Penulis: Charles Audouin
Video: KARI
Wahana peluncur antariksa yang dikembangkan dengan teknologi Korea, Nuri (KSLV-II) telah berhasil diluncurkan untuk keempat kalinya pada tanggal 27 November 2025.
Nuri meluncur ke antariksa pada hari itu pukul 01:13 pagi dari Pusat Luar Angkasa Naro di Goheung-gun, Provinsi Jeollanam.
Peluncuran tersebut sukses menempatkan NEXTSat-3 (Next-Generation Medium Satellite-3) dan 12 unit CubeSat (satelit mini untuk penelitian luar angkasa) di luar angkasa.
Satelit-satelit tersebut akan menjalankan misi untuk melakukan observasi lingkungan antariksa dan uji coba biologi di luar angkasa.
Setelah mulai meluncur, Nuri terbang ke arah selatan mengikuti azimut peluncuran sebesar 170 derajat. Peluncuran tersebut dilakukan secara multitahap.
Setelah peluncuran tahap pertama, Nuri melepaskan muatannya secara bertahap kemudian sukses menempatkan NEXTSat-3 di orbit yang ditargetkan.
Setelah NEXTSat-3 selesai ditempatkan, 12 unit CubeSat pun ditempatkan secara bertahap di orbit tujuan. Peluncuran Nuri pun selesai pada pukul 01:31.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Bae Kyunghoon, hadir di Pusat Luar Angkasa Naro pagi hari itu untuk memberikan pengarahan pada para wartawan yang hadir.
Wakil PM Bae berkata, "Nuri telah berhasil ditempatkan dengan sukses pada ketinggian akhir 601,3 km di orbit sinkron matahari. NEXTSat-3 dan 12 unit CubeSat pun telah berhasil terlepas dari Nuri dan tiba di orbit tujuan."
NEXTSat-3 berhasil mengirimkan sinyal pandu yang diterima oleh Stasiun Raja Sejong di Antarktika pada pukul 01:55. Sinyal pandu merupakan sinyal yang dikirimkan oleh satelit secara berkala ke bumi.
12 unit CubeSat yang dikembangkan oleh pihak universitas dan perusahaan swasta pun semuanya telah berhasil bertukar sinyal dengan stasiun yang ada di bumi. Selain itu, keadaan satelit-satelit tersebut akan dicek berkala agar bisa beroperasi dengan normal.
Kepala KASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Korea), Yoon Youngbin, mengungkapkan, "Peluncuran Nuri akan dilakukan dua kali lagi hingga tahun 2027 mendatang serta NEXTSat pun akan dikembangkan lebih maju lagi sehingga Korea akan mampu melompat lebih maju dalam industri pengembangan luar angkasa."
Peluncuran Nuri (KSLV-II) yang keempat kalinya telah dilakukan pada tanggal 27 November 2025 pukul 01:13 pagi di Pusat Luar Angkasa Naro, Goheung-gun, Provinsi Jeollanam. Peluncuran pertama yang dilakukan pada tahun 2021 gagal mencapai orbit yang ditargetkan, tetapi peluncuran kedua pada tahun 2022 dan peluncuran ketiga pada tahun 2023 telah berlangsung dengan sukses. (KARI)
Pemerintah Korea melalui KARI (Institut Penelitian Dirgantara Korea) bertanggung jawab dalam perakitan dan pemasangan muatan pada peluncuran pertama hingga ketiga.
Akan tetapi, proses peluncuran Nuri keempat dipimpin oleh Hanwha Aerospace mulai dari pembuatan, pemasangan, hingga pengelolaan perusahaan yang berpartisipasi.
Pengembangan luar angkasa yang dipimpin oleh pihak swasta di Korea pun membuka lembaran baru untuk era New Space.
Pada peluncuran kelima, peran Hanwha Aerospace akan semakin meluas hingga hasil kajian oeprasional dan pencapaian alih teknologi.
Hanwha Aerospace akan melaksanakan seluruh proses secara mandiri mulai dari peluncuran hingga transportasi mulai dari peluncuran keenam yang akan dilakukan pada tahun 2028 mendatang.
Presiden Lee Jae Myung pun memberikan ucapan selamat atas kesuksesan peluncuran kali ini.
Melalui pesan Facebook, Presiden Lee mengatakan, "Peluncuran keempat (Nuri) kali ini merupakan contoj pertama kesuksesan perusahaan swasta yang berpartisipasi dalam seluruh proses, mulai dari pembuatan wahana peluncur antariksa hingga distribusinya."
Ia melanjutkan, "Seiring dengan terbuktinya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Korea, saya percaya hal ini akan menjadi pondasi bagi generasi mendatang untuk berani menantang kemungkinan yang lebih besar."
Presiden Lee menutup, "Saya berharap Korea bisa maju sebagai negara yang kuat dalam pengembangan antariksa melalui kesuksesan peluncuran Nuri hari ini."
caudouin@korea.kr