Penulis: Wartawan Kehormatan Amanda Larasati dari Indonesia
Foto: Amanda Larasati
Pada tanggal 28 Agustus 2026 Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea (BKK) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menyelenggarakan acara perayaan 20 tahun berdirinya Prodi BKK UI di Auditorium Gedung 1 FIB UI, Depok.
Potret akademisi, panelis, dan perwakilan lembaga mitra berfoto bersama pada perayaan 20 tahun Prodi BKK UI tanggal 28 Agustus 2026 di Auditorium Gedung 1 FIB UI, Depok.
Acara tersebut mengangkat tema "20 Tahun Bersama, Masa Depan Bersama" dan menghadirkan seminar akademik tentang studi Korea serta gelar wicara bersama alumni Prodi BKK UI.
Melalui kegiatan ini, akademisi dan peneliti di bidang bahasa dan budaya Korea dapat saling bertukar gagasan untuk mengembangkan studi Korea di Indonesia dan mempererat jejaring melalui dialog akademik.
Seminar ini juga mengajak penggiat bahasa dan budaya Korea di Indonesia untuk mengenal isu-isu, tantangan, dan capaian studi Korea di Indonesia.
Perayaan 20 tahun Prodi BKK UI turut didukung oleh Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (KOCHAM Indonesia) dan Korea Foundation (KF) Jakarta Office.
Acara ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, mahasiswa, serta penggiat bahasa dan budaya Korea. Penulis berkesempatan untuk menghadiri acara ini untuk memahami lebih jauh tentang perkembangan studi Korea di Indonesia.
Sambutan pertama diberikan Lee Kang Hyun selaku Presiden KOCHAM Indonesia menyampaikan bahwa kerja sama antara Korea dan Indonesia kini tidak hanya dalam bidang ekonomi dan perdagangan, tetapi juga industri kreatif, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Selanjutnya Lee Sanghoon selaku Direktur Korea Foundation Jakarta Office mengungkapkan komitmen Korea Foundation untuk terus mendukung Universitas Indonesia dalam mempromosikan studi Korea dan memperkuat saling pengertian antara Korea dan Indonesia.
Euis Sulastri selaku Ketua Prodi BKK UI pun berharap Prodi BKK UI dapat meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia dan Korea agar dapat memberikan peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar, meneliti, dan membangun jejaring.
Sementara itu, Untung Yuwono selaku Dekan FIB UI berpesan agar Prodi BKK UI senantiasa menjadi sarana pembelajaran yang terbuka, kritis, dan relevan untuk menciptakan generasi yang mahir berbahasa Korea dan menguasai budaya Korea sehingga mampu menjembatani hubungan Korea dan Indonesia.
Euis Sulastri selaku Ketua Prodi BKK UI, Untung Yuwono selaku Dekan FIB UI, Lee Sanghoon selaku Direktur Korea Foundation Jakarta Office, dan Lee Kang Hyun selaku Presiden KOCHAM Indonesia berfoto bersama saat seremoni pemotongan tumpeng dalam rangka perayaan 20 tahun Prodi BKK UI tanggal 28 Agustus 2026 di Auditorium Gedung 1 FIB UI, Depok.
Kegiatan selanjutnya adalah seminar akademik dengan format diskusi panel. Para panelis terdiri dari akademisi di bidang bahasa dan budaya Korea dari berbagai universitas. Sesi 1 membahas isu-isu terkait penerjemahan, pengajaran bahasa Korea, dan perkembangan studi Korea.
Panelis pada sesi 1 antara lain adalah Achmad Rio Dessiar selaku Ketua Prodi BKK Universitas Gadjah Mada (UGM), Fitri Meutia selaku Dosen Prodi Bahasa Korea Universitas Nasional, dan Risa Triarisanti selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Korea Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sedangkan Fadhila Hasby selaku Dosen Prodi BKK UI bertindak sebagai moderator.
Potret moderator dan panelis seminar akademik sesi 1 yang membahas penerjemahan, pengajaran, dan perkembangan studi Korea dalam rangka perayaan 20 tahun Prodi BKK UI tanggal 28 Agustus 2026 di Auditorium Gedung 1 FIB UI, Depok.
Achmad Rio Dessiar memaparkan tentang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam penerjemahan bahasa Korea. Ia menjelaskan perkembangan teknologi mesin penerjemahan lalu membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing teknologi penerjemahan tersebut dalam menerjemahkan teks, idiom, peribahasa, hingga karya sastra.
