Sci/Tekno

2026.04.28

Model kulit manusia KeraSkin (kanan), yang dikembangkan oleh Korea Center for the Validation of Alternative Methods (KoCVAM), merupakan model kulit 3D berbasis keratinosit yang berasal dari jaringan epidermis manusia. (Tangkapan layar dari laman resmi Korea Center for the Validation of Alternative Methods)

Model kulit manusia KeraSkin (kanan), yang dikembangkan oleh Korea Center for the Validation of Alternative Methods (KoCVAM), merupakan model kulit 3D berbasis keratinosit yang berasal dari jaringan epidermis manusia. (Tangkapan layar dari laman resmi Korea Center for the Validation of Alternative Methods)



Penulis: Hong Angie

Model kulit manusia buatan Korea kini mendapat pengakuan global atas keandalannya.

Institut Nasional Evaluasi Keamanan Pangan dan Obat-obatan yang berada di bawah Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan pada tanggal 27 April 2026 mengumumkan bahwa metode uji alternatif pengganti hewan untuk fototoksisitas menggunakan model kulit manusia KeraSkin telah diadopsi sebagai Pedoman Uji (Test Guideline/TG 498) oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Metode tersebut dikembangkan oleh Korea Center for the Validation of Alternative Methods (KoCVAM). Metode ini merupakan teknologi yang dikembangkan secara mandiri oleh Korea tanpa bergantung pada model luar negeri. Dengan memanfaatkan model kulit manusia, uji ini digunakan untuk mengevaluasi potensi fototoksisitas bahan baku kosmetik, sekaligus menjadi alternatif inovatif pengganti penggunaan hewan percobaan.

Keputusan adopsi tersebut ditetapkan dalam pertemuan Kelompok Kerja Koordinator Program Pedoman Uji Nasional (WNT) OECD yang digelar pada tanggal 23 April 2026. Dengan demikian, KeraSkin menjadi model kulit manusia kedua di dunia yang terdaftar di antara 38 negara anggota OECD, setelah model buatan Amerika Serikat.

Dari sisi industri, nilai ekonominya dinilai signifikan. Industri kosmetik Korea kini dapat menekan biaya pengujian dan waktu pengiriman yang selama ini bergantung pada model impor berharga tinggi. Selain itu, ketersediaan data keamanan yang sesuai dengan karakteristik kulit orang Korea diperkirakan akan mempercepat ekspansi ke pasar global.

Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan menegaskan akan memperkuat dukungan kelembagaan agar metode uji alternatif pengganti hewan dapat diterapkan secara konsisten dalam kebijakan kosmetik.

shong9412@korea.kr

konten yang terkait