Sci/Tekno

2026.07.08

Pintu masuk Pameran AI Publik 2026. (Jeong Euiseok)

Pintu masuk Pameran AI Publik 2026. (Jeong Euiseok)



Penulis: Jeong Euiseok

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mendorong inovasi di berbagai sektor, perubahan baru juga mulai terjadi di sektor publik.

Pameran AI Publik 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 23–24 Juni 2026 di KINTEX, Goyang, Provinsi Gyeonggi, memberikan gambaran tentang masa depan layanan publik.

Pada tanggal 23 Juni 2026, bertepatan dengan berlangsungnya tur pers untuk media asing, Korea.net mengunjungi langsung lokasi pameran tersebut. Rangkaian acara meliputi babak final hackathon, tur pameran berpemandu, kunjungan ke ruang pameran, dan upacara pembukaan Pameran AI Publik 2026.

Arena babak final hackathon AI yang diikuti pegawai lembaga publik dan pegawai negeri. Para peserta terlihat fokus mengikuti turnamen dengan penuh konsentrasi dan bersaing ketat. (Jeong Euiseok)

Arena babak final hackathon AI yang diikuti pegawai lembaga publik dan pegawai negeri. Para peserta terlihat fokus mengikuti turnamen dengan penuh konsentrasi dan bersaing ketat. (Jeong Euiseok)



Sedikit lewat pukul 13.00, tempat pertama yang Korea.net kunjungi adalah arena babak final hackathon AI. Suasana tegang sudah terasa di arena kompetisi. Hackathon merupakan kompetisi intensif yang menuntut peserta menghasilkan ide dan menyelesaikan proses pemrograman dalam waktu terbatas. Semangat kompetisi terasa kuat dari para peserta yang fokus bekerja sambil menatap tajam layar monitor mereka. Kompetisi ini digelar dalam format turnamen coding interaktif yang mempertemukan pegawai bidang teknologi informasi (TI) dengan pegawai bidang administrasi.

Sebanyak 200 tim dari seluruh Korea mendaftar untuk mengikuti kompetisi ini, tetapi hanya 24 tim yang berhasil melaju ke babak final. Tingkat persaingan yang mencapai 8,3 banding 1 menunjukkan bahwa pengembangan AI, yang sebelumnya dianggap sebagai "ranah para ahli", kini telah merambah jauh ke lingkungan pemerintahan.

Suasana pameran yang diikuti berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan besar hingga perusahaan rintisan AI. Pengunjung dapat mencoba langsung berbagai layanan serta mengikuti sesi konsultasi dan business matching, membuat pameran berlangsung dalam suasana yang semarak. (Jeong Euiseok)

Suasana pameran yang diikuti berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan besar hingga perusahaan rintisan AI. Pengunjung dapat mencoba langsung berbagai layanan serta mengikuti sesi konsultasi dan business matching, membuat pameran berlangsung dalam suasana yang semarak. (Jeong Euiseok)



Setelah meninggalkan arena hackathon, Korea.net menuju ruang pameran. Sebanyak 56 stan dari perusahaan swasta dan lembaga publik memenuhi aula pameran.

Korea.net berhenti di depan layanan "AI National Secretary (Guppy)" di stan Naver. Layanan ini membantu masyarakat mengakses layanan publik dengan mudah melalui aplikasi swasta. Dengan berinteraksi dengan AI, pengguna dapat memperoleh dokumen elektronik resmi maupun melakukan reservasi fasilitas publik.

Saat mencobanya langsung, prosesnya sangat sederhana. Korea.net cukup memindai kode QR melalui aplikasi Naver, lalu memilih "AI National Secretary (Guppy)". Setelah itu, muncul kolom untuk mengetik pesan seperti pada aplikasi perpesanan. Korea.net mencoba mengetik, "Tolong terbitkan salinan dokumen registrasi penduduk saya." Setelah muncul permintaan untuk menyetujui syarat dan ketentuan, Korea.net bertanya kepada petugas mengenai proses selanjutnya. Petugas menjelaskan bahwa dokumen akan diterbitkan setelah pengguna memberikan persetujuan dan mengikuti tahapan yang tersedia. Pengalaman ini membuat Korea.net menyadari bahwa layanan publik kini dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, mengikuti arahan pemandu pameran, Korea.net mengunjungi stan 42MARU, perusahaan AI yang berspesialisasi dalam layanan sektor publik. Hambatan terbesar dalam penerapan AI di lembaga publik adalah keamanan dan akurasi. Perusahaan ini mengatasi kedua masalah tersebut dengan membangun sistem internal yang melindungi informasi tanpa mengirimkan data ke luar serta menghasilkan jawaban yang dapat dipercaya berdasarkan sumber dan referensi yang jelas.

Upacara pembukaan Pameran AI Publik 2026 dihadiri banyak peserta. Di foto kanan, Wakil Menteri Dalam Negeri Kim Min Jae terlihat menyampaikan sambutan selamat datang pada acara tersebut. (Foto kanan: Kementerian Dalam Negeri)

Upacara pembukaan Pameran AI Publik 2026 dihadiri banyak peserta. Di foto kanan, Wakil Menteri Dalam Negeri Kim Min Jae terlihat menyampaikan sambutan selamat datang pada acara tersebut. (Foto kanan: Kementerian Dalam Negeri)



Agenda terakhir dalam tur pers adalah menghadiri upacara pembukaan Pameran AI Publik 2026. Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Kim Min Jae mengatakan, "Kami ingin bertransformasi dari pemerintahan digital menjadi pemerintahan demokratis berbasis AI."

Ia menambahkan, "Pemerintahan demokratis berbasis AI adalah pemerintahan yang mewujudkan nilai-nilai demokrasi—dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat—di seluruh bidang administrasi."

Inti dari konsep "pemerintahan demokratis berbasis AI" yang diusung pemerintah adalah "pemerintahan yang ramah dan kompeten, yang dibangun bersama rakyat". AI di sektor publik yang Korea.net saksikan langsung menunjukkan inovasi besar yang tidak sekadar memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga mengubah cara kerja administrasi pemerintahan secara mendasar. Sejauh mana AI akan mengubah cara kerja aparatur pemerintah dan membuat kehidupan masyarakat semakin nyaman, perkembangan pesatnya ke depan patut dinantikan.

innocence@korea.kr

konten yang terkait