Aktivitas membersihkan rumah tangga di Korea yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). (ChatGPT)
Penulis: Kim Hyelin
Budaya hidup bersih masyarakat Korea menarik perhatian dunia. Budaya tersebut bukan sekadar kebersihan pribadi, tetapi juga berkembang menjadi gaya hidup berbasis teknologi canggih.
Harian Inggris Daily Mail dalam artikelnya pada tanggal 8 April 2026 (waktu setempat) menyebut Korea sebagai salah satu negara paling bersih di dunia. Media tersebut menyoroti budaya higienitas dan perangkat pembersih berteknologi tinggi.
Media tersebut melaporkan bahwa standar kebersihan yang ketat telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Korea, termasuk larangan membawa makanan ke ruang publik serta penerapan denda tegas bagi pembuangan sampah sembarangan.
Secara khusus, perhatian tertuju pada berbagai peralatan kebersihan canggih yang ramai dibagikan di media sosial dengan tagar #KoreanCleaning. Produk, termasuk lemari sepatu pintar penghilang bakteri dan bau, alat sterilisasi pisau dan talenan dengan sinar ultraviolet (UV), mesin pencuci buah dan sayuran, hingga pembersih tungau nirkabel memicu tanggapan besar dari warganet global.
Namun demikian, media tersebut menekankan bahwa tingkat kebersihan tinggi di Korea tidak terbentuk dalam waktu singkat. Mengutip The Korea Times, pada 1950-an, pascaperang, kondisi sanitasi masih buruk, tetapi kemudian berubah secara signifikan melalui regulasi ketat dan edukasi publik.
kimhyelin211@korea.kr