Presiden Lee Jae Myung (kiri) berdialog dengan seorang veteran saat mengunjungi Rumah Sakit Khusus Veteran di Seoul pada tanggal 6 Juni yang merupakan hari peringatan untuk para pahlawan dan veteran yang berjuang bagi Republik Korea. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Margareth Theresia
Sistem layanan medis publik dan veteran Korea semakin berkembang dengan teknologi termutakhir yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robot.
Rumah Sakit Khusus Veteran (RS VHS) mengundang media-media asing pada tanggal 21 Mei 2026 untuk memperkenalkan layanan medis publik ala Korea.
Sistem yang digunakan rumah sakit tersebut memadukan layanan medis profesional dalam bidang rehabilitasi dan alat bantu medis dengan teknologi termutakhir.
RS VHS merupakan rumah sakit khusus untuk para veteran dan orang-orang yang berjasa bagi negara serta anggota keluarga mereka. RS tersebut dimulai dari RS di Daegu pada akhir masa Perang Korea di tahun 1953.
RS VHS kini dilengkapi dengan 32 departemen klinis dan lebih dari 1.400 tempat tidur. Pelayanan diberikan secara menyeluruh, mulai dari perawatan fase akut, rehabilitasi, perawatan jangka panjang, serta layanan perawatan di rumah.
RS itu pun memberikan layanan perawatan hospice, yaitu perwatan dengan upaya meredakan nyeri dan gejala yang dialami pasien dengan penyakit stadium akhir sekaligus memenuhi kebutuhan mereka pada tahap akhir kehidupan.
Hal yang paling menonjol dari RS VHS adalah sistem terpadu yang menghubungkan layanan medis dan kesejahteraan sosial secara menyeluruh.
Potret ruang operasi dengan robot di Rumah Sakit Khusus Veteran yang terletak di Gangdong-gu, Seoul. (Rumah Sakit Khusus Veteran)
RS VHS kini menggunakan sistem bantuan diagnosis berbasis AI serta menerapkan perubahan transformasi digital secara bertahap dengan penggunaan teknologi pemantauan digital.
RS VHS menjelaskan beberapa contoh terkait penerapan teknologi tersebut di lapangan. Departemen Radiologi menggunakan teknologi AI untuk membantu pencitraan citra penyakit paru di bagian dada.
Departemen Kedokteran Nuklir menggunakan program pendukung diagnosis penyakit Alzheimer. Selain itu Departemen Gastroenterologi menggunakan sistem endoskopi waktu nyata untuk mendeteksi lesi.
RS VHS juga memiliki berbagai peralatan canggih untuk membantu dokter menentukan tindakan dalam prosedur kardiovaskular dengan mengukur ukuran pembuluh darah secara aktual serta pemantauan pintar yang memantau sinyal biologis secara waktu nyata.
Hingga akhir tahun 2026, rumah sakit ini pun akan membangun bangsal pintar yang mampu memantau pasien dalam 24 jam.
Selain itu, penerapan layanan medis pintar pun akan dipercepat melalui bedah dengan robot, produksi alat bantu medis berbasis cetak 3D, layanan medis presisi berbasis biobank, serta program pelatihan realitas virtual.
Potret penggunaan teknologi robot di Rumah Sakit Khusus Veteran yang menggunanan teknologi WalkBot (kiri) dam Angel Legs (kanan). Para pasien yang mengalami kerusakan otak bisa mendapatkan rehabilitasi secara bertahap untuk berjalan kembali dengan menggunakan WalkBot lalu Angel Legs. (Margareth Theresia)
Hal lain yang patut diperhatikan adalah sistem kerja terpadu antara Pusat Rehabilitasi dan Pusat Alat Bantu Medis.
Pusat Rehabilitasi menyediakan terapi rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien melalui robot rehabilitasi berjalan yang bisa dikenakan, yaoti Angel Legs.
Angel Legs memanfaatkan data analisis tahap berjalan untuk membantu kekuatan pasien yang masih terbatas sekaligus mendukung latihan berulang dan pemulihan fungsi tubuh.
Pusat Alat Bantu medis bertanggung jawab atas pembuatan bagian tubuh buatan dan alat bantu medis yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, mulai dari tangan dan kaki palsu, mata palsu, hingga sepatu khusus.
Melalui pemindai 3D portabel berpresisi tinggi dan teknologi cetak 3D, bagian tubuh pasien dapat dipindai dengan cepat hingga detail kerutan dan warna kulit.
Selanjutnya, bentuk tangan dan kaki direplikasi untuk menghasilkan alat bantu medis yang presisi.
margareth@korea.kr