Dubes Yordania untuk Korsel, Asal AL-TAL, menerima wawancara ekslusif dengan Korea.net pada tanggal 13 September di Kompleks Kedutaan Besar Yordania, Yongsan-gu Seoul. Hubungan diplomatik Korsel dan Yordan sudah berjalan selama 60 tahun pada tahun ini. Ia mengatakan, "Saya berharap bisa memperkuat hubungan kerja sama bilateral dalam bidang pariwisata, investasi, teknologi pangan termutakhir, energi yang terbarukan, kecerdasan buatan, kesehatan, serta kesejahteraan." (Kim Sunjoo)
Penulis: Yoo Yeon Gyeong dan Israa Mohamed
Video: Lee Jun Young
"Kebudayaan Tradisional dan Modern yang Berpadu Menjadi Daya Tarik Korea."
Dubes Yordania untuk Korsel, Asal AL-TAL, menerima wawancara ekslusif dengan Korea.net pada tanggal 13 September di Kompleks Kedutaan Besar Yordania, Yongsan-gu Seoul. Ia berkata, "Korea merupakan sebuah negara yang sangat menjaga sejarahnya yang panjang, tetapi juga mengembangkan teknologi dan inovasi dengan sangat luar biasa."
AL-TAL menyatakan bahwa ia ingin terus mempelajari kebudayaan Korea yang memadu padankan budaya tradisional dan modern. Selama sekitar dua tahun tinggal di Korea, ia paling menyukai program Hanok Stay. "Melalui program tersebut, saya bisa merasakan kehidupan tradisional Korea di tengah alam. Itu merupakan pengalaman unik yang tidak pernah saya alami sebelumnya," ungkapnya.
AL-TAL mendapatkan surat kepercayaan resmi pada April lalu dan dilantik Duta Besar Yordania untuk Korea Selatan ketiga secara resmi. Ia selalu menempati posisi penting di Kementerian Luar Negeri Yordania sepanjang karirnya. Ia masuk ke Kemenlu pada tahun 1999 lalu sempat bekerja di Kedubes Yordania di AS, Swiss, dan Belgia.
AL-TAL dikirim untuk bekerja di Kedubes Yordania untuk Korsel pada September 2020. Setelah bekerja selama beberapa waktu, ia diangkat sebagai dubes pengganti sementara pada Agustus 2021. Ia merupakan dubes wanita pertama di Korea yang berasal dari Wilayah Arab.
Korea.net mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Dubes Asal AL-TAL dalam rangka perayaan hubungan diplomatik antara Korsel dan Yordania yang ke-60. Berikut ini adalah petikan dari wawancara tersebut.
- Hubungan diplomatik Korea Selatan dan Yordania sudah mencapai 60 tahun pada tahun ini. Menurut Anda, apa pencapaian paling penting dari perkembangan hubungan yang dimulai sejak tahun 1962 ini?
Saya merasa bangga dengan hubungan khusus antara Yordania dan Korea Selatan yang saat ini berada pada level partner kerja sama. Ini adalah hubungan yang sangat penting. Sudah banyak sekali pencapaian luar biasa selama hubungan 60 tahun ke belakang. Bahkan Raja Abdullah II sudah lima kali mengunjungi Korea Selatan.
Kontrak dan program kerja sama antara kedua negara sudah berlangsung dalam 30 bidang, yaitu politik, ekonomi, perdagangan, penelitian, pendidikan, kebudayaan, olahraga, diplomasi, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan kita sangat erat dan penting.
- Kerja sama dalam bidang apa yang Anda harapkan untuk lebih berkembang?
Saat ini kami sedang mencari kerja sama bilateral dalam bidang industri baru, seperti pariwisata, investasi, teknologi pangan termutakhir, energi yang terbarukan, kecerdasan buatan, serta kesejahteraan. Saya bangga dengan usaha kami ini dan saya berharap akan ada hasil yang terlihat dalam beberapa tahun ke depan.
Dubes Asal AL-TAL dan Direktur Museum Multikultural, Kim Yun-tae, bertukar piagam penghargaan pada hari peringatan hubungan bilateral Korea Selatan dan Yordania tanggal 26 Juli lalu. Saat itu, pameran khusus bertajuk "Mengintip Kebudayaan Yordania" diselenggarakan di Museum Multikultural, Eunpyeong-gu, Seoul. (Kedutaan Besar Yordania untuk Korea Selatan)
- Saat ini Yordan sedang mendorong rencana untuk menjadi negara yang mengembangkan energi hijau pada tahun 2021-2025. Bidang apa yang memerlukan kerja sama dengan Korea Selatan?
Raja Abdullah II mengikuti 2021 P4G Seoul Summit tahun lalu secara daring. Acara tersebut telah memberikan kesempatan besar untuk meningkatkan kerja sama bilateral melalui partnership dalam bidang hijau antara lembaga pemerintah dan swasta. Kerja sama tercapai dalam bidang pangan, pertanian, air, energi, kota, dan roda ekonomi.
Saat ini Yordania sedang bekerja sama erat dengan GGGI (Global Green Growth Institute) yang berada di Seoul dan GCF (Dana Iklim Hijau) yang berada di Incheon. Selain itu Yordania juga merasa terbantu sekali atas bantuan pemerintah Korea yang terus menerus melalui KOICA (Korea International Cooperation Agency) untuk melaksanakan proyek pengembangan hijau dengan lembaga terkait.
- Bagaimana Anda melihat kemungkinan kemajuan kerja sama bilateral dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan, termasuk kebijakan bagi kaum difabel?
Pertama-tama saya ingin berterima kasih kepada Pemerintah Korea yang telah memberikan bantuan melalui KOICA untuk membangun sekolah khusus tuna netra di Amman, Ibu Kota Yordania. Pemerintah Yordania tertarik untuk menggunakan pengalaman Korea Selatan yang telah lebih dulu mengatasi permasalahan terkait kaum difabel. Khususnya adalah pengalaman Korea Selatan dalam memberikan pendidikan melalui fasilitas kesejahteraannya sebelum mendorong kaum difabel untuk hidup di dalam masyarakat.
Pemerintah Yordania saat ini sedang fokus untuk mengembangkan kerja sama dalam bidang kesejahteraan dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan serta KODDI (Korea Disabled People's Development Institute). Saat ini kami sedang dalam proses untuk membuat MoU baru. Sepertinya MoU tersebut juga akan segera ditandatangani.
- Saat ini konten Korea Selatan sedang menjadi perhatian dunia. Yordania pun saat ini sering menjadi tempat syuting untuk film-film besar di dunia. Bagaimana pandangan Anda mengenai hal ini?
Saya sangat senang karena ada beberapa film dan drama Korea yang mengambil adegannya di Yordania. Di Yordania pun saat ini Korean Wave dan budaya Korea sedang populer. Secara umum, konten budaya Korea sedang mendapatkan banyak perhatian. Sudah ada beberapa film Korea yang mengambil adegannya di Yordania. Menurut saya, ini adalah kesempatan yang sangat penting untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata bagus di Yordania, seperti Wadi Rum dan Petra.
Yordania saat ini sudah melonggarkan aturan terkait Covid-19 dan sedang bersiap untuk menyambut kembali turis-turis dari Korea Selatan. Siapa pun bisa datang berkunjung dan menikmati berbagai layanan dan tempat wisata kami, mulai dari yang berbau agama, sejarah, petualangan, atau bahkan layanan medis. Saya berharap masyarakat Korea Selatan bisa mendatangi banyak tempat wisata di Yordania apabila mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Yordania.
