Pengguna AI Digital Learning Center sedang mencoba perangkat realitas virtual (VR).
Penulis: Jeong Euiseok
Foto: Jeong Euiseok
Kecerdasan buatan (AI) semakin merambah kehidupan sehari-hari dan berbagai sektor industri.
Pusat pembelajaran AI kini bermunculan di berbagai daerah, sementara industri penyiaran dan media juga aktif melakukan inovasi dalam proses kerja dengan memanfaatkan teknologi AI.
Pada tanggal 10 September 2026 digelar tur pers
AI Digital Learning Center dan Inovasi Penyiaran-Media Berbasis AI yang diselenggarakan oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Komisi Penyiaran, Media, dan Komunikasi Korea. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk melihat langsung pusat pembelajaran AI serta lokasi kerja di sektor penyiaran dan media yang telah menerapkan teknologi AI.
Sekitar pukul 11.00, Korea.net mengunjungi
AI Digital Learning Center di Kampus Tenggara
Seoul Lifelong Learning Center. Pusat pembelajaran yang berada di lantai empat gedung tersebut telah dipenuhi peserta yang antusias belajar sejak pagi.
Program
Digital Learning Center yang dimulai pada tahun 2020 bertujuan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi AI dan perangkat digital agar dapat lebih mudah menggunakan ponsel pintar dan mesin layanan mandiri (kios).
Pemerintah berencana menambah jumlah pusat pembelajaran tersebut menjadi 229 lokasi di seluruh negeri hingga tahun 2029.
Suasana kelas Pembuatan Video AI Generatif dengan Ponsel Pintar. Foto kanan menunjukkan instruktur Lee Eun Hwa bersama peserta lanjut usia Yoon Bok-soon dan Seo Jonghyun.saat memberikan wawancara kepada wartawan.
Tema kelas hari itu adalah Pembuatan Video AI Generatif dengan Ponsel Pintar. Para peserta yang memegang ponsel pintar tampak fokus mengikuti pelajaran sambil terus menyentuh layar sesuai arahan instruktur.
Jika ada hal yang belum dipahami atau pertanyaan, para peserta dapat dengan bebas mengangkat tangan. Asisten instruktur kemudian mendatangi mereka satu per satu untuk memberikan penjelasan secara rinci agar mereka dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Kelas tersebut dirancang secara khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan para peserta lanjut usia.
Seusai kelas, Seo Jonghyun, salah seorang peserta lanjut usia, mengatakan, "Setelah mempelajari teknologi AI, hidup saya terasa semakin luas. Rasanya seperti memiliki seorang asisten pribadi di sisi saya."
Cha Han-na, pejabat senior dari Tim Pengembangan Kompetensi Digital di
National Information Society Agency (NIA), menekankan pentingnya pelatihan pemanfaatan AI.
"AI justru merupakan teknologi yang sangat dibutuhkan oleh para lansia maupun kelompok rentan digital karena pengguna cukup menjalankan AI dan memasukkan pertanyaan dalam bahasa alami untuk mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan," ujarnya.
Lee Su-young, CEO Morpheus Studio, saat menyampaikan presentasi bertajuk Studi Kasus Produksi Sekuens Full AI dalam Drama Manager Kim.
Dalam agenda sore tur pers, salah satu sesi yang paling menarik perhatian dalam seminar bertajuk Pengembangan Talenta Inovasi AI di Bidang Penyiaran dan Media adalah presentasi Studi Kasus Produksi Sekuens Full AI dalam Drama
Manager Kim oleh Lee Su-young, CEO Morpheus Studio.
Drama tersebut memiliki satu ciri yang menonjol. Sejumlah adegan aksinya dibuat sepenuhnya dengan AI tanpa proses pengambilan gambar secara langsung.
Dalam seminar itu, diperlihatkan cuplikan adegan aksi berdurasi sekitar tiga menit yang telah ditayangkan. Adegan kendaraan melaju, aksi sang tokoh utama melumpuhkan lawan, hingga latar di sekitarnya terlihat sangat alami.
Lee mengatakan, "Kami menggantikan sekitar lima kali sesi pengambilan gambar dengan AI dan berhasil menghemat lebih dari 60% biaya produksi."
Hal yang juga menarik perhatian adalah fakta bahwa teknologi tersebut baru pertama kali diuji pada November 2025. Sejumlah wartawan yang hadir mengungkapkan kekaguman. Mengingat AI berkembang dengan kecepatan yang melampaui perkiraan, perubahan yang akan dibawa AI ke dunia industri tampaknya baru berada pada tahap awal.
Setelah melihat langsung proses pembelajaran di
AI Digital Learning Center serta berbagai contoh inovasi AI di sektor penyiaran dan media, semakin terasa bahwa AI bukan lagi sekadar bagian dari tren zaman, melainkan telah menjadi alat yang perlu dipahami dan dimanfaatkan.
Di sisi lain, tidak sedikit pula suara yang mengkhawatirkan dampak negatif dari perkembangan AI.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, peran pendidikan dalam memberikan panduan mengenai cara pemanfaatan AI yang tepat diperkirakan akan semakin penting.
Inovasi yang akan dibawa AI bagi masyarakat dan dunia industri pun semakin dinantikan.
innocence@korea.kr