Sosial

2026.08.21

Potret kawasan Kompleks Digital Guro dan Gasan (G-Valley) (atas) serta ilustrasi setelah proyek percontohan 'hak berjalan kaki di tempat teduh' dilaksanakan (bawah). (Pemerintah Kota Seoul)

Potret kawasan Kompleks Digital Guro dan Gasan (G-Valley) (atas) serta ilustrasi setelah proyek percontohan 'hak berjalan kaki di tempat teduh' dilaksanakan (bawah). (Pemerintah Kota Seoul)



Penulis: Yoo Yeon Gyeong

Para pejalan kaki akan bisa menyusuri jalur teduh di Seoul walaupun gelombang panas sedang menerpa.

Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon, menggelar konferesi pers untuk Deklarasi Hak Berjalan Kaki di Tempat Teduh Seoul pada tanggal 19 Agustus 2026 di Balai Kota Seoul.

Ia mengatakan, "Kami akan menjadikan tempat teduh bukan sekadar fasilitas yang hanya dapat dinikmati di lokasi tertentu, melainkan menjadi layanan dasar perkotaan yang melindungi kesehatan dan kehidupan sehari-hari warga."

'Hak berjalan kaki di tempat teduh' merupakan konsep kebijakan untuk merencanakan dan mengelola ruang perkotaan agar warga dapat terus memperoleh tempat teduh tanpa terputus selama melakukan perjalanan.

Menurut Pemerintah Kota Seoul, sebanyak 31,4% dari 815 kasus penyakit yang muncul akibat sengatan panas yang terjadi di Seoul dalam kurun waktu tahun 2023-2025, terjadi di tepi jalan.

Hingga tahun 2027, Seoul akan menjalankan proyek percontohan di sepuluh lokasi yang ramai dilalui pejalan kaki, tetapi minim tempat teduh.

Pepohonan akan ditanam di lokasi yang memungkinkan untuk menciptakan keteduhan alami.

Selain itu, kanopi dan fasilitas peneduh lainnya akan dipasang di lokasi yang sulit ditanami pohon sehingga jalur teduh di sepanjang rute utama aktivitas sehari-hari dapat tersambung tanpa terputus.

Seoul akan menganalisis tingkat pemanfaatan dan kepuasan warga terhadap proyek percontohan tersebut.

Metode yang terbukti efektif kemudian akan diperluas ke seluruh penjuru Seoul mulai tahun 2028.


dusrud21@korea.kr

konten yang terkait