Wartawan Kehormatan

2026.10.06

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian
Penulis: Wartawan Kehormatan Amanda Larasati dari Indonesia
Foto: Amanda Larasati

Pada tanggal 27 September 2026 penulis berkesempatan menghadiri bincang buku berjudul Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? yang menghadirkan penulis Korea, Choi Jungkiu, dan dosen Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia (BKK UI), Zaini sebagai narasumber. Acara ini diselenggarakan oleh Toko Buku Kinokuniya dan Penerbit Palmerah Syndicate di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.

Selain seorang penulis buku, Choi merupakan seorang praktisi strategi bisnis dan transformasi digital. Ia pernah berkarier di beberapa lembaga konsultasi manajemen internasional.

Potret narasumber dan moderator dalam bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? dari kiri ke kanan: Zaini, Choi Jungkiu, Dara, dan Zahra Ramdhania Dewi tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.

Potret narasumber dan moderator dalam bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? dari kiri ke kanan: Zaini, Choi Jungkiu, Dara, dan Zahra Ramdhania Dewi tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.


Choi dan Zaini mengungkap fenomena K-Pop yang semakin berkembang pesat dan faktor yang mendukung kesuksesan K-Pop di pasar global. Diskusi dipandu oleh Zahra Ramdhania Dewi dan Dara sebagai moderator. Kehadiran dosen BKK UI sebagai pembahas dalam bincang buku ini turut memperkuat diskusi dari sudut pandang akademis.

Peserta yang terdiri dari akademisi, penggemar K-Pop hingga masyarakat umum yang tertarik dengan K-Pop pun diajak untuk mengenal cara K-Pop menarik minat masyarakat luas, perkembangan industri kreatif Korea, hingga upaya untuk mengembangkan industri kreatif Indonesia agar dapat bersaing secara global seperti K-Pop.

Acara dibuka dengan peluncuran buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? yang turut dihadiri oleh Tri Haryono selaku perwakilan dari Penerbit Palmerah Syndicate.

Tri Haryono selaku perwakilan Penerbit Palmerah Syndicate, Zaini selaku dosen BKK UI, dan Choi Jungkiu selaku penulis buku berfoto bersama pada peluncuran buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? sebelum bincang buku berlangsung tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.

Tri Haryono selaku perwakilan Penerbit Palmerah Syndicate, Zaini selaku dosen BKK UI, dan Choi Jungkiu selaku penulis buku berfoto bersama pada peluncuran buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? sebelum bincang buku berlangsung tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.


Tri dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kedisiplinan dan kerja keras para talenta K-Pop serta dukungan pemerintah Korea turut mendorong popularitas K-Pop di berbagai penjuru dunia. Ia berharap keberhasilan K-Pop tersebut dapat menginspirasi Indonesia untuk memaksimalkan potensi industri kreatif dalam negeri.

Dalam bincang buku tersebut, Choi menyatakan dirinya adalah seorang penggemar K-Pop dari mulai tahun 1985. Ia aktif mengikuti perkembangan K-Pop dari generasi ke generasi. Dari yang awalnya hanya seorang penggemar, ia mulai mendalami fenomena K-Pop hingga meneliti tentang K-Pop. Bahkan disertasi Choi membahas K-Pop.

Choi Jungkiu selaku penulis buku menuturkan keterkaitannya terhadap K-Pop mendorongnya untuk mengeksplorasi K-Pop lebih jauh dalam bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.

Choi Jungkiu selaku penulis buku menuturkan keterkaitannya terhadap K-Pop mendorongnya untuk mengeksplorasi K-Pop lebih jauh dalam bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.


Di awal pemaparannya, Choi menjelaskan empat faktor yang membuat K-Pop menonjol dibandingkan dengan musik-musik lainnya.

Pertama adalah kreativitas musisi K-Pop dalam menggabungkan beberapa genre musik yang berbeda seperti electro, house, dan hiphop sehingga K-Pop terdengar lebih berwarna.

Kedua adalah lagu-lagu K-Pop menyampaikan pesan-pesan positif bagi pendengarnya, seperti pesan untuk mencintai diri sendiri, menghargai sesama manusia, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Tidak hanya vokal, menurut Choi faktor sinkronisasi tarian yang baik juga membuat K-Pop menonjol. Para musisi K-Pop berlatih dengan intensif untuk menampilkan koreografi lagu-lagu mereka agar terlihat rapi dan kompak.

Faktor keempat adalah kreativitas yang tercermin dari busana, tata rias para artis hingga video musik yang kreatif dan menarik.

"Kombinasi antara talenta K-Pop yang unggul, produser musik yang hebat, dukungan dan kebijakan pemerintah Korea, serta fandom yang kuat turut membangun kesuksesan K-Pop," imbuh Choi.

Selain itu, perkembangan K-Pop juga mendorong adanya kolaborasi lintas negara dalam berkarya. Menurut Choi, musisi-musisi K-Pop saat ini telah banyak bekerja sama dengan penyanyi, penulis lirik, produser, maupun koreografer dari berbagai negara.

Zaini dari Universitas Indonesia selaku pembahas mengungkapkan adanya proses panjang di balik kesuksesan K-Pop dalam bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.

Zaini dari Universitas Indonesia selaku pembahas mengungkapkan adanya proses panjang di balik kesuksesan K-Pop dalam bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.


Sementara itu, Zaini sebagai pembahas di awal pemaparannya menyoroti bagaimana budaya populer Korea begitu diminati di Indonesia. Sebagai contoh, jumlah pendaftar kelas budaya populer Korea di Universitas Indonesia yang Zaini ajar selalu tinggi.

Menanggapi penjelasan Choi, Zaini menambahkan bahwa ekosistem K-Pop yang kuat telah dibangun bertahun-tahun. Kemajuan K-Pop tidak dicapai dalam sekejap. Ada proses panjang yang melahirkan kesuksesan K-Pop. Berdasarkan penjelasan Zaini, budaya populer Korea mulai berkembang di masa pemerintahan Presiden Kim Dae Jung.

Menurut Zaini, perkembangan teknologi dan media sosial juga berkontribusi bagi penyebaran K-Pop ke berbagai belahan dunia.

Zaini menilai salah satu dampak positif yang dirasakan dari perkembangan K-Pop adalah kemajuan perekonomian Korea.

Selain itu, ia juga mengungkapkan musisi K-Pop turut berperan dalam menyuarakan isu-isu sosial kemanusiaan misalnya melalui beberapa perwakilan grup K-Pop yang pernah berpidato dalam forum internasional tentang berbagai isu global.

Salah satu pemaparan Zaini yang menarik perhatian penulis adalah cara K-Pop memadukan budaya populer dan budaya tradisional Korea. Zaini mencontohkan bagaimana grup-grup K-Pop mengenalkan berbagai budaya tradisional Korea melalui musik video dan konten-konten media sosial mereka seperti pakaian dan makanan tradisional Korea.

Menurut Zaini, pemerintah Korea juga memberikan perhatian dan memfasilitasi pelaku seni Korea tidak hanya musisi K-Pop tetapi juga seniman jalanan. Berdasarkan cerita Zaini ketika ia menempuh pendidikan di Korea, musisi-musisi jalanan Korea disediakan tempat yang layak untuk mereka menggelar pertunjukan musik.

Potret seorang peserta bertanya kepada narasumber pada bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.

Potret seorang peserta bertanya kepada narasumber pada bincang buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? tanggal 27 September 2026 di Toko Buku Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta.


Melalui diskusi ini penulis semakin memahami bahwa kesuksesan K-Pop tercipta dari kerja keras dan kolaborasi solid dari berbagai pihak.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait