Wartawan Kehormatan

2026.10.21

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Alfia Dewi Masyitoh dari Indonesia
Foto: Alfia Dewi Masyitoh

Setelah sukses digelar di Bandung pada Juni 2026, Festival Oullim Korea hadir kembali untuk menyapa masyarakat Indonesia. Berlokasi di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Festival Oullim Korea kali ini diselenggarakan pada tanggal 17-18 Oktober 2026 dengan tema "Makanan dan Budaya Korea."

Festival ini terwujud berkat kerja sama antara Korean Cultural Center Indonesia (KCCI), Gyeongnam-do Representative Office Indonesia, dan King Sejong Institute (KSI) Surabaya.

Potret pembawa acara mengawali pembukaan Festival Oullim Korea Surabaya pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Potret pembawa acara mengawali pembukaan Festival Oullim Korea Surabaya pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Melalui acara ini, masyarakat Surabaya dan sekitarnya dapat mengenal budaya Korea secara langsung dan lebih dekat.

Pengunjung dapat mengikuti berbagai rangkaian acara menarik, seperti K-Food & K-Craft Experience, K-Pop Dance Cover Competition, Golden Bell Quiz Competition, dan Children’s Drawing Competition.

Tidak hanya itu, dalam festival ini terdapat pula stan Hanbok Experience dan Talkshow Session Gyeongnam yang dapat menambah informasi pengunjung terkait peluang studi maupun wisata di Korea.

Penulis berkesempatan hadir dalam acara pembukaan Festival Oullim Korea Surabaya pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra. Pembukaan dihadiri oleh sejumlah tamu naratama, seperti Konsul Jenderal Kedutaan Besar Korea di Jakarta, Kang Won-jun; Direktur KCCI, Lee Sang-jun; dan Chief Representative Gyeongnam Jakarta Office, Hwang Geuk-jae.

Turut hadir pula Ketua Asosiasi Korea Jawa Timur, Kim Tae-hyun; Direktur KSI Surabaya, Listia Natadjaja; serta Kabid Budaya Disbudporapar Surabaya, Ridzolatullahmad Nurchakim.

Para tamu naratama berpose dalam acara pembukaan Festival Oullim Korea Surabaya pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Para tamu naratama berpose dalam acara pembukaan Festival Oullim Korea Surabaya pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Sambutan acara disampaikan oleh Konsul Jenderal Kedutaan Besar Korea dan Direktur KSI Surabaya. Dalam sambutannya, Konsul Jenderal, Kang Won-jun, menyampaikan bahwa Festival Oullim menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat Indonesia untuk mencicipi dan menikmati kuliner khas serta semakin mengenal budaya Korea.

Sementara itu, Direktur KSI Surabaya, Listia Natadjaja, juga mengapresiasi acara ini sebagai simbol keharmonisan hubungan diplomatik antara Korea dan Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap festival ini dapat menjadi wadah pertukaran budaya yang mempertemukan orang-orang dengan berbagai latar belakang berbeda untuk saling membangun kerja sama harmonis yang melampaui batas-batas budaya.

Harmonisme ini juga ditunjukkan dalam penampilan pembuka tari buchaechum atau kesenian tari kipas tradisional dari Korea. Gerakan kipas yang dibuka, ditutup, dan diputar dalam lingkaran tampak seperti bunga yang cantik, melambangkan keanggunan para penari dan keindahan yang bersatu dalam harmoni.

Penampilan tari buchaechum (kesenian tari kipas tradisional Korea) sebagai pembuka acara Festival Oullim Korea Surabaya pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Penampilan tari buchaechum (kesenian tari kipas tradisional Korea) sebagai pembuka acara Festival Oullim Korea Surabaya pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Yang tidak kalah menarik adalah prosesi penyerahan gat (topi tradisional Korea) dan belangkon. Secara bergantian, Konsul Jenderal, Kang Won-jun, dan Kabid Ridzolatullahmad saling bertukar penutup kepala tradisional yang sekaligus menandakan pembukaan Festival Oullim Korea Surabaya.

