Wartawan Kehormatan

2026.10.19

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: Maulia Resta Mardaningtias

Pada hari Senin (12/10/2026), Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) bersama The Society of Asian Ethno-Forms membuka pameran pertukaran kerajinan tradisional Korea-Indonesia 2026 bertajuk "Sentuhan Tangan Para Maestro yang Menghubungkan Waktu" di Aula Multifungsi KCCI yang ditata sedemikian rupa menjadi Ruang Pameran KCCI.

Acara ini diselenggarakan oleh The Society of Asian Ethno-Forms dan Asosiasi Seniman Indonesia, dengan dukungan Kementerian Luar Negeri Republik Korea, Korea Heritage Service, dan Korea Heritage Agency, serta bekerja sama dengan KCCI, Korean Association in Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Potret suasana lobi Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026) yang menampilkan enam karya seni tradisional Korea.

Potret suasana lobi Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026) yang menampilkan enam karya seni tradisional Korea.


Dalam kunjungan penulis pada hari Selasa (13/10/2026), terdapat lebih dari 40 karya kerajinan para seniman yang dipamerkan.

Setiap karya menampilkan keunikan bentuk, warna, dan gradasi indah yang merefleksikan karakter masing-masing negara.

Sesampainya di KCCI, pengunjung disambut enam karya yang dipajang di dinding lobi. Tiga di antaranya adalah lukisan tradisional di atas sutra karya Choi Young-mee berjudul "Hwajeopdo" (Bisikan Kupu-Kupu Musim Panas), Ahn Ja-young berjudul "Hwajeopdo Bunga Wisteria," serta In Mi-nae berjudul "Lukisan Bunga dan Burung."

Ketiga karya tersebut dipajang berdampingan layaknya kembar tiga, menampilkan keindahan pigmen tradisional Korea seperti bongchae dan bunchae, yaitu pigmen mineral tradisional yang digunakan dalam lukisan dan dekorasi.

Potret karya seniman Lee Ji-young berjudul Pegunungan dan Sungai Korea yang Indah di lobi Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).

Potret karya seniman Lee Ji-young berjudul "Pegunungan dan Sungai Korea yang Indah" di lobi Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).


Di sampingnya, terdapat tiga karya lain, yaitu lukisan "Kupu-Kupu di Taman" karya Kim Kye-ok, lukisan kain "Pegunungan dan Sungai Korea yang Indah" karya Lee Ji-Young, serta karya "Bokeh" berupa potongan sutra oksa berbentuk heksagonal berwarna indigo karya Yoon Yeo-jin.

Lukisan karya Lee Ji-Young menarik perhatian penulis karena selain menampilkan ketenangan alam Korea melalui gradasi biru yang menawan. Karya tersebut dilukis di atas kain yang kemudian dibingkai dan menjadikannya terasa sangat istimewa.

Potret area pertama pada ruang utama pameran pertukaran kerajinan tradisional Korea- Indonesia di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).

Potret area pertama pada ruang utama pameran pertukaran kerajinan tradisional Korea- Indonesia di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).


Memasuki ruang utama pameran, pengunjung dapat melihat karya seniman Korea dan Indonesia yang dipajang berseberangan. Hanbok raja dan permaisuri ditampilkan berhadapan dengan lukisan "Partikel Kulit Telur" karya Nidiya Kusmaya.

Di sisi lain, lukisan "Merah" karya Dian Widiawati dipajang bersama karya Hwang Eun-kyung berjudul "Waktu yang Terukir di Ujung Jariku."

Lukisan kain milik Hwang Eun-kyung menggunakan teknik pewarnaan rintang lilin dengan nila alami pada kain katun. Dari kejauhan, karya tersebut menyerupai batik hingga penulis membaca deskripsi yang menjelaskan bahwa teknik yang digunakan adalah wax-resist dyeing. Kemiripan metode inilah yang membuat karya seniman Korea tersebut tampak dekat dengan tradisi membatik Indonesia.

Potret lukisan harimau di atas kayu yang diwarnai dengan pola tradisional Korea di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).

Potret lukisan harimau di atas kayu yang diwarnai dengan pola tradisional Korea di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).


Di bagian terdalam pameran, pengunjung dapat menemukan beragam karya lain. Salah satunya adalah gambaran harimau yang menghuni Korea dan Indonesia karya Kim Dong-gwi. Lukisan ini diwujudkan melalui kayu bercat dengan pola tradisional Korea saekdong, yaitu garis-garis warna khas Korea.

Ada pula karya seniman Sohn Dae-hyun berupa wadah buah dengan tutup menyerupai guci, dihiasi motif bunga liar yang dibuat dengan teknik menempelkan jagae, lapisan berkilau dari cangkang kerang laut.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat karya yang menggambarkan pengantin wanita Korea tahun 1990-an, serta karya berbentuk norigae, hiasan gantung tradisional Korea yang biasa dipakai sebagai aksesori pada hanbok.

Tak kalah menarik, terdapat kerajinan berbentuk jogakbo, kain patchwork tradisional Korea yang dihias dengan tulisan menggunakan teknik sulam.

Potret wadah buah bermotif bunga liar karya Sohn Dae-hyun dengan hiasan dari cangkang kerang laut di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).

Potret wadah buah bermotif bunga liar karya Sohn Dae-hyun dengan hiasan dari cangkang kerang laut di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada hari Selasa (13/10/2026).


Selain menampilkan karya seni, pameran ini juga menghadirkan kegiatan interaktif.

Pada hari Selasa (13/10/2026), pengunjung berkesempatan mengikuti Kuliah Teori Pewarnaan Tekstil: Obangsaek yang dipandu langsung oleh Lee Ji-Young, maestro pewarnaan alami yang juga menampilkan karyanya dalam pameran.

Sementara itu, pada tanggal 14-16 Oktober 2026, pengunjung dapat mengikuti aktivitas membatik dengan canting.

Potret dua motif kain dengan desain ikan, serta lukisan tradisional Korea, Irworobongdo, yang digunakan dalam kegiatan Pengalaman Membatik dengan Canting pada hari Rabu (14/10/2026) di KCCI.

Potret dua motif kain dengan desain ikan, serta lukisan tradisional Korea, "Irworobongdo," yang digunakan dalam kegiatan "Pengalaman Membatik dengan Canting" pada hari Rabu (14/10/2026) di KCCI.


Penulis mengikuti kegiatan membatik pada hari Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini dipandu langsung oleh instruktur dari Museum Tekstil Jakarta.

Menariknya, motif yang ditawarkan tidak hanya khas Jakarta, tetapi juga menghadirkan desain Korea seperti lukisan tradisional "Irworobongdo" dan Cheomseongdae, observatorium tertua di Asia yang terletak di Gyeongju.

Peserta dapat mempelajari dasar membatik sekaligus memadukan metode tradisional Indonesia dengan desain khas Korea.

Potret brosur informasi mengenai pameran pada hari Selasa (13/10/2026) di KCCI.

Potret brosur informasi mengenai pameran pada hari Selasa (13/10/2026) di KCCI.



margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait