Wartawan Kehormatan

2026.09.02

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia

Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) bersama The Independence Hall of Korea dan Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA menghadirkan pameran fotografi sejarah My Wish Our Wish: Road to Freedom pada tanggal 12–31 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta.

Pameran ini digelar untuk memperingati 150 tahun kelahiran Kim Koo, tokoh pejuang kemerdekaan Korea yang oleh UNESCO ditetapkan sebagai bagian dari Warisan Ingatan Dunia.

Pameran My Wish Our Wish: Road to Freedom yang digelar pada 12-31 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta, menampilkan setidaknya 24 foto yang mengenalkan sosok Kim Koo, pejuang kemerdekaan Korea. (Maulia Resta Mardaningtias)

Pameran My Wish Our Wish: Road to Freedom yang digelar pada 12-31 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta, menampilkan setidaknya 24 foto yang mengenalkan sosok Kim Koo, pejuang kemerdekaan Korea. (Maulia Resta Mardaningtias)


Walaupun inti pameran adalah foto-foto sejarah yang menampilkan perjalanan hidup Kim Koo, daya tarik sesungguhnya justru hadir lewat rangkaian aktivitas budaya Korea yang membuat suasana lebih meriah dan interaktif.

Sejak dimulainya pameran, pengunjung tidak hanya diajak melihat foto, tetapi juga mengalami langsung budaya Korea melalui berbagai kegiatan yang disiapkan KCCI, seperti gelar wicara sejarah Kim Koo, pemutaran film sejarah, aktivitas mencoba hanbok, dan menulis harapan melalui kertas gulung berdesain kertas tradisional Korea.

Potret warga yang menghadiri pemutaran film sejarah Korea pada Sabtu (22/08/2026) sebagai rangkaian pameran fotografi My Wish, Our Wish: Road to Freedom. (KCCI)

Potret warga yang menghadiri pemutaran film sejarah Korea pada Sabtu (22/08/2026) sebagai rangkaian pameran fotografi My Wish, Our Wish: Road to Freedom. (KCCI)


Ketika penulis mengunjungi pameran pada hari Sabtu (29/08/2026) yang bertepatan dengan peringatan 150 tahun Kim Koo, pengalaman mengenakan hanbok menjadi sebuah kegiatan yang terasa begitu unik.

Kegiatan mencoba hanbok dilangsungkan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, saat pengunjung diberi kesempatan mengenakan hanbok selama 15 menit secara bergantian dan dapat berkeliling pameran dengan nuansa berbeda.

Berjalan di antara foto-foto yang menampakkan perjuangan Kim Koo sambil memakai pakaian tradisional Korea menghadirkan sensasi seolah ikut menjadi bagian dari narasi sejarah yang dipamerkan.

Potret penulis saat berkeliling pameran mengenakan hanbok saat mengunjungi Pameran My Wish Our Wish: Road to Freedom pada hari Sabtu (29/08/2026) di ANTARA Heritage Center, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)

Potret penulis saat berkeliling pameran mengenakan hanbok saat mengunjungi Pameran My Wish Our Wish: Road to Freedom pada hari Sabtu (29/08/2026) di ANTARA Heritage Center, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)


Hal menarik lainnya terasa ketika memakai hanbok dan berhenti sejenak membaca kutipan tulisan tangan Kim Koo dalam autobiografinya berjudul Baekbeom Ilji yang berbunyi "Harapanku adalah kemerdekaan Korea."

Kata-kata itu terasa seperti sebuah manifestasi lintas zaman. Di tengah tren global saat ini, tulisan tersebut menyadarkan penulis bahwa harapan Kim Koo yang mendambakan kemerdekaan Korea benar-benar telah terwujud. Bahkan kini Korea bukan hanya merdeka, tetapi budayanya juga dikenal dan dicintai masyarakat dunia.

Pengunjung pameran My Wish Our Wish: Road to Freedom dapat menulis harapan atau puisi Korea kesukaan di atas kertas khusus dengan spidol cat air yang dapat dibawa pulang sebagai suvenir. (Maulia Resta Mardaningtias)

Pengunjung pameran My Wish Our Wish: Road to Freedom dapat menulis harapan atau puisi Korea kesukaan di atas kertas khusus dengan spidol cat air yang dapat dibawa pulang sebagai suvenir. (Maulia Resta Mardaningtias)


Selain aktivitas mencoba hanbok, para pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan menulis harapan di kertas gulung tradisional yang disediakan oleh KCCI.

Kertas yang terlihat seperti perkamen dikirim langsung dari Korea, lengkap dengan spidol cat air yang berfungsi layaknya kuas. Dalam kertas tersebut pengunjung bebas menuliskan doa, harapan, atau bahkan puisi Korea favoritnya.

Penulis menuliskan petikan puisi karya penyair Do Jong-hwan berjudul "Bunga yang Mekar Kala Terguncang." Potongan puisi tersebut terasa selaras dengan semangat perjuangan dan harapan di bulan kemerdekaan Korea dan Indonesia.

Potret penulis mengabadikan momen mengenakan hanbok dan tulisan petikan puisi penyair Do Jong-hwan berjudul “Bunga yang Mekar Kala Terguncang” di latar khusus yang disediakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada tanggal 29 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)

Potret penulis mengabadikan momen mengenakan hanbok dan tulisan petikan puisi penyair Do Jong-hwan berjudul “Bunga yang Mekar Kala Terguncang” di latar khusus yang disediakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada tanggal 29 Agustus 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)


Dengan rangkaian kegiatan budaya yang meriah, pameran My Wish Our Wish: Road to Freedom tidak hanya mengenalkan sosok Kim Koo melalui foto-foto sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan yang ia wariskan.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait