Wartawan Kehormatan

2026.10.01

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Yuliana Jasin dari Indonesia
Foto: Yuliana Jasin

Seutas benang, beberapa simpul, dan ornamen kecil ternyata dapat membawa peserta menyelami cerita panjang tentang budaya Korea. Itulah yang terasa dalam Sejong Culture Academy 2026 bertema K-Traditional Crafts. Tidak sekadar mengenal kerajinan tradisional, peserta diajak memahami makna di balik norigae sekaligus merangkainya dengan tangan sendiri.

Sejong Culture Academy 2026 digelar King Sejong Institute Jakarta bersama Sejong Culture Academy pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.

Sejong Culture Academy 2026 digelar King Sejong Institute Jakarta bersama Sejong Culture Academy pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.


Kegiatan yang menghadirkan ahli budaya Kim Kyeong Mi ini diselenggarakan oleh King Sejong Institute Jakarta bekerja sama dengan Sejong Culture Academy pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta. Setiap sesi diikuti sekitar 20 orang peserta. Penulis mengikuti sesi keempat yang berlangsung pada hari Jumat (25/09/2026).

Sebelum masuk ke praktik membuat norigae, peserta terlebih dahulu diajak mengenal hanbok, pakaian tradisional Korea. Kim menjelaskan bagian-bagian hanbok, termasuk jeogori sebagai atasan serta baji atau chima sebagai bagian bawah.

Pergantian musim juga memengaruhi bahan yang digunakan pada hanbok. Sutra digunakan pada musim semi, sementara kain dari pohon rami yang ringan digunakan pada musim panas. Memasuki musim gugur, warna kuning dan cokelat menyerupai daun yang berguguran. Saat musim dingin, bahan tambahan seperti bulu digunakan untuk memberikan kehangatan.

Kim Kyeong Mi mengenalkan perkembangan pakaian tradisional Korea dari masa ke masa dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.

Kim Kyeong Mi mengenalkan perkembangan pakaian tradisional Korea dari masa ke masa dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.


Dari hanbok, peserta kemudian diajak mengenal norigae, aksesori tradisional yang dikenakan pada hanbok atau rok. Bentuknya tersusun dari beberapa bagian, mulai dari penghubung, ornamen utama, simpul hias tradisional Korea, hingga rumbai. Simpul tersebut dapat dibentuk menjadi berbagai pola, seperti kupu-kupu, bunga, dan capung.

Yang membuat norigae semakin menarik adalah makna yang terdapat di balik berbagai motifnya. Kupu-kupu berkaitan dengan kebahagiaan dan keharmonisan, sedangkan cakar harimau melambangkan keberanian dan perlindungan. Bebek mandarin menjadi simbol keharmonisan pasangan dan harapan agar kehidupan pernikahan dipenuhi kebahagiaan.

Ada pula motif kelelawar, yang memiliki makna berbeda jika dibandingkan dengan pemahaman yang umum ditemukan di Indonesia. Di Indonesia, kelelawar kerap dikaitkan dengan kesan yang kurang baik. Dalam budaya Korea, justru sebaliknya. Kelelawar menjadi simbol keberuntungan, kemakmuran, dan harapan akan banyak keturunan. Motif ini bahkan dapat ditemukan pada berbagai dekorasi tradisional Korea.

Norigae sendiri memiliki sejarah panjang. Pada masa Goryeo, bentuk awalnya antara lain berupa liontin dan kantong wewangian. Memasuki masa Joseon, norigae berkembang menjadi salah satu aksesori khas perempuan. Kini, unsur tradisional tersebut terus dihadirkan kembali melalui kerajinan dan fesyen modern.

Kiri: Kim Kyeong Mi mengajarkan peserta cara membuat norigae, aksesori tradisional Korea. Tengah dan kanan: Peserta Sejong Culture Academy 2026 merangkai dan menghias norigae dengan beragam warna dan ornamen sesuai kreativitas masing-masing dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.

Kiri: Kim Kyeong Mi mengajarkan peserta cara membuat norigae, aksesori tradisional Korea. Tengah dan kanan: Peserta Sejong Culture Academy 2026 merangkai dan menghias norigae dengan beragam warna dan ornamen sesuai kreativitas masing-masing dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.


Setelah memahami cerita di balik norigae, peserta mulai merangkai karya masing-masing. Beragam warna dan ornamen dapat dipilih sesuai kreativitas. Tangan yang sebelumnya hanya mengamati kini mulai menyusun benang, simpul, dan hiasan menjadi sebuah norigae.

Beragam norigae hasil karya peserta memperlihatkan kreativitas melalui perpaduan warna, ornamen, dan simpul tradisional Korea dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.

Beragam norigae hasil karya peserta memperlihatkan kreativitas melalui perpaduan warna, ornamen, dan simpul tradisional Korea dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.


Suasana pun menjadi lebih akrab. Peserta saling melihat hasil karya, bertukar cerita, dan berkenalan satu sama lain. Bagi penulis, norigae yang dirangkai dengan tangan sendiri bukan sekadar hasil kerajinan, melainkan bagian dari pengalaman mengenal budaya Korea secara lebih dekat.

Peserta Sejong Culture Academy 2026 berfoto bersama Kim Kyeong Mi sambil menunjukkan norigae hasil karya mereka dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.

Peserta Sejong Culture Academy 2026 berfoto bersama Kim Kyeong Mi sambil menunjukkan norigae hasil karya mereka dalam Sejong Culture Academy 2026 pada tanggal 24-25 September 2026 di Unika Atma Jaya, Jakarta.



margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait