Penulis: Wartawan Kehormatan Amanda Larasati dari Indonesia
Foto: Amanda Larasati
Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea di Indonesia menyelenggarakan Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12-13 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta. Festival ini mengusung tema "Ariari Arario" yang diambil dari lagu rakyat Korea "Arirang."
Potret pameran karya seniman dan penulis Korea di Indonesia dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Festival ini menghadirkan pameran karya seniman dan penulis Korea yang tinggal di Indonesia serta pertunjukan tarian dan musik Korea. Penulis berkesempatan untuk menghadiri pameran tersebut pada tanggal 12 September.
Area berfoto dengan cermin kerang disediakan bagi pengunjung pameran karya seniman dan penulis Korea di Indonesia yang dipotret pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Seorang staf pameran bernama Hyewon mengungkapkan pameran ini menampilkan karya-karya seniman dan penulis Korea di Indonesia seperti lukisan, kaligrafi Korea, dan puisi.
Para seniman dan penulis yang berpartisipasi dalam pameran ini merupakan bagian dari beberapa perkumpulan seni dan sastra Korea di Indonesia seperti Asosiasi Penulis Korea di Indonesia, Asosiasi Seni Korea di Indonesia, Asosisasi Mukhyang Minhwa, dan Asosisasi Kaligrafi Mimipi.
Tema "Ariari Arario" yang diambil dari lagu rakyat Korea "Arirang" melambangkan persatuan dan harmoni antara Korea dan Indonesia melalui seni dan budaya. Festival ini menunjukkan cara seni, sastra, musik, dan tarian menghubungkan Korea dan Indonesia.
Pameran dibuka dengan prosesi pengguntingan pita oleh para naratama dari perwakilan warga Korea dan lembaga Korea di Indonesia pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea juga menjadi sarana bagi para seniman dan penulis Korea di Indonesia untuk tetap melestarikan kesenian tradisional dan sastra mereka meskipun tinggal di negeri lain.
Karya-karya lukisan, kaligrafi Korea, dan puisi dipajang pada bingkai di panel pameran yang berlatar belakang hitam sehingga membuat karya-karya tersebut terlihat semakin menonjol. Di bagian bawah atau samping karya terdapat label informasi yang menampilkan judul karya, nama seniman, media karya, dan ukuran.
Penulis takjub dengan karya-karya yang ditampilkan pada pameran ini. Pertama, penulis berkeliling area kaligrafi hangeul. Tidak hanya guratan yang indah, kaligrafi-kaligrafi Korea tersebut juga dihias dengan gambar-gambar yang cantik.
Salah satu kaligrafi Korea yang menyentuh hati penulis pada pameran ini adalah kaligrafi karya Kim So Young yang bertuliskan "Terima Kasih. Hariku Bersinar Berkat Kalian." Karya ini merupakan ungkapan terima kasih dan apresiasi terhadap berbagai pihak yang membuat harinya bermakna.
Kaligrafi Korea karya Kim So Young tentang ungkapan terima kasih yang dipamerkan dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Selanjutnya ada kaligrafi karya Oh Soon-ok yang menarik perhatian penulis. Kaligrafi berjudul "Arirang-Mendekap Baekja" berisi tulisan "Arirang" dengan tinta biru yang membentuk siluet baekja (porselen putih tradisional Korea).
Kaligrafi Korea karya Oh Soon-ok yang memperlihatkan siluet porselen tradisional Korea yang dipamerkan dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Kemudian penulis beranjak ke bagian lukisan. Perhatian penulis tertuju pada lukisan "Irworobongdo" (lukisan matahari, bulan, dan lima puncak gunung) karya Choi Ho Yun.
Potret lukisan tradisional Korea "Irworobongdo" karya Choi Ho Yun yang dipamerkan dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Dua lukisan karya Heo Ja Kyung yang berjudul "Jakyung's Tiger and Magpie" juga membuat penulis terpesona karena teknik yang digunakan. Lukisan yang menampilkan harimau dan burung murai ini dibuat dengan teknik mother-of-pearl yang menggunakan potongan cangkang kerang.
Potret lukisan Heo Ja Kyung berjudul "Jakyung's Tiger and Magpie" yang dipamerkan dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Selain dapat melihat lukisan tradisional Korea dengan detail dan teknik yang mengesankan, lukisan-lukisan bunga banyak ditampilkan pada pameran ini. Warna-warna bunga yang cerah memberikan nuansa keceriaan.
Salah satu lukisan bunga berjudul "Buket Bunga Peoni" karya Choi Ho Yun yang dipamerkan dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Ada pula lukisan tradisional Korea dengan gambar hewan seperti lukisan berjudul "Kupu-Kupu dan Kucing" yang juga merupakan karya Choi Ho Yun. Karya ini memperlihatkan lima ekor kucing dan kupu-kupu.
Lukisan "Kupu-Kupu dan Kucing" karya Choi Ho Yun yang dipamerkan dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Momen berkesan lainnya bagi penulis ketika mengunjungi pameran adalah mendapatkan buku berjudul Sastra Indonesia Vol.10 yang merupakan publikasi Asosiasi Penulis Korea di Indonesia.
Buku tersebut adalah kumpulan tulisan yang terdiri dari esai dan puisi karya Asosiasi Penulis Korea di Indonesia serta karya para pemenang Penghargaan Sastra Khatulistiwa ke-7 tahun 2025. Penghargaan Sastra Khatulistiwa adalah kompetisi menulis bagi warga Korea yang menetap di Indonesia.
Pengunjung pameran mendapatkan buku kumpulan tulisan Korea terbitan Asosiasi Penulis Korea di Indonesia dalam Festival Asosiasi Kebudayaan dan Seni Korea ke-9 pada tanggal 12 September 2026 di Lotte Mall, Jakarta.
Beberapa karya pemenang Penghargaan Sastra Khatulistiwa ke-8 juga ditampilkan pada pameran ini. Tidak hanya tulisan, puisi-puisi tersebut juga disertai gambar hingga membuatnya terlihat lebih menarik.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.