Tim peneliti Korea berhasil mengungkap tahap pertama dalam proses pembuangan limbah dari otak untuk pertama kalinya di dunia. (iClickArt) *Reproduksi dan pendistribusian ulang foto di atas secara tidak sah dilarang berdasarkan undang-undang hak cipta.
Penulis: Koh Hyunjeong
Tim peneliti Korea berhasil mengungkap tahap pertama dalam proses pembuangan limbah dari otak untuk pertama kalinya di dunia.
Mereka juga menunjukkan metode terapi yang mampu memulihkan fungsi pembuangan yang menurun akibat penuaan. Temuan ini diharapkan dapat membuka babak baru dalam penelitian penyakit neurodegeneratif, termasuk demensia.
Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi pada tanggal 22 Juli 2026 mengumumkan bahwa tim peneliti yang dipimpin oleh Gou Young Koh, Direktur Pusat Penelitian Vaskular di Institute for Basic Science (IBS), telah mengidentifikasi jalur aliran cairan serebrospinal (CSF) menuju pembuluh limfatik meningeal melalui fenestrasi araknoid, yakni lubang-lubang mikroskopis pada membran araknoid.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional
Cell.
Tim peneliti menemukan bahwa setelah melewati fenestrasi araknoid, cairan serebrospinal mengalir melalui pembuluh limfatik meningeal dan pembuluh limfatik rongga hidung hingga mencapai kelenjar getah bening di leher.
Mereka juga mengidentifikasi dampak penuaan terhadap jalur pembuangan tersebut. Pada tikus yang menua, jumlah fenestrasi araknoid dan pembuluh limfatik berkurang sehingga fungsi pembuangan cairan serebrospinal ikut menurun.
Tim peneliti kemudian berhasil memulihkan fungsi tersebut dengan memberikan gen VEGF-C, yang merangsang pembentukan pembuluh limfatik, ke mukosa hidung.
Penelitian yang mengungkap titik awal dan jalur pembuangan limbah dari otak ini berpotensi menjadi titik balik dalam pengembangan terapi untuk penyakit neurodegeneratif.
hjkoh@korea.kr