Selanjutnya, Fitri Meutia dalam presentasinya memaparkan tentang pengembangan model AI untuk membantu pengajaran membaca dan menulis bahasa Korea. Menurut Fitri, model AI ini dapat digunakan pemelajar bahasa Korea untuk memahami teks bacaan level menengah yang lebih kompleks dan mengerjakan tugas menulis dengan panduan dari pengajar.
Kemudian, Risa Triarisanti menyampaikan tentang perkembangan, capaian, tantangan dan kolaborasi Prodi Pendidikan Bahasa Korea UPI yang telah berdiri selama 11 tahun. Risa mengungkapkan Prodi Pendidikan Bahasa Korea UPI berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya cakap berbahasa Korea tetapi juga calon pendidik bahasa Korea yang berkualitas.
Seminar akademik sesi 2 membahas tentang kajian Korea melalui perspektif sosial, politik, dan kemitraan global.
Panelis pada sesi 2 terdiri dari Getar Hati selaku Kepala Korea-Indonesia Connection (KIC) FISIP UI, Dian Novikrisna dari Korean Peninsula Research Cluster Universitas BINUS, dan Euis Sulastri selaku Ketua Prodi BKK UI. Sedangkan, Rostineu selaku Direktur Lembaga Bahasa Internasional (LBI) FIB UI memoderatori sesi ini.
Moderator dan panelis pada seminar akademik sesi 2 yang membahas kajian Korea dengan pendekatan sosial, politik, dan kolaborasi global dalam rangka perayaan 20 tahun Prodi BKK UI tanggal 28 Agustus 2026 di Auditorium Gedung 1 FIB UI, Depok.
Dalam paparannya, Getar Hati mengungkapkan peran KIC FISIP UI dalam mendukung kolaborasi antara Korea dan Indonesia melalui dialog akademik, pengabdian masyarakat, konferensi internasional, dan jejaring global dalam perspektif ilmu sosial dan politik. Ia juga menekankan bahwa studi Korea bersifat multidisipliner karena tidak hanya menelaah bahasa dan budaya Korea, tetapi juga mengaji Korea dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan politik.
Sementara itu, Dian Novikrisna memaparkan peran Korea dan Indonesia sebagai negara berkekuatan menengah yang memiliki pengaruh penting dalam dinamika global. Ia juga menyoroti peran Korean Peninsula Research Cluster Universitas BINUS dalam mendorong kemajuan studi Korea melalui dialog akademik dan penelitian.
Sedangkan, Euis Sulastri dalam pemaparannya membahas langkah konkret Prodi BKK UI untuk merajut jejaring dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra di Indonesia dan Korea. Ia mengungkapkan upaya memperluas kerja sama tersebut seperti kegiatan akademik, pertukaran mahasiswa, seminar, program penelitian, hingga pengalaman budaya.
Sesi terakhir adalah gelar wicara bersama para alumni inspiratif Prodi BKK UI dari berbagai latar belakang seperti penerjemahan, pemerintahan, dan perusahaan rintisan.
Sesi gelar wicara ini menghadirkan Silvi Fitri Ayu selaku Tenaga Ahli di DPR RI, Tania Triputri selaku Pendiri dan Direktur TNT Translation, Vania Istamitra selaku Head of Business Support di Viuum Eyewear, serta Adhit Pratama Putra selaku Penerjemah Ahli Pertama di Badan Siber dan Sandi Negara. Eva Latifah selaku Dosen Prodi BKK UI memandu sesi ini.
Para alumni Prodi BKK UI berbagi pengalaman berkuliah di Prodi BKK UI dan tip studi serta karier pada sesi gelar wicara dalam rangka perayaan 20 tahun Prodi BKK UI tanggal 28 Agustus 2026 di Auditorium Gedung 1 FIB UI, Depok.
Para alumni membagikan kesan dan pengalaman mereka selama berkuliah di Prodi BKK UI. Mereka mengungkapkan kontribusi penting Prodi BKK UI bagi perjalanan karier mereka.
Menurut mereka, berkuliah di Prodi BKK UI bukan hanya tentang belajar bahasa Korea, melainkan juga memahami budaya Korea yang sangat berguna ketika mereka bekerja ataupun berhadapan dengan orang Korea misalnya disiplin terhadap waktu dan budaya cepat cepat. Hal ini mereka dapatkan melalui pengalaman belajar dan berjejaring di Prodi BKK UI.
Para alumni juga berpesan kepada mahasiswa prodi BKK UI baru untuk terus semangat dalam belajar dan tidak ragu dalam mencoba berbagai peluang baru.
Perayaan 20 tahun Prodi BKK UI menjadi ruang kolaborasi bagi para akademisi dan penggiat studi Korea di Indonesia untuk mengembangkan kajian Korea dan mendorong kolaborasi yang semakin luas.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.