Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia
Foto: Hanum Nur Aprilia
Kota Suwon merupakan salah satu pusat pemerintahan regional penting pada masa Dinasti Joseon. Di kota inilah berdiri Benteng Hwaseong, kompleks pertahanan yang menjadi simbol kejayaan perencanaan kota, arsitektur militer, dan visi reformasi Maharaja Jeongjo (memerintah tahun 1776-1800).
Nilai sejarah, budaya, dan arsitekturnya yang luar biasa ini pula yang membuat UNESCO menetapkan Benteng Hwaseong sebagai Situs Warisan Dunia pada tanggal 12 Desember 1997. Penulis mengunjungi nenteng ini sebagai bagian dari rangkaian FAM Tour K-Wave pada November 2025.
Benteng Hwaseong di Kota Suwon terlihat berdiri megah dengan dinding batu bersejarah yang mengelilingi kawasan kota lama. Foto di atas dipotret pada November 2025.
Dari atas tembok batu yang membentang mengelilingi Kota Suwon, Provinsi Gyeonggi, pengunjung dapat melihat bagaimana sebuah visi besar dari akhir abad ke-18 masih bertahan hingga saat ini. Benteng Hwaseong menjadi simbol ambisi Maharaja Jeongjo untuk membangun kota baru yang modern.
Maharaja Jeongjo membangun benteng ini antara 1794 hingga 1796. Pembangunan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat pertahanan kota, tetapi juga menjadi wujud bakti sang raja kepada ayahnya, Putra Mahkota Sado.
Setelah memindahkan makam ayahnya ke Suwon pada tahun 1789, Maharaja Jeongjo merancang kota baru yang aman, maju, dan memiliki kekuatan ekonomi mandiri.
Maharaja Jeongjo melibatkan para cendekiawan serta insinyur terkemuka untuk mewujudkan proyek ambisius tersebut. Mereka memadukan teknologi pertahanan terbaru dari Asia Timur dan Barat ke dalam rancangan benteng.
Perancangannya dipimpin oleh Jeong Yak-yong, seorang cendekiawan terkemuka dari aliran Silhak (pembelajaran praktis). Ia menerapkan pendekatan ilmiah yang cermat dan inovatif dalam setiap tahap pembangunan.
Kompleks Benteng Hwaseong yang dibangun pada akhir abad ke-18 ini diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia karena nilai sejarah, arsitektur, dan perencanaan kotanya yang luar biasa. Foto di atas dipotret pada November 2025.
Keunggulan Benteng Hwaseong terlihat dari beragam fasilitas pertahanannya yang masih terawat hingga kini.
Kompleks tersebut memiliki menara pengawas, pos komando, menara peluncur panah, bastion senjata api, menara suar, gerbang rahasia, hingga pintu air. Empat gerbang utama pun berdiri di setiap arah mata angin.
Kini Benteng Hwaseong tidak hanya menjadi situs sejarah, tetapi juga destinasi wisata budaya yang hidup. Festival Budaya Suwon Hwaseong pun rutin diselenggarakan setiap musim gugur dan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Tur stempel Benteng Hwaseong yang berisi cap dari berbagai lokasi bersejarah di kawasan Suwon ini mengajak pengunjung menjelajahi 10 destinasi budaya dan sejarah di sekitar benteng. Foto di atas dipotret pada November 2025.
Salah satu cara menarik untuk menjelajahi kawasan ini adalah mengikuti tur stempel. Program ini mengajak pengunjung berkeliling benteng sekaligus mengunjungi sejumlah destinasi budaya dan sejarah di sekitarnya.
Setiap lokasi menyediakan stempel khusus yang dapat dikumpulkan sebagai penanda perjalanan. Apabila berhasil mengumpulkan 7 hingga 10 stempel, pengunjung akan mendapatkan cindera mata khas Kota Suwon.
Melalui tur tersebut, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat berbagai situs penting yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Benteng Hwaseong, mulai dari istana sementara kerajaan hingga museum yang mendokumentasikan perkembangan Kota Suwon.
Istana Sementara Hwaseong dahulu menjadi tempat singgah Maharaja Jeongjo dan keluarga kerajaan saat berkunjung ke Suwon. Foto di atas dipotret pada November 2025.
Salah satu lokasi utama dalam kawasan benteng adalah Istana Sementara Hwaseong. Pada masa Joseon, istana sementara berfungsi sebagai tempat tinggal raja dan keluarga kerajaan saat melakukan perjalanan atau ketika situasi perang mengharuskan mereka meninggalkan istana utama.
Istana Sementara Hwaseong merupakan yang terbesar di antara bangunan sejenis pada masa Joseon. Maharaja Jeongjo kerap menginap di tempat ini saat berziarah ke makam ayahnya.
Museum Hwaseong Suwon yang menampilkan koleksi artefak, dokumen sejarah, serta diorama pembangunan Benteng Hwaseong ini membantu pengunjung memahami sejarah kota Suwon dan visi Maharaja Jeongjo dalam membangun kota baru pada akhir abad ke-18. Foto di atas dipotret pada November 2025.
Bagi pengunjung yang ingin memahami perjalanan panjang Benteng Hwaseong, Museum Hwaseong Suwon menjadi tujuan yang tepat. Museum ini menampilkan sejarah pembangunan benteng, perkembangan Kota Suwon, serta berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di dalam kawasan benteng.
Koleksi museum mencakup dokumen, artefak, dan berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan proses pembangunan serta kehidupan masyarakat pada masa Joseon. Tata pameran yang sistematis memudahkan pengunjung memahami hubungan antara benteng, kota, dan kebijakan reformasi Maharaja Jeongjo.
Pusat Budaya Tradisional Suwon yang menghadirkan berbagai program edukasi dan beragam pengalaman budaya yang diwariskan dari masa Joseon. Foto di atas dipotret pada November 2025.
Perjalanan sejarah di Suwon juga dapat dilanjutkan ke Pusat Budaya Tradisional Suwon yang terdiri atas Pusat Pengalaman Kuliner Tradisional dan Pusat Pendidikan Tata Krama.
Pusat Pengalaman Kuliner Tradisional menawarkan berbagai program mengenai makanan tradisional, kuliner istana, dan budaya pangan Korea. Kegiatan yang tersedia mencakup pendidikan, praktik langsung, penelitian, hingga pameran.
Sementara itu, Pusat Pendidikan Tata Krama memperkenalkan nilai-nilai budaya tradisional melalui kelas etiket, upacara minum teh, kerajinan tangan tradisional, dan program pembentukan karakter bagi generasi muda.
Banyak materi pembelajaran mengangkat nilai yang diperjuangkan Maharaja Jeongjo, seperti kecintaan kepada rakyat, pemikiran praktis, dan bakti kepada orang tua.
Gedung Pertunjukan Tematik Jeongjo yang berada di dekat Istana Sementara Hwaseong menjