Sosial

2026.01.06

Jumlah kelahiran di Korea terus menunjukkan peningkatan selama dua tahun berturut-turut. Foto di atas menunjukkan seorang perawat yang sedang menggendong bayi baru lahir pada tanggal 26 Desember 2025 di Rumah Sakit CHA Ilsan, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi. (Yonhap News)

Jumlah kelahiran di Korea terus menunjukkan peningkatan selama dua tahun berturut-turut. Foto di atas menunjukkan seorang perawat yang sedang menggendong bayi baru lahir pada tanggal 26 Desember 2025 di Rumah Sakit CHA Ilsan, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi. (Yonhap News)



Penulis: Margareth Theresia

Jumlah kelahiran di Korea terus menunjukkan peningkatan selama dua tahun berturut-turut.

Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan pada tanggal 5 Januari 2026 bahwa jumlah kelahiran di Korea mencapai 258.242 orang pada tahun 2025. Angka ini lebih banyak 15.908 orang (6.56%) dibandingkan dengan tahun 2024.

Jumlah kelahiran di Korea terus meningkat selama dua tahun berturut-turut setelah menurun selama sembilan tahun. Namun, jumlah kelahiran belum bisa melampaui jumlah kematian sehingga jumlah penduduk terus menurun.

Berdasarkan wilayah tingkat kota/provinsi, Provinsi Gyeonggi mencatatkan jumlah kelahiran tertinggi dengan 77.702 orang, disusul dengan Kota Seoul dengan 46.401 orang dan Incheon dengan 16.786 orang.

Berdasarkan tingkat kota/kabupaten, Kota Hwaseong mencatat 8.116 kelahiran, Kota Suwon sebanyak 7.060 kelahiran, Kota Yongin sebesar 5.906 kelahiran, Kota Cheongju mencatat 5.525 orang, dan Kota Goyang sebanyak 5.522 orang.

Kesenjangan jumlah penduduk antara wilayah ibu kota dan di luar ibu kota masih terlihat. Jumlah penduduk ibu kota pada tahun 2025 tercatat 26.081.644 orang. Angka tersebut meningkat sebesar 34.121 orrang dibandingkan dengan tahun 2024. Namun, jumlah penduduk di luar ibu kota menurun sebesar 133.964 orang ke angka 25.035.734 orang.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Kim Min Jae, berkata, "Jumlah kelahiran terus meningkat selama dua tahun berturut-turut dan jumlah penduduk di luar wilayah ibu kota pun memperlihatkan peningkatan, seperti di area Chungcheong."

Wamen Kim menambahkan, "Kesenjangan jumlah penduduk antara wilayah ibu kota dan luar ibu kota yang masih terlihat membuat pemerintah puast akan terus mencari kebijakan terkait untuk mendorong keseimbangan jumlah penduduk secara nasional."


margareth@korea.kr

konten yang terkait