Roket Falcon 9 milik SpaceX yang membawa satelit CAS500-4 untuk observasi pertanian dan kehutanan bersiap diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg di California, Amerika Serikat, pada tanggal 7 Juli 2026 pukul 16.10 (waktu Korea). (Tangkapan layar dari YouTube resmi KASA)
Penulis: Uyen Nguyen
Satelit CAS500-4 yang dikembangkan Korea untuk observasi pertanian dan kehutanan berhasil memasuki orbit.
KASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Korea), RDA (Badan Administrasi Pembangunan Pertanian), dan KFS (Layanan Hutan Korea) pada tanggal 7 Juli 2026 mengumumkan bahwa satelit CAS500-4 berhasil melakukan kontak pertama dengan stasiun bumi KARI (Institut Penelitian Dirgantara Korea) di Daejeon pada pukul 22.50 (waktu Korea).
Satelit tersebut diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg di California, Amerika Serikat, pada pukul 16.10 (waktu Korea) pada hari yang sama.
Sekitar dua jam 22 menit setelah peluncuran, CAS500-4 terpisah dari wahana peluncur dan melakukan kontak pertama dengan stasiun bumi Svalbard di Norwegia. Setelah tiga kali berkomunikasi dengan stasiun bumi di luar negeri, termasuk Stasiun King Sejong di Antarktika, satelit tersebut berhasil terhubung dengan stasiun bumi di Korea.
Melalui kontak pertama di dalam negeri, KARI memastikan bahwa panel surya telah terbuka dan kondisi satelit dalam keadaan normal. Selanjutnya, KARI akan membuka antena pita X, mengaktifkan aktuator sistem kendali sikap, serta melakukan pemeriksaan fungsi satelit secara bertahap.
CAS500-4 dilengkapi kamera observasi area luas yang dikembangkan di dalam negeri. Satelit ini akan mengambil citra Semenanjung Korea setiap tiga hari untuk menyediakan data bagi pengelolaan pertanian dan kehutanan, pemantauan perubahan hutan, penanganan bencana seperti kebakaran hutan, analisis perubahan iklim, serta keselamatan publik.
Setelah menjalani tahap operasi awal selama sekitar empat bulan, CAS500-4 akan mulai menjalankan misi observasi pertanian dan kehutanan secara penuh pada tahun 2027.
uyen81@korea.kr