Dubes Asal AL-TAL berfoto bersama dengan seniman dari Yordan dan berbagai pejabat yang menghadiri upacara pembukaan pameran khusus bertajuk "Solidarity and Hospitality" pada tanggal 12 Oktober. Pameran tersebut diselenggarakan di Asia Culture Center Gwangju dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Korea Selatan dan Yordania. (Kedutaan Besar Yordania untuk Korea Selatan)
- Kami dengar kalau saat ini sudah ada banyak mahasiswa berprestasi lulusan jurusan bahasa Korea dari The University of Jordan yang berprofesi sebagai penerjemah di Korea Selatan. Bagaimana keadaan saat ini dari jurusan yang didirikan pada tahun 2007 itu?
Mahasiswa-mahasiswa Yordania saat ini sangat tertarik untuk belajar bahasa Korea. Saat ini, sekitar 160-180 orang mahasiswa Yordania belajar bahasa Korea dan setahu saya saat ini angka tersebut terus meningkat. Hal ini karena ketertarikan mereka terhadap hallyu dan kebudayaan Korea. Saya pikir mereka bisa bekerja di perusahaan Korea atau menjadi penerjemah apabila belajar bahasa Korea.
- Bagaimana kesan Anda terhadap upacara penghargaan pada 18 Agustus lalu untuk Korea-Arab Picture Book Translation Competition yang baru pertama kali diadakan?
Di luar dugaan kami, ada banyak mahasiswa dari negara-negara Arab, termasuk Yordania, yang ikut berpartisipasi. Ada banyak pula yang menerima penghargaan saat itu, saya ingat kalau ada salah seorang penerima penghargaan dari Yordania. Ia menerjemahkan sebuah buku cerita anak-anak (Lee Deok-mu yang Menjadi Buku). Akhir-akhir ini saya mulai membaca buku itu.
Penerjemahan adalah salah satu cara dari sebuah peradaban untuk membagikan pengalaman dan kebudayaan mereka dalam sejarah. Penerjemahan dapat membuat peradaban kita menjadi lebih kaya dan bisa membuat kita bekerja sama satu sama lain. Menurut saya, kompetisi penerjemahan kali ini memiliki makna dan menjadi alasan yang luar biasa.
- Anda sudah dua tahun tinggal di Korea per September tahun ini. Bagaimana kehidupan Anda di Korea?
Yang paling saya sukai selama tinggal di Korea Selatan adalah pemandangan yang indah di seluruh wilayah. Saya telah banyak berjalan-jalan ke tempat-tempat yang memiliki pemandangan indah. Saya juga biasanya berjalan kaki di dalam kota Seoul yang indah. Saat ini saya sedang belajar bahasa Korea dan makanan Korea cocok di lidah saya. Saya paling suka barbeku dan ayam goreng khas Korea.
- Apakah ada yang ingin Anda bagikan kepada masyarakat Arab terkait dengan pengalaman Anda di Korea?
Saya sangat senang dan bahagia saat melihat adanya pertukaran yang positif antara masyarakat Yordania dan Korea Selatan. Menurut saya, sangatlah penting bagi masyarakat kedua negara untuk terus bekerja sama dan melakukan pertukaran. (Untuk merayakan hubungan diplomatik ke-60) di Yordania diselenggarakan pertunjukan kebudayaan Korea dan di Seoul diselenggarakan pameran kebudayaan Yordania.
Menurut saya, pertukaran yang seperti ini bisa menjadi sarana khusus bagi pertukaran budaya yang berkelanjutan ke depannya. Saya ingin memberitahukan kepada masyarakat Arab bahwa Yordania dan Korea Selatan saat ini sangat cocok satu sama lain dan sedang terus memperluas kesempatan pertukaran yang aktif antar kedua negara.
- Apakah ada yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca Korea.net sebagai perwakilan wanita Arab?
Saat ini Yordania memiliki delapan orang duta besar wanita. Saya sangat bangga menjadi salah satu bagian dari mereka. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca Korea.net yang telah tertarik untuk mengetahui Yordania. Saya ingin mengucapkan terima kasih juga kepada Korea.net yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menerima wawancara terkait hubungan diplomatik Korea Selatan dan Yordania yang ke-60.