Wartawan Kehormatan

2026.09.21

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Hurum Maqshuro dari Indonesia
Foto: Hurum Maqshuro

Gambar ini diambil penulis saat mengunjungi sebuah kedai kopi yang berada di Pantai Dadaepo Busan pada tanggal 3 Agustus 2026.

Gambar ini diambil penulis saat mengunjungi sebuah kedai kopi yang berada di Pantai Dadaepo Busan pada tanggal 3 Agustus 2026.


Menikmati waktu di kedai kopi menjadi aktivitas menarik bagi siapa pun yang mengunjungi atau tinggal Korea. Fungsi kedai kopi kini berkembang, kedai kopi tidak hanya menawarkan minuman dan makanan yang enak, tetapi juga menyuguhi pemandangan hingga kenyamanan interior kedai kopi sehingga pengunjung betah berlama-lama menikmati waktu.

Kedai kopi pun mudah ditemukan di berbagai sudut kota di Korea. Jenis kedai kopi di Korea pun cukup beragam, mulai dari kedai kopi kecil di sekitar kampus hingga kedai kopi besar dengan beberapa lantai serta kedai kopi dengan pemandangan seperti laut.

Berdasarkan data dari siaran pers Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan pada tanggal 21 Agustus 2026, Korea memiliki 106.452 kedai kopi pada tahun 2023. Jumlah tersebut naik 5,7% dalam satu tahun.

Proporsi kedai kopi terhadap keseluruhan usaha jasa boga pun meningkat dari 9,3% pada tahun 2018 menjadi 13,4% pada tahun 2023. Bahkan pasar industri kopi Korea pada tahun 2024 mencapai sekitar 3,74 triliun won yang meningkat 35,6% dibandingkan dengan tahun 2018.

Kedai kopi yang penulis kunjungi pada tanggal 11 Agustus 2026 (kanan) dan tanggal 12 Agustus 2026 (kiri) di Busan.

Kedai kopi yang penulis kunjungi pada tanggal 11 Agustus 2026 (kanan) dan tanggal 12 Agustus 2026 (kiri) di Busan.


Keberadaan kedai kopi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Korea. Kedai kopi telah berkembang menjadi ruang untuk belajar, bekerja, bertemu teman, berkencan, bersantai, atau hanya sekedar menikmati suasana dan desain tempatnya.

Selain menawarkan makanan dan minuman, kedai kopi di Korea juga menarik perhatian melalui desain interiornya yang estetis. Terdapat banyak kedai kopi memiliki konsep dan dekorasi yang unik sehingga menjadi tempat yang menarik untuk bersantai sekaligus berfoto.

Penulis bersama dua teman kuliah menikmati kegiatan 'kagong' di salah satu kedai kopi di dalam area kampus Pusan National University (PNU) pada tanggal 30 Maret 2026.

Penulis bersama dua teman kuliah menikmati kegiatan 'kagong' di salah satu kedai kopi di dalam area kampus Pusan National University (PNU) pada tanggal 30 Maret 2026.


Salah satu fenomena yang cukup menarik bagi penulis adalah 'kagong' yang merupakan gabungan dari kata 'cafe' dan gongbu'. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aktivitas belajar di kedai kopi.

Tidak jarang mahasiswa membawa laptop, buku, dan catatan kemudian menghabiskan beberapa jam di sana. Oleh karena itu, banyak kedai kopi menyediakan fasilitas seperti Wi-Fi, stopkontak, meja yang nyaman, hingga suasana yang mendukung konsentrasi.

Menariknya, kedai kopi memberikan suasana yang berbeda dari perpustakaan atau ruang belajar. Jika perpustakaan cenderung tenang dan formal, kedai kopi memiliki suara latar seperti percakapan, musik, dan suara mesin kopi.

Dalam pengalaman penulis, kedai kopi yang penulis kunjungi di tanggal 12 Agustus 2026 menawarkan suasana yang estetis dan nyaman untuk melakukan 'kagong'.

Dalam pengalaman penulis, kedai kopi yang penulis kunjungi di tanggal 12 Agustus 2026 menawarkan suasana yang estetis dan nyaman untuk melakukan 'kagong'.


Suasana yang tidak terlalu sunyi tetapi juga tidak terlalu ramai ini dikenal sebagai 'white noise' dan bagi sebagian orang justru membantu meningkatkan konsentrasi. Hal ini menjadi salah satu alasan masyarakat Korea memilih belajar di kedai kopi meskipun tersedia perpustakaan atau ruang belajar lainnya.

Aktivitas ini tidak hanya dilakukan oleh orang Korea, tetapi seiring meningkatnya jumlah mahasiswa asing di Korea, mereka turut menikmati 'kagong'.

Potret makanan dan minuman dari kedai kopi dengan toko roti yang pernah penulis kunjungi pada tanggal 3 September 2026 yang terletak tidak jauh dari area kampus PNU Busan.

Potret makanan dan minuman dari kedai kopi dengan toko roti yang pernah penulis kunjungi pada tanggal 3 September 2026 yang terletak tidak jauh dari area kampus PNU Busan.


Salah satunya jenis kedai kopi lain yang pernah penulis coba adalah bakery café yang menyediakan beragam roti, pastri, hingga menu brunch sehingga pengunjung dapat menikmati makanan sekaligus bersantai dalam satu tempat.

Kedai kopi kucing menjadi salah satu tempat yang pernah dikunjungi penulis untuk menghilangkan penat setelah pekan ujian pada tanggal 5 Desember 2025.

Kedai kopi kucing menjadi salah satu tempat yang pernah dikunjungi penulis untuk menghilangkan penat setelah pekan ujian pada tanggal 5 Desember 2025.


Ada pula kedai kopi kucing yang memungkinkan pengunjung menikmati minuman sambil bermain dan berinteraksi dengan kucing.

Di sisi lain, terdapat fenomena dengan istilah honcafe, yaitu kebiasaan pergi ke kedai kopi seorang diri. Seseorang dapat menikmati minuman sambil membaca, bekerja, belajar, atau sekadar menghabiskan waktu sendiri.

Penulis pernah menikmati 'honcafe' dengan membaca buku seorang diri di kedai kopi pada tanggal 29 Agustus 2026 di Busan.

Penulis pernah menikmati 'honcafe' dengan membaca buku seorang diri di kedai kopi pada tanggal 29 Agustus 2026 di Busan.


Namun, kebiasaan menghabiskan waktu terlalu lama di kedai kopi juga pernah menimbulkan persoalan yang dikenal sebagai kagongjjok, yaitu pelanggan yang belajar atau bekerja selama berjam-jam hanya dengan memesan satu minuman.

Meskipun kini semakin banyak kedai kopi yang menyediakan ruang dan fasilitas untuk belajar atau bekerja, sebagai pelanggan kita juga perlu memahami batas yang wajar dan tetap mempertimbangkan kenyamanan serta kepentingan pemilik usaha dan pengunjung lainnya.

Sebagai mahasiswa asing di Korea, penulis merasa budaya kedai kopi merupakan salah satu hal yang menarik untuk dialami karena kedai kopi dapat menjadi tempat untuk belajar sekaligus menikmati waktu luang. Keberagaman konsep dan aktivitas di dalamnya membuat kedai kopi menjadi bagian yang menyenangkan dari kehidupan sehari-hari di Korea.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait