Foto di atas menunjukkan mesin tekan isostatik panas yang dibangun pada bulan Desember 2023 di Pusat Material Keramik Baru Gangwon Technopark. Mesin tersebut berfungsi untuk mengurangi porositas keramik dan material komposit serta meningkatkan kekuatan dan daya tahannya dengan menggunakan suhu dan tekanan tinggi.
Penulis: Charles Audouin
Foto: Charles Audouin
Pemerintah Korea telah menetapkan dan mengelola berbagai technopark di Korea sejak tahun 1997 untuk menjadikannya sebagai pusat inovasi teknologi industri daerah agar bisa mendorong revitalisasi ekonomi daerah.
Saat ini terdapat 19 buah technopark di seluruh penjuru Korea yang berperan sebagai pusat inovasi daerah. Kolaborasi antara pihak industri, universitas, dan institut penelitian dapat ditemukan di technopark.
Selain itu, perusahaan-perusahaan pun ikut memberikan dana untuk pengembangan inovasi di dalam technopark. Hal ini membuat technopark berkembang nyata untuk mendorong perkembangan industri strategis daerah.
Gangwon Technopark adalah salah satu contoh technopark yang mampu menggunakan karakteristik geografi Provinsi Gangwon yang memiliki banyak gunung untuk mengubahnya menjadi kesempatan baru.
Struktur industri yang terpecah-pecah di beberapa kota membuat kota-kota di Gangwon terbagi menjadi beberapa zona industri khusus.
Setelah Gangwon Technopark dibentuk pada tahun 2003, Chuncheon berubah menjadi kota bioteknologi dan teknologi kesehatan, Hongcheon menjadi kota pengembangan bahan baku obat-obatan berbasis antibodi, Samcheok menjadi kota hidrogen cair, dan Taebaek menjadi pusat industri yang menggunakan bekas tambang batu bara.
Di antara kota-kota tersebut, Gangneung memegang peranan penting sebagai pusat rantai pasokan industri termutakhir melalui industri material baru keramik.
Lebih dari 70 unit peralatan material baru keramik dibangun di dalam Kawasan Industri Sains Gangneung. Keramik adalah material anorganik yang dibuat dari penggabungan logam dengan nonlogam yang kemudian dikeraskan melalui pemanasan pada suhu tinggi.
Keramik memiliki daya tahan panas dan isolasi listrik yang cukup tinggi sehingga digunakan di berbagai industri, seperti listrik, mesin, kimia, dan bioteknologi. Keramik bahkan menjadi komponen penting dalam peralatan semikonduktor dan papan sirkuit berkinerja tinggi.
Pengembangan material dan komponen yang menggunakan karakteristik keramik dilakukan secara aktif di Pusat Bantuan Bisnis Keramik yang baru dibuka pada bulan Desember 2024.
Penelitian hingga produksi keramik tersebut didukung melalui tiga tempat pabrik sewa, ruang produksi uji coba, mesin tekan isostatik panas, dan mesin sinter tekan panas.
Seorang pegawai MiCo Ceramics terlihat sedang mengukur besar komponen pemanas aluminium nitrida yang akan digunakan di peralatan semikonduktor pada tanggal 6 November 2025 di ruang uji coba kualitas produk yang terletak di pabrik nomor 4 Kota Gangneung, Provinsi Gangwon. Pemeriksaan dimensi presisi adalah proses utama yang dilakukan untuk memastikan bahwa produk terkait sudah dibuat sesuai dengan standar desainnya.
MiCo Ceramics merupakan perusahaan yang bergerak di bidang komponen keramik untuk semikonduktor. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan yang secara aktif menggunakan lingkungan Gangneung Technopark.
MiCo Ceramics bahkan berhasil membangun empat pabrik melalui dana bantuan perusahaan dari Gangneung Technopark. Sekitar 220 orang dari 660 perusahaan MiCo Ceramics bekerja di pabrik Gangneung dan mereka memproduksi komponen-komponen utama seperti pemanas keramik dan electrostatic chuck (ESC).
Kepala tim produksi pemanas MiCo Ceramics menjelaskan, "Kami memutuskan untuk pindah ke Gangneung karena Gangneung memiliki infrastruktur yang cukup baik untuk penelitian dan pengembangan industri keramik serta memiliki pasokan listrik yang cukup."
Ia menambahkan, "Perusahaan juga akan terus berkembang bersama industri semikonduktor dengan kecerdasan buatan."
Hass pun berhasil meraih pencapaian sejenis. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang memproduksi bahan keramik untuk prostesis gigi.
Hass masuk pabrik usaha rintisan pada tahun 2009 lalu menggunakan peralatan yang disewakan serta infrastruktur penelitian yang ada di Gangneung Technopark untuk mengurangi biaya penelitian dan meningkatkan daya saing.
Hass bahkan berhasil masuk ke KOSDAQ (Korea Securities Dealers Automated Quotations) pada tahun 2024 dan kini produknya sudah diekspor ke 75 negara.
Pemerintah Provinsi Gangwon menargetkan untuk membentuk Klaster Semikonduktor Gangwon pada tahun 2033 berdasarkan pencapaian yang sudah dicapai sejauh ini.
Klaster tersebut akan dibagi menjadi beberapa kota, seperti Chuncheon sebagai pusat penelitian semikonduktor bersama dan universitas serta Wonju sebagai pusat pendidikan semikonduktor Korea. Gangneung nantinya akan berfungsi sebagai pusat produksi material dan komponen keramik untuk semikonduktor.
caudouin@korea.kr