Sci/Tekno

2025.11.19

Provinsi Gangwon sedang merombak struktur ekonomi kawasannya agar menjadi industri berbasis masa depan hingga tahun 2033. Semikonduktor, bioteknologi, teknologi medis, dan mobilitas menjadi inti dari industri tersebut.

Target perubahan industri tersebut membuat rencana pengembangan terpadu menjadi tugas utama Gangwon agar bisa mendorong industri tersebut menjadi roda pendorong ekonomi daerah.


Foto di atas merupakan KNU Startup Cube yang berada di Universitas Nasional Kangwon. Lebih dari 70 calon perusahaan rintisan dalam bidang teknologi beraktivitas di sana. Unit Kegiatan Mahasiswa, laboratorium, dan perusahaan rintisan yang baru berdiri menggunakan KNU Startup Cube untuk ruang kerja, ruang kreasi, ruang kuliah, dan ruang rapat.

Foto di atas merupakan KNU Startup Cube yang berada di Universitas Nasional Kangwon. Lebih dari 70 calon perusahaan rintisan dalam bidang teknologi beraktivitas di sana. Unit Kegiatan Mahasiswa, laboratorium, dan perusahaan rintisan yang baru berdiri menggunakan KNU Startup Cube untuk ruang kerja, ruang kreasi, ruang kuliah, dan ruang rapat.



Penulis: Charles Audouin
Foto: Yayasan Kerja Sama dengan Industri, Universitas Nasional Kangwon

Sekitar 50 kontainer berwarna-warni terlihat menghiasi sebuah sudut di Universitas Nasional Kangwon (KNU) yang terletak di Kota Chuncheon. Kontainer-kontainer tersebut merupakan sebuah ruang untuk perusahaan-perusahaan rintisan bernama KNU Startup Cube yang dibuka sejak tahun 2018.

KNU Startup Cube merupakan 'kantor pusat' dari Gangwon Chuncheon Innopolis yang diisi oleh perusahaan-perusahaan baru dan calon wirausaha di bidang bioteknologi.

Gangwon Chuncheon Innopolis dibentuk dengan berbasis pada bidang bioteknologi dan farmasi. Beberapa hal yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut antara lain adalah diagnostik in vitro, obat baru berbasis antibodi, dan material baru yang memiliki aktivitas biologis.

Penetapan wilayah Gangwon Chuncheon Innopolis membuat Gangwon semakin berpacu agar bisa menjadikan industri bioteknologi sebagai daya saing utamanya.

Korea memiliki 14 wilayah yang ditetapkan sebagai innopolis, yaitu wilayah khusus yang didorong sebagai wilayah penelitian dan pengembangan inovasi serta memiliki universitas, laboratorium penelitian, dan perusahaan pemerintah di dalamnya.

Setiap innopolis di Korea memiliki karakteristiknya masing-masing. Tujuan dari penetapan innopolis tersebut adalah untuk mendorong strategi kewilayahan khusus dan meningkatkan perekonomian daerah.

Innopolis-innopolis tersebut mendapatkan beragam bantuan perusahaan berupa suplai teknologi, penyediaan infrastruktur, potongan pajak, dan kebijakan khusus.

Perusahaan yang membutuhkan teknologi pun dihubungkan dengan lembaga penelitian yang membutuhkan dana. Selain itu, pelatihan dan pembinaan pun disediakan untuk calon wirausaha dan perusahaan rintisan.

Gangwon Chunchwon Innopolis pun mengelola program pertukaran melalui kerja sama antara Pemprov Gangwon, Pemkot Chuncheon, universitas-universitas, dan perusahaan-perusahaan.

Penelitian dan pengembangan di dalam perusahaan, pengembangan prototipe produk, serta konsultasi yang menjadi proses sebelum komersialisasi sebuah produk, didukung penuh oleh struktur innopolis tersebut.

Hal ini membuat persentase kesuksesan perusahaan rintisan meningkat dan kemungkinan penggunaan teknologi baru pun meluas.

Gangwon Chuncheon Innopolis diluncurkan pada Juli 2022 dan telah berhasil mencetak 63 perusahaan rintisan, mendirikan 29 laboratorium penelitian, serta menemukan 348 teknologi berprospek hingga Juni 2025.

Jumlah investasi kemitraan yang dikucurkan pun mencapai 7,5 miliar won dan berhasil mencatatkan hasil berupa 175 alih teknologi dan penyertaan modal.

Yim Seong Il mengungkapkan, "Kami menargetkan agar perusahaan-perusahaan bioteknologi di Chuncheon mampu meraih omzet sebesar 2 triliun won hingga Maret 2027 lalu mendirikan 200 perusahaan rintisan baru serta menarik 200 perusahaan yang direlokasi ke Chuncheon."

Yim merupakan ketua tim untuk Tim Dukungan Perusahaan di Yayasan Kerja Sama dengan Industri, Universitas Nasional Kangwon.


▲Ilustrasi KNU Innovation Hub yang diperkirakan akan selesai dibangun pada Mei 2025. Bangunan ini merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Taman Inovatif Kampus yang mengubah lahan kosong di area universitas menjadi kompleks industri teknologi termutakhir. KNU menjadi universitas negeri pertama di Korea yang menjalankan proyek ini.

Ilustrasi KNU Innovation Hub yang diperkirakan akan selesai dibangun pada Mei 2025. Bangunan ini merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Taman Inovatif Kampus yang mengubah lahan kosong di area universitas menjadi kompleks industri teknologi termutakhir. KNU menjadi universitas negeri pertama di Korea yang menjalankan proyek ini.


caudouin@korea.kr

konten yang terkait