Kabid Budaya Disbudporapar Surabaya Ridzolatullahmad Nurchakim (kiri) mengenakan gat (topi tradisional Korea) dan Konsul Jenderal Kedutaan Besar Korea Kang Won-jun (kanan) mengenakan belangkon sebagai simbol pertukaran budaya sekaligus pembukaan Festival Oullim Korea pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Kabid Budaya Disbudporapar Surabaya Ridzolatullahmad Nurchakim (kiri) mengenakan gat (topi tradisional Korea) dan Konsul Jenderal Kedutaan Besar Korea Kang Won-jun (kanan) mengenakan belangkon sebagai simbol pertukaran budaya sekaligus pembukaan Festival Oullim Korea pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Di stan K-Food Experience, penulis dan pengunjung lainnya dapat mencicipi langsung beberapa camilan khas Korea yang sudah disiapkan seperti zukini goreng, ubi goreng, panekuk kucai, tokpoki, bungeoppang (kue bentuk ikan), danmuji (asinan lobak), serta yujacha (teh lemon madu).

Potret beberapa contoh camilan khas Korea di stan K-Food Experience Festival Oullim Korea pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Potret beberapa contoh camilan khas Korea di stan K-Food Experience Festival Oullim Korea pada hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Sementara itu, di stan Gyeongnam Session penulis menikmati cheongpodocha (teh anggur hijau) yang merupakan produk unggulan asli Provinsi Gyeongnam. Di stan ini pula pengunjung dapat menggali informasi terkait peluang studi serta destinasi wisata menarik di Provinsi Gyeongnam Korea.

Selain itu, stan Hanbok Experience juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi penulis. Di stan ini penulis serta pengunjung lainnya berkesempatan untuk merasakan langsung sensasi memakai hanbok dengan berbagai motif dan warna yang menarik.

Potret stan Hanbok Experience bersebelahan dengan stan DIY Maedeup tempat pengunjung dapat mencoba hanbok dan membuat kerajinan simpul tali tradisional Korea pada Festival Oullim Korea hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Potret stan Hanbok Experience bersebelahan dengan stan DIY Maedeup tempat pengunjung dapat mencoba hanbok dan membuat kerajinan simpul tali tradisional Korea pada Festival Oullim Korea hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Di stan K-Craft Experience, pengunjung dapat belajar membuat maedeup (kerajinan simpul tradisional Korea) yang dapat dijadikan sebagai gantungan kunci atau hiasan. Tali tersebut kemudian dirangkai menjadi simpul yang cantik dan diberi pengait untuk digantung.

Potret pembuatan maedeup (kerajinan simpul tali Korea) di stan K-Craft Experience pada Festival Oullim Korea hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Potret pembuatan maedeup (kerajinan simpul tali Korea) di stan K-Craft Experience pada Festival Oullim Korea hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Di saat yang sama, para peserta Golden Bell Quiz Competition saling bersaing untuk memperebutkan hadiah menarik. Dalam kompetisi ini, kemampuan dan pengetahuan mereka diuji untuk akhirnya dipilih tiga orang pemenang utama. Para peserta diberi pertanyaan seputar budaya, kuliner, kehidupan, sejarah, maupun hal-hal menarik lainnya tentang Korea.

Potret pembawa acara memandu rangkaian acara Golden Bell Quiz Competition pada Festival Oullim Korea hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Potret pembawa acara memandu rangkaian acara Golden Bell Quiz Competition pada Festival Oullim Korea hari Sabtu (17/10/2026) di Universitas Kristen Petra, Surabaya.


Selain menguji pengetahuan tentang Korea, bagi penulis festival ini juga mewadahi talenta dan minat masyarakat Indonesia terhadap Korea. Hal ini dibuktikan dengan adanya rangkaian acara K-Pop Dance Cover Competition, Children's Drawing Competition, dan K-Noraebang.

Melalui festival ini penulis dan masyarakat pada umumnya dapat memperkaya wawasan, belajar, serta mengenal budaya Korea lebih dekat. Dengan rangkaian acara yang menarik dan interaktif, pengalaman mengenal budaya Korea secara langsung terasa lebih nyata dan berkesan.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait