Presiden Lee Jae Myung hadir dalam upacara peluncuran produksi massal KF-21 pertama pada tanggal 25 Maret 2026 di KAI (Korea Aerospace Industries), Kota Sacheon, Provinsi Gyeongsangnam. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Kang Gahui
Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Nasional (DAPA) mengungkapkan pada tanggal 7 Mei 2026 bahwa pesawat tempur buatan Korea, KF-21, telah memperoleh penilaian 'layak tempur' dalam tahap akhir pengembangannya.
Oleh karena itu, seluruh verifikasi kinerja KF-21 telah rampung melalui uji dan evaluasi yang telah berlangsung sejak peswat tersebut memperoleh penilaian 'layak tempur sementara' pada tahun 2023.
Kini KF-21 dinilai telah memenuhi standar kemampuan operasional yang dibutuhkan oleh Angkatan Udara Republik Korea.
Selain itu, pesawat tempur tersebut dianggap telah memiliki performa terbang dan stabilitas yang memungkinkan untuk menjalani misi di lingkungan medan tempur yang sebenarnya.
Pengembangan sistem KF-21 telah dimulai sejak tahun 2015 kemudian menjani uji dan evaluasi pertama pada Mei 2021.
Setelah melalui lebih dari 1.600 kali uji terbang dan evaluasi terhadap lebih dari 13.000 kondisi penerbangan, performa dan stabilitasnya telah berhasil diverifikasi.
Kepala Divisi Program Pesawat Tempur Korea DAPA, Noh Ji-man, berkata, "Penilayan layak tempur ini merupakan pencapaian yang diraih berkat kerja sama erat antara sektor sipil, pemerintah, dan militer, termasuk Kementerian Pertahanan Nasional, Kepala Staf Gabungan, Angkatan Udara, KAI (Korea Aerospace Industries), dan Agensi untuk Pengembangan Pertahanan."
Ia menambahkan, "Hal ini merupakan hasil simbolis yang menunjukkan bahwa Republik Korea telah sepenuhnya memiliki kemampuan untuk mengembangkan pesawat tempur secara mandiri."
KF-21 dijadwalkan akan menyelesaikan tahap pengembangan sistem pada Juni 2026. Unit produksi massal pertama akan diserahkan kepada Angkatan Udara Republik Korea pada paruh kedua tahun 2026.
kgh89@korea.kr