Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: Maulia Resta Mardaningtias
Pada hari Kamis (15/102026), penulis berkesempatan menghadiri acara pembukaan ASEAN Korea Film Festival (AKFF) 2026 di CGV Pacific Place, Jakarta.
AKFF merupakan festival film tahunan yang diselenggarakan oleh ROK Mission to ASEAN sebagai upaya mempererat kerja sama antara Korea dan negara-negara ASEAN melalui karya kreatif perfilman.
Potret tempat registrasi dan penukaran tiket ASEAN Korea Film Festival (AKFF) 2026 pada hari Kamis (15/10/2026) di CGV Pacific Place, Jakarta.
Festival kali ini berlangsung selama tiga hari hingga hari Sabtu (17/10/2026). Para penikmat film dapat menikmati enam film pilihan secara gratis dengan sistem undian melalui aplikasi CGV. Dari enam film tersebut, tiga berasal dari Korea, sementara tiga lainnya dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebelum acara pembukaan dimulai, ROK Mission to ASEAN menghadirkan penayangan film pendek dan diskusi bersama dua sutradara yang tergabung dalam FLY Program melalui acara bertajuk FLY Films Screening & Special Conversation with FLY Directors.
Potret brosur ASEAN Korea Film Festival (AKFF) 2026 beserta suvenir pada hari Kamis (15/10/2026) di CGV Pacific Place, Jakarta.
FLY (Film Leaders Incubators) Program merupakan kolaborasi perfilman antara ASEAN dan Korea yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri Republik Korea dan ASEAN-Korea Cooperation Fund (AKCF), serta diorganisasi oleh Busan Film Commission. Program ini dirancang untuk melatih sineas muda agar dapat berkembang di tingkat internasional melalui bimbingan, produksi, dan jejaring profesional.
Penayangan dimulai dengan lima film pendek, yakni Laughing and Crying, Mey Long, Last Light, Jiwo, dan Kado.
Potret dari kiri ke kanan, Kim Geba sebagai moderator, Luhki Herwanayogi, dan Aditya Ahmad, dua sutradara Indonesia pada sesi Special Conversation with FLY Directors hari Kamis (15/10/2026) di CGV Pacific Place, Jakarta
Setelah itu, berlangsung diskusi bersama dua sutradara Indonesia, Luhki Herwanayogi dan Aditya Ahmad, yang membagikan pengalaman mereka dalam proses kreatif serta partisipasinya dalam FLY Program.
Salah satu film yang paling berkesan bagi penulis adalah Jiwo karya Luhki Herwanayogi yang mengisahkan seorang ayah yang berjuang menghadapi gangguan mental dan berusaha tetap tegar demi keluarganya pada hari pernikahan sang putri. Ceritanya yang sangat sederhana, tetapi terasa dekat sehingga membuat film ini meninggalkan kesan mendalam.
Potret Duta Besar ROK Mission to ASEAN, Lee Chul (kiri), bersama Duta Besar Thailand untuk ASEAN, Prinat Apirat (kanan), saat menghadiri acara pembukaan ASEAN Korea Film Festival (AKFF) 2026 pada hari Kamis (15/10/2026) di CGV Pacific Place, Jakarta.
Usai sesi diskusi, acara pembukaan AKFF khusus undangan dimulai. Kata sambutan disampaikan oleh Duta Besar Thailand untuk ASEAN, Prinat Apirat, serta Duta Besar ROK Mission to ASEAN, Lee Chul.
Dalam pidatonya, Duta Besar Prinat Apirat menekankan kekuatan film sebagai medium yang mampu mendekatkan masyarakat lintas budaya.
Sementara itu, Duta Besar Lee Chul menyapa para hadirin, sekaligus mengungkapkan bahwa film Hope yang secara khusus ditayangkan pada hari pembukaan AKFF 2026 dapat menjadi sarana menarik untuk belajar bahasa Korea karena dialog-dialognya yang cukup sederhana.
Potret papan yang menampilkan deretan film dalam ASEAN Korea Film Festival (AKFF) 2026 pada hari Kamis (15/10/2026) di CGV Pacific Place, Jakarta.
Setelah sambutan, para tamu undangan diarahkan ke ruang bioskop untuk menyaksikan pemutaran film Korea terbaru berjudul Hope. Sebelum film dimulai, ditayangkan pula video karya pemenang kontes Your-K Your-ASEAN 2026.
Hope merupakan film garapan sutradara Na Hong Jin yang berlatar di sebuah desa kecil dekat perbatasan Korea bernama Hope Harbor. Desa tersebut diguncang teror dari makhluk misterius sehingga memaksa Bum-seok, kepala polisi desa yang diperankan Hwang Jung Min, bersama timnya untuk menyelidiki dan menghentikan ancaman tersebut.
Potret suasana dalam studio bioskop CGV Pacific Place saat pembukaan ASEAN Korea Film Festival (AKFF) 2026 pada hari Kamis (15/10/2026) di CGV Pacific Place, Jakarta.
Selain film Hope, penonton juga dapat menikmati film lain seperti Reawakened Man (Korea), Mojoku Hilang (Malaysia), Senin Harga Naik (Indonesia), Colony (Korea), dan Gohan (Thailand).
Melalui penayangan berbagai film pendek yang penuh dengan makna, hingga penayangan film panjang yang penuh fantasi dan imajinasi, AKFF 2026 menjadi ruang yang memperlihatkan bagaimana sinema mampu memperkuat ikatan antar-bangsa melalui layar lebar.
Pojok foto gratis juga tersedia dalam rangkaian ASEAN Korea Film Festival (AKFF) 2026 pada hari Jumat (16/10/2026), di CGV Pacific Place, Jakarta.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.