dan nilai-nilai yang dianggap penting lalu menjadikannya pegangan setiap kali membaca naskah dan memilih proyek berikutnya.
margareth@korea.kr