Foto di atas menunjukkan ruang pengasuhan anak yang berada di Yangcheon-gu, Seoul. Ruang pengasuhan tersebut diperluas hingga menjadi 27 tempat di wilayah Yangcheon-gu untuk membantu orang tua yang membutuhkan layanan pengasuhan anak. (Pemerintah Yangcheon-gu)
Penulis: Hong Angie
Pemerintah Korea saat ini memusatkan perhatian untuk mendorong tren pemulihan angka kelahiran anak agar terus berlanjut ke depannya.
Akar persoalan rendahnya angka kelahiran di Korea antara lain adalah terputusnya karier ibu, beban biaya pengasuan anak, serta tidak adanya layanan pengasuhan anak.
Oleh karena itu, pemerintah pun mengalihkan tanggung jawab individu tersebut menjadi tanggung jawab negara.
Kewajiban penggunaan cuti melahirkan dan cuti mengasuh anak
Perubahan yang paling menonjol terlihat pada sistem perlindungan negara untuk cuti melahirkan dan cuti mengasuh anak.
Berbeda dengan beberapa negara yang tidak memiliki regulasi wajib di tingkat nasional, Korea melindungi cuti melahirkan dan cuti mengasuh anak secara hukum sehingga hak pekerja terlindungi secara menyeluruh.
Pekerja wanita berhak atas cuti melahirkan dengan total 90 hari selama sebelum, saat, dan sesudah persalinan. Selama periode tersebut, mereka berhak menerima 100% gaji pokok mereka.
Tunjangan yang didukung oleh asuransi ketenagakerjaan Korea memiliki batas maksimal sebesar 2,2 juta won per bulan untuk kelahiran tunggal.
Setelah masa cuti tersebut berakhir, pekerja wanita dapat langsung melanjutkan cutinya ke cuti mengasuh anak agar mereka bisa merawat anak mereka secara langsung.
Per tahun 2026, tunjangan pengasuhan anak dibayarkan setiap bulan sehingga beban biaya orang tua dapat berkurang. Sebelumnya, 25% dari tunjangan tersebut dibayarkan enam bulan setelah orang tua kembali bekerja.
Selain itu, terdapat pula sistem pengasuhan orang tua 6+6 yang mendorong kedua orang tua untuk mengasuh anaknya bersama.
Jika kedua orang tua yang memiliki anak berusia di bawah 18 bulan mengambil cuti secara bersamaan atau bergantian, mereka akan menerima 100% gaji pokok selama enam bulan pertama.
Apabila kedua orang tua menggunakan cuti selama enam bulan penuh, gaji yang dibayarkan oleh negara bisa mencapai maksimal 39 juta won sehingga mampu membantu ekonomi orang tua pada masa awal pengasuhan anak.
Selain itu, terdapat pula kebijakan lain yang membantu orang tua selama proses kehamilan dan pengasuhan anak, seperti pengurangan jam kerja sebesar 2 jam sehari pada awal dan akhir masa kehamilan serta cuti melahirkan berbayar 20 hari untuk ayah.
Foto di atas menunjukkan pin ibu hamil, foto kursi prioritas di transportasi umum, dan kartu kebahagiaan yang dipamerkan dalam pameran khusus bertajuk Happy Birthday! di Museum Nasional Rakyat Korea, Jongno-gu, Seoul. (Park Daejin)
Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk menyediakan layanan penitipan anak gratis sepanjang tahun tanpa hari libur untuk mengatasi kekosongan layanan penitipan anak bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja atau merupakan pelaku usaha mandiri. (Pemerintah Gyeongsangbuk)
Layanan pengasuhan anak yang dibuka hingga malam hari
Keluarga yang kedua orang tuanya bekerja sering memiliki kesulitan untuk mencari layanan penitpian anak hingga salah satu dari mereka selesai bekerja.
Program Sekolah Neulbom menggabungkan penitipan anak di usia sekolah dasar dengan kegiatan ekstrakurikuler agar anak-anak bisa menikmati pendidikan dan pengasuhan yang aman di lingkungan sekolah.
Program yang kini diperluas hingga ke seluruh penjuru Korea tersebut, membuka penitipan anak hingga pk. 20:00.
Bagi keluarga dengan anak usia dini, layanan penitian anak hingga malam hari kini beroperasi hingga tengah malam.
Selain itu, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan telah membuka nomor layanan khusus (1522-1318) untuk memberikan informasi fasilitas penitipan anak untuk mengantisipasi situasi darurat yang bisa terjadi secara tiba-tiba pada orang tua.
Ketika orang tua harus lembur karena pekerjaannya, mereka bisa menemukan fasilitas terdekat untuk menitipkan anak mereka hanya dengan satu panggulan telepon.
shong9412@korea.kr