Sci/Tekno

2025.10.22

Foto di atas menunjukkan beberapa sawi putih. (iClickArt) *Reproduksi dan pendistribusian ulang foto di atas secara tidak sah dilarang berdasarkan undang-undang hak cipta.

Foto di atas menunjukkan beberapa sawi putih. (iClickArt) *Reproduksi dan pendistribusian ulang foto di atas secara tidak sah dilarang berdasarkan undang-undang hak cipta.



Penulis: Koh Hyunjeong

Pusat Agrobiodiversitas Nasional (NAC) dari Institut Ilmu Pertanian Nasional di bawah Badan Administrasi Pengembangan Pertanian (RDA) pada tanggal 17 Oktober 2025 mengumumkan bahwa pusat tersebut berhasil mengidentifikasi tiga sumber daya genetik sawi putih dengan efek antikanker, antiinflamasi, dan antioksidan yang tinggi setelah meneliti 93 jenis sumber daya genetik sawi putih.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan glukosinolat pada tiga jenis, yaitu IT100355, IT100353, dan IT100354, mencapai lebih dari 21.000 μmol/kg.

Glukosinolat adalah senyawa yang digunakan tanaman untuk melindungi diri dari hama, dan dikenal memiliki efek fisiologis yang tinggi, termasuk melawan kanker.

RDA juga mengungkapkan bahwa komponen utama sawi putih, yaitu gluconapin dan glucobrassicanapin, berpotensi besar memiliki efek antikanker dan antiinflamasi.

Kepala Pusat tersebut, Ahn Byeong-ok, mengungkapkan, "Kami akan membuktikan secara ilmiah fungsionalitas sawi putih agar meningkatkan nilai pemanfaatannya dalam industri pangan dan farmasi."

Ia menambahkan, "Kami juga akan melanjutkan penelitian untuk mengeksplorasi fungsi berbagai sumber daya genetik dengan memperluas penggunaan teknik molecular docking."

Penelitian ini telah dipublikasikan di Scientia Horticulturae, jurnal akademik internasional.

hjkoh@korea.kr

konten yang terkait