Sci/Tekno

2026.09.16

Dari kiri: Yang Geon Gug dan Kim Sang Ouk dari KAIST. Dalam lingkaran dari kiri: Kwon Seok Joon dan Im Seong Gyun dari Universitas Sunkyunkwan.

Dari kiri: Yang Geon Gug dan Kim Sang Ouk dari KAIST. Dalam lingkaran dari kiri: Kwon Seok Joon dan Im Seong Gyun dari Universitas Sunkyunkwan.




Penulis: Koh Hyunjeong
Foto: KAIST

Tim peneliti Korea telah mengembakan teknologi yang dapat memeriksa keaslian produk hanya dengan cahaya. Teknologi tersebut memanfaatkan pola unik yang terbentuk dari susunan acak partikel berukuran nano sebagai 'sidik jari buatan'. Meskipun sangat sulit untuk ditiru, pola tersebut dapat diperiksa menggunakan lampu senter ponsel dan penunjuk laser.

KAIST mengungkapkan pada tanggal 26 Agustus 2026 bahwa tim yang dipimpin oleh Kim Sang Ouk dari Departemen Sains dan Teknik Material KAIST bersama tim Kwon Seok Joon dari Universitas Sungkyunkwan telah mengembangkan teknologi keamanan berbasis fungsi fisik yang tidak dapat ditiru (PUF).

PUF merupakan teknologi keamanan berbasis perangkat keras yang memanfaatkan perbedaan fisik sangat kecil dan terbentuk secara acak selama proses pembuatan sebagai informasi untuk memverifikasi keaslian sesuatu.

Prinsip PUF serupa dengan sidik jari manusia yang berbeda pada setiap orang. Bahkan jika menggunakan bahan dan proses pembuatan yang sama, struktur yang persis sama hampir mustahil dihasilkan kembali.

Dalam penelitian tersebut, partikel-partikel bulat berukuran ratusan nanometer secara spontan menyusun diri menjadi satu lapisan di permukaan air. Partikel tersebut membentuk banyaak kristal kecil dengan ukuran, bentuk, dan arah yang berbeda-beda secara acak sehingga setiap lapisan menghasilkan pola nano koloid yang unik.

Susunan tersebut yang dimanfaatkan oleh tim peneliti sebagai 'sidik jari nano' untuk setiap produk atau perangkat.


Foto atas: proses partikel berukuran ratusan nanometer menyusun diri di permukaan air hingga membentuk pola nano. Foto bawah: sejumlah sampel pola nano dengan susunan yang berbeda-beda.

Foto atas: proses partikel berukuran ratusan nanometer menyusun diri di permukaan air hingga membentuk pola nano. Foto bawah: sejumlah sampel pola nano dengan susunan yang berbeda-beda.


PUF berkeamanan tinggi umumnya harus dibaca menggunakan mikroskop mahal, alat spektroskopi, atau perangkat pencitraan khusus karena struktur fisiknya yang sangat kecil dan rumit.

Hal tersebut membuat teknologi PUF sulit digunakan untuk pemeriksaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Tim peneliti mengatasi keterbatasan tersebut dengan menggunakan dua respons optik yang dihasilkan oleh satu pola nano.

Ketika diberikan cahaya putih, seperti lampu senter ponsel, setiap bagian dari struktur nano memantulkan warna secara berbeda sehingga membentuk pola pantulan yang khas. Pada tahap pembuatan produk, pola pantulan dari cahaya putih dan pola difraksi dari laser hijau terlebih dahulu direkam sebagai data acuan.

Keaslian produk kemudian dapat diperiksa dengan membandingkan pola yang muncul dengan data yang telah terdaftar.

Dengan demikian, satu 'sidik jari nano' diperiksa melalui cara berbeda. Metode tersebut dpat diibaratkan seperti memastikan identitas seseorang dengan mencocokkan wajah sekaligus sidik jarinya.


Foto atas: pemeriksaan pola difraksi pada sidik jari nano menggunakan laser hijau. Foto bawah: pola difraksi khas yang muncul ketika struktur tersebut disinari laser hijau.

Foto atas: pemeriksaan pola difraksi pada sidik jari nano menggunakan laser hijau. Foto bawah: pola difraksi khas yang muncul ketika struktur tersebut disinari laser hijau.


Pemeriksaan dua lapis tersebut juga membuat teknologi ini makin sulit dipalsukan. Untuk membuat tiruannya, pemalsu tidak hanya harus menghasilkan susunan partikel nano yang sama, tetapi juga harus meniru secara tepat pola pantulan yang muncul di bawah cahaya putih dan pola difraksi yang dihasilkan oleh laser hijau.

Tim peneliti juga berhasil memindahkan struktur nano tersebut ke berbagai bahan, termasuk plastik lentur, logam, film transparan, dan hidrogel. Apabila diterapkan pada film transparan, teknologi tersebut dapat dikembangkan menjadi stiker keamanan yang tidak menutupi desain maupun tampilan asli produk.

Teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk memberikan identitas perangkat keras yang unik pada produk elektronik dan perangkat Internet of Things (IoT). Selain itu, teknologi ini dapat digunakan pada dokumen identitas seperti paspor serta sebagai label pencegah pemalsuan barang mewah, karya seni, dan obat-obatan.

Foto atas: lampu senter ponsel diarahkan ke label keamanan sidik jari nano yang dipasang pada paspor. Foto bawah: pola pantulan khas yang muncul setelah label diberi cahaya.

Foto atas: lampu senter ponsel diarahkan ke label keamanan sidik jari nano yang dipasang pada paspor. Foto bawah: pola pantulan khas yang muncul setelah label diberi cahaya.


Hasil penelitian terkait diterbitkan secara daring dalam jurnal ilmiah internasional Nature Communications pada tanggal 23 Juli 2026.


hjkoh@korea.kr

konten yang terkait