Penulis: Wartawan Kehormatan Audrey Regina dari Indonesia
Foto: Audrey Regina
Jeju adalah pulau vulkanik terbesar di Korea yang terletak di lepas pantai selatan Semenanjung Korea. Pulau ini juga terkenal dengan potensi pariwisatanya, menjadikannya destinasi yang cukup populer di Korea dan ramai dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.
Mulai dari pantai dan lautnya, wisata kuliner berupa makanan olahan laut, jeruk hallabong, sampai teh hijau, ada banyak hal menarik yang dapat dieksplorasi dari pulau yang terkenal dengan haenyeo (penyelam wanita) ini.
Pada tanggal 15 Agustus 2026 penulis berkesempatan mengunjungi sisi timur Jeju dan mendatangi salah satu objek terkenalnya, Seongsan Ilchulbong. Seongsan Ilchulbong dikenal juga sebagai Puncak Matahari Terbit yang memiliki ketinggian sekitar 182 meter. Karena terletak di sisi timur, Seongsan Ilchulbong terkenal sebagai tempat untuk melihat matahari terbit.
Berdasarkan informasi yang ada di lokasi, Seongsan Ilchulbong terdaftar sebagai Situs Warisan Alam Dunia UNESCO. Untuk menaiki Seongsan Ilchulbong sampai puncak tertingginya, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar 5 ribu won.
Batu penanda yang terdapat di dekat pintu masuk Seongsan Ilchulbong menunjukkan bahwa Seongsan Ilchulbong terdaftar sebagai salah satu Situs Warisan Alam Dunia UNESCO. Foto tersebut diambil pada tanggal 15 Agustus 2026.
Begitu masuk, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan alam berupa hamparan padang rumput yang luas, laut, dan juga panorama Jeju di sekitar Seongsan Ilchulbong. Sayangnya, pada hari kunjungan penulis, hujan turun sehingga cuaca berkabut menyebabkan beberapa pemandangan tidak terlihat terlalu jelas.
Untuk sampai ke puncak Seongsan Ilchulbong, pengunjung harus menaiki anak tangga yang memakan waktu sekitar 20-30 menit. Di tengah-tengah perjalanan juga disediakan kursi dan tempat istirahat untuk mereka yang kelelahan dan ingin beristirahat sejenak. Begitu sampai di puncak, keseluruhan pemandangan dari Seongsan Ilchulbong dapat terlihat dengan jelas.
Papan penunjuk yang terletak di puncak Seongsan Ilchulbong, menunjukkan bahwa pengunjung sudah berada di puncak yang memiliki ketinggian sekitar 180-182 meter dari atas permukaan laut. Foto tersebut diambil pada tanggal 15 Agustus 2026.
Selain itu, dari atas puncak Seongsan Ilchulbong, pemandangan sekitar juga terlihat lebih jelas. Namun, karena hujan dan cuaca berkabut, jarak pandang menjadi terbatas sehingga ada beberapa objek yang tidak terlihat dengan jelas. Akan tetapi, hamparan padang rumput kehijauan Seongsan Ilchulbong masih terlihat jelas dari puncak.
Pemandangan berupa hamparan padang rumput yang dapat dilihat dari puncak Seongsan Ilchulbong. Foto tersebut diambil pada 15 Agustus 2026
Begitu turun dari puncak, pengunjung masih disuguhkan dengan pemandangan lain yang tak kalah indah, berupa hamparan padang rumput dan juga pemandangan di sekitar Seongsan Ilchulbong.
Pemandangan yang dapat dilihat saat turun dari puncak Seongsan Ilchulbong berupa padang rumput dan pemandangan kota di sekitarnya. Foto tersebut diambil pada 15 Agustus 2026.
Selain itu, pertunjukan haenyo digelar setiap pukul dua siang di sisi bawah Seongsan Ilchulbong, yaitu di Pantai Umutgae. Di sekitar pantai itu juga terdapat rumah makan yang menyediakan makanan olahan laut segar yang bahan-bahannya diambil sendiri oleh para haenyeo Jeju. Di sekitar pintu masuk Seongsan Ilchulbong pun terdapat toko oleh-oleh yang menyediakan pernak-pernik khas Jeju dan juga es krim rasa jeruk hallabong atau kacang Udo.
Jalan turun menuju Pantai Umutgae, tempat pertunjukan haenyeo dilaksanakan. Selain itu juga terdapat rumah makan olahan laut di sekitarnya. Foto tersebut diambil pada 15 Agustus 2026.
Walau saat itu cuaca hujan dan berkabut, kunjungan ke Seongsan Ilchulbong meninggalkan kesan yang mendalam bagi penulis karena melalui kunjungan tersebut, penulis dapat melihat wajah Pulau Jeju yang tak akan bisa ditemukan di daerah lain di Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.