Wartawan Kehormatan

2026.10.06

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Annisa Mujahidah Robbani dari Indonesia
Foto: Annisa Mujahidah Robbani

King Sejong Institute (KSI) Mataram kembali menggelar Korean Movie Day: HOPE pada tanggal 26 September 2026 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 orang, termasuk peserta didik KSI dan masyarakat umum di Lombok.

Pemutaran film Korea ini bertujuan memperkenalkan bahasa, kebiasaan, nilai keluarga, dan kehidupan sosial masyarakat Korea. Acara ini sekaligus menjadi ruang interaksi antara peserta didik KSI dan pencinta budaya Korea di Lombok.

Proses pendaftaran para peserta yang mengikuti kegiatan Korean Movie Day: HOPE pada tanggal 26 September 2026 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Proses pendaftaran para peserta yang mengikuti kegiatan Korean Movie Day: HOPE pada tanggal 26 September 2026 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Nusa Tenggara Barat.


HOPE merupakan film fiksi ilmiah, triler, dan aksi karya Na Hong Jin, sutradara The Chaser dan The Wailing. Film berdurasi 156 menit ini dirilis di Korea pada tanggal 15 Juli 2026, masuk kompetisi utama Festival Film Cannes ke-79, dan telah menarik jutaan penonton.

Film ini dibintangi Hwang Jung Min, Zo In Sung, Hoyeon, Michael Fassbender, Alicia Vikander, Cameron Britton, dan Taylor Russell. Berlatar desa terpencil di Pelabuhan Hopo dekat zona demiliterisasi (DMZ), cerita bermula ketika sekelompok pemburu melaporkan serangan harimau liar terhadap ternak warga.

Kepala polisi Bum Seok dan petugas Sung Ae berusaha melindungi warga, sementara Sung Ki bersama kelompok pemburu melacak harimau tersebut. Namun, ancaman itu ternyata berasal dari makhluk misterius yang menyerang ternak dan penduduk serta menghancurkan desa, mengubah ketenangan warga menjadi teror.

Poster kegiatan Korean Movie Day: HOPE pada tanggal 26 September 2026 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Poster kegiatan Korean Movie Day: HOPE pada tanggal 26 September 2026 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Nusa Tenggara Barat.


Penulis turut merasakan ketegangan film HOPE yang sesekali diselingi humor. Na Hong Jin tidak langsung memperlihatkan sosok makhluk misterius sehingga penonton ikut larut dalam kepanikan warga desa. Dialog-dialog lucu yang disisipkan di tengah teror pun mengundang tawa peserta.

Bagian favorit penulis adalah ketika Sung Ae datang menyelamatkan Bum Seok dari serangan makhluk misterius. Adegan kejar-kejaran antara keduanya dan makhluk tersebut membuat penulis serta peserta lain berteriak karena terbawa ketegangan.

Menariknya, beberapa peserta di luar KSI Mataram, termasuk ibu-ibu paruh baya, spontan berseru "An dwae!" (Tidak boleh!), "Haji ma!" (Jangan!), dan "Josimhae!" (Hati-hati!). Ungkapan bahasa Korea tersebut terdengar saat mereka turut larut dalam ketegangan film.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi sarana belajar bahasa Korea yang menyenangkan di luar kelas, terutama untuk mengenali dan menggunakan ungkapan sesuai situasi. Setelah pemutaran berakhir, KSI Mataram melanjutkan acara dengan undian hadiah yang menambah keseruan peserta.

Penulis bersama teman-teman kelas KSI level intermediate 3A dan guru bahasa Korea KSI Mataram berfoto bersama dalam kegiatan Korean Movie Day: HOPE pada tanggal 26 September 2026 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Penulis bersama teman-teman kelas KSI level intermediate 3A dan guru bahasa Korea KSI Mataram berfoto bersama dalam kegiatan Korean Movie Day: HOPE pada tanggal 26 September 2026 di CGV Cinemas Transmart Mataram, Nusa Tenggara Barat.



margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait