Wartawan Kehormatan

2026.09.21

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia

Lokakarya foto jurnalistik yang diselenggarakan oleh Korea.net pada Sabtu (29/8/2026) tidak hanya memberikan pemaparan mengenai dasar-dasar foto jurnalistik, tetapi juga kesempatan bagi peserta luring untuk mempraktikkan langsung materi yang telah disampaikan pada sesi teori.

Dalam sesi praktik yang dipandu oleh Ha Sang-yun, jurnalis foto The Hankook Ilbo, para peserta diberi tugas untuk mewawancarai wisatawan asing yang berkunjung ke Dongdaemun Design Plaza (DDP), salah satu ikon arsitektur dan ruang budaya di Seoul.

Peserta luring lokakarya foto jurnalistik dari Korea.net melakukan sesi praktik pada Sabtu (29/8/2026) di Dongdaemun Design Plaza (DDP), Seoul (Korea.net).

Peserta luring lokakarya foto jurnalistik dari Korea.net melakukan sesi praktik pada Sabtu (29/8/2026) di Dongdaemun Design Plaza (DDP), Seoul (Korea.net).


Sebelum memulai praktik, Ha memberikan pengarahan singkat mengenai tugas yang harus dilakukan. Peserta yang hadir secara luring, termasuk penulis, dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing terdiri atas tiga orang.

Setiap kelompok diminta mewawancarai setidaknya dua orang asing di sekitar DDP untuk mengetahui tujuan kunjungan serta kesan mereka terhadap salah satu landmark Seoul tersebut.

Selain melakukan wawancara, setiap kelompok juga diwajibkan mengambil foto narasumber ketika wawancara berlangsung. Tugas ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan secara langsung prinsip-prinsip foto jurnalistik yang sebelumnya telah dijelaskan dalam sesi pemaparan.

Ha Sang-yun, jurnalis foto The Hankook Ilbo, memberikan penjelasan sesi praktik kepada peserta luring lokakarya foto jurnalistik pada Sabtu (29/8/2026) di IGM Global Management Institute, Jung-gu, Seoul. (Hanum Nur Aprilia)

Ha Sang-yun, jurnalis foto The Hankook Ilbo, memberikan penjelasan sesi praktik kepada peserta luring lokakarya foto jurnalistik pada Sabtu (29/8/2026) di IGM Global Management Institute, Jung-gu, Seoul. (Hanum Nur Aprilia)


Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Seoul, menemukan wisatawan asing di tengah keramaian DDP sebenarnya bukan perkara sulit. Tantangan justru muncul ketika kelompok mulai menghampiri calon narasumber.

Beberapa wisatawan yang ditemui tidak bersedia diwawancarai, sementara sebagian lainnya tidak mengizinkan foto mereka digunakan untuk keperluan publikasi. Situasi tersebut menjadi pengalaman penting bagi peserta karena proses mendapatkan sebuah foto jurnalistik tidak hanya soal teknis pengambilan gambar.

Ha sebelumnya menekankan pentingnya mendapatkan izin dari subjek foto, terutama ketika foto tersebut akan digunakan untuk publikasi. Langkah ini diperlukan untuk menghormati hak dan privasi subjek serta menghindari persoalan hukum yang mungkin muncul apabila seseorang keberatan wajahnya ditampilkan dalam sebuah artikel.

Kelompok penulis pun tidak menyerah. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya kami berhasil menemukan narasumber yang bersedia diwawancarai sekaligus memberikan izin untuk difoto.

Narasumber pertama adalah Ines dari Portugal yang datang ke DDP bersama kedua orang tua dan adik laki-lakinya. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertama keluarga Ines ke Korea.

Sebagai orang yang bertanggung jawab merencanakan perjalanan keluarga, Ines mengatakan bahwa tidak ada alasan khusus yang membuat mereka memilih DDP sebagai salah satu tujuan. Namun, setiap kali mencari referensi perjalanan di internet, nama DDP selalu muncul. Oleh karena itu, Ines merasa DDP merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika berada di Seoul.

Cerita berbeda disampaikan oleh narasumber lainnya, yakni Katya dari Slovenia. Ia telah tinggal di Korea selama sekitar empat tahun dan menjadikan DDP sebagai salah satu tempat favorit untuk menghabiskan waktu bersama teman dengan duduk santai di area terbuka sambil menikmati suasana dan melihat orang-orang yang berlalu-lalang.

Bagi Katya, keberagaman orang yang datang ke DDP menjadi salah satu daya tarik utama tempat tersebut. Wisatawan dari berbagai negara dan warga lokal dari berbagai usia yang menghabiskan waktu bersama membuat suasana DDP terasa hidup.

Potret sesi wawancara dengan Ines, wisatawan dari Portugal, dalam sesi praktik lokakarya jurnalistik pada Sabtu (29/8/2026) di Deongdaemun Design Plaza (DDP), Seoul. (Yang Shiwei)

Potret sesi wawancara dengan Ines, wisatawan dari Portugal, dalam sesi praktik lokakarya jurnalistik pada Sabtu (29/8/2026) di Deongdaemun Design Plaza (DDP), Seoul. (Yang Shiwei)


Sesi praktik tersebut memberikan kesempatan bagi penulis untuk menguji secara langsung teori jurnalistik yang sebelumnya disampaikan pada sesi pemaparan.

Namun, pengalaman yang didapat tidak terbatas pada fotografi. Sebagai anggota kelompok yang bertugas mewawancarai narasumber, penulis mendapatkan pengalaman jurnalistik yang berbeda dari wawancara yang selama ini lebih sering dilakukan melalui pesan singkat atau surat elektronik.

Wawancara tatap muka, terlebih wawancara spontan dengan narasumber yang belum dikenal dan tanpa daftar pertanyaan yang disiapkan secara rinci sebelumnya, menuntut kemampuan untuk berpikir dan merespons dengan cepat.

Pertanyaan lanjutan harus disesuaikan dengan jawaban narasumber agar percakapan tetap mengalir dan informasi yang diperoleh dapat mendukung cerita.

Di tengah keramaian DDP, peserta lokakarya dihadapkan pada gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi seorang jurnalis ketika bekerja di lapangan.

Pengalaman ini juga sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah foto jurnalistik yang baik bukan hanya soal gambar yang menarik, melainkan juga tentang cerita, etika, dan manusia yang berada di balik foto tersebut.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait