Sosial

2026.04.29

Di tengah krisis demografi di Korea, jumlah kelahiran pada tahun 2025 meningkat sebesar 6,8% dibandingkan dengan tahun 2024. Korea.net mengulas secara mendalam terkait kebijakan pemerintah Korea yang mampu mendorong perubahan berarti untuk peningkatan angka kelahiran.

Potret Pusat Perawatan Ibu dan Bayi Pascapersalinan Publik yang dimiliki oleh pemerintah Kota Sokcho di Provinsi Gangwon. Pusat perawatan tersebut dapat digunakan tak hanya oleh warga Sokcho saja, tetapi juga oleh warga yang tinggal di dekat area Gunung Seoraksan. (Hong Angie)

Potret Pusat Perawatan Ibu dan Bayi Pascapersalinan Publik yang dimiliki oleh pemerintah Kota Sokcho di Provinsi Gangwon. Pusat perawatan tersebut dapat digunakan tak hanya oleh warga Sokcho saja, tetapi juga oleh warga yang tinggal di dekat area Gunung Seoraksan. (Hong Angie)



Penulis: Hong Angie

Masyarakat Korea di masa lalu menggunakan tali jerami suci bernama geumjul untuk melindungi bayi dan ibu dari roh jahat. Akan tetapi, masyarakat modern menggunakan perawatan ibu dan bayi pascapersalinan, pusat komunitas pengasuhan anak, pusat kegiatan budaya dan edukasi, serta kafe bermain anak untuk melindungi dan merawat bayi dan ibu setelah kelahiran.


Pusat perawatan ibu dan bayi pascapersalinan yang dibangun oleh pemerintah

Pusat perawatan ibu dan bayi pascapersalinan di Korea disebut sebagai sanhu joriwon. Tempat ini menyediakan layanan perawatan ibu pascapersalinan selama dua minggu. Ibu baru dapat beristirahat didampingi dengan para ahli yang berada di pusat perawatan tersebut selama 24 jam.

Makanan penuh nutrisi disediakan bagi ibu untuk mempercepat pemulihan. Selain itu, perawatan profesional juga disediakan bagi bayi yang baru lahir agar sang ibu bisa memulihkan keadaannya selama dua minggu dengan nyaman.

Akan tetapi, pusat perawatan tersebut tidak hanya menyediakan ruang istirahat bagi sang ibu. Tempat ini juga memberikan pelatihan bagi ibu baru untuk merawat bayinya, mulai dari cara mengganti popok, cara memandikan bayi, hingga cara menyusui yang tepat.

Pusat perawatan ibu dan bayi pascapersalinan di Korea pun menjadi tempat pertama untuk pendidikan bagi orang tua baru secara sistematis agar mereka tidak kebingungan saat mengasuh anak untuk pertama kalinya.

Seiring dengan semakin besarnya peran pusat perawatan ibu dan bayi pascapersalinan di Korea, pemerintah daerah pun mulai turun tangan untuk membuka pusat perawatan tersebut.

Berbagai pemerintah daerah mulai membuka pusat perawatan masing-masing dengan menggunakan anggaran daerah. Di sisi lain, sektor swasta pun tidak kalah membuka pusat perawatan baru dengan fasilitas dan teknologi terbaru untuk memberikan pilihan beragam bagi para orang tua baru.

Pusat perawatan ibu dan bayi pascapersalinan milik pemerintah daerah pertama kali dibuka pada tahun 2013 dan saat ini sudah terdapat 23-25 pusat perawatan tersebut di seluruh penjuru Korea.

Pusat perawatan publik yang dibuka oleh pemerintah daerah menawarkan layanan terpadu dengan harga yang terjangkau.

Oleh karena itu, pusat perawatan di Kota Seoul, Provinsi Gyeonggi, Provinsi Gangwon, Provinsi Jeollanam, Provinsi Gyeongsangnam, hingga Provinsi Jeju selalu sulit untuk direservasi karena kepopulerannya.


Potret fasilitas Pusat Perawatan Ibu dan Bayi Pascapersalinan Publik milik pemerintah Kota Sokcho. (Pusat Perawatan Ibu dan Bayi Pascapersalinan Publik Kota Sokcho)

Potret fasilitas Pusat Perawatan Ibu dan Bayi Pascapersalinan Publik milik pemerintah Kota Sokcho. (Pusat Perawatan Ibu dan Bayi Pascapersalinan Publik Kota Sokcho)



Pusat komunitas pengasuhan anak

Untuk membentuk lingkungan yang mendukung pengasuhan anak, pusat komunitas pengasuhan anak menjamur di seluruh penjuru Korea. Di ruang tersebut, hubungan antara orang tua dan anak pun semakin erat, terutama karena sang ayah didorong untuk berperan aktif dalam proses perawatan anak.

Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga serta Pemerintah Provinsi Gyeonggi mengungkapkan bahwa jumlah pusat komunitas pengasuhan anak di Korea telah mencapai total 77 tempat hingga saat ini dan akan terus meningkat ke depannya.


Potret orang tua dan anak yang bermain bersama di Pusat Komunitas Pengasuhan Anak Kota Nonsan. (Pemerintah Kota Nonsan)

Potret orang tua dan anak yang bermain bersama di Pusat Komunitas Pengasuhan Anak Kota Nonsan. (Pemerintah Kota Nonsan)



Pusat kegiatan budaya dan edukasi

Berbagai pusat kegiatan budaya dan edukasi pun semakin menjamur di Korea. Pusat kegiatan yang sering disebut sebagai Culture Center tersebut menyediakan ruang belajar dan bermain bagi bayi yang baru berusia beberapa bulan hingga anak-anak berusia balita.

Selama anak-anak mereka bermain, para orang tua pun dapat menjalin relasi untuk berbagi informasi terkini terkait pengasuhan anak. Pusat kegiatan budaya tersebut pun kini semakin mudah ditemui di berbagai pusat perbelanjaan untuk menjadi komunitas kecil pertama yang penting bagi anak-anak.


Kafe bermain anak

Kafe bermain anak yang sering disebut sebagai Kids Cafe di Korea semakin populer sebagai bentuk ruang bermain baru bagi anak-anak. Ruang ini seakan menjadi ruang istirahat bagi orang tua karena orang tua bisa beristirahat sambil menunggu anak-anak mereka untuk bermain hingga puas.

Akhir-akhir ini bahkan pemerintah daerah mengoperasikan kafe bermain anak publik untuk mengurangi beban biaya warga sekaligus meningkatkan keamanan fasilitas kafe tersebut.


shong9412@korea.kr

konten yang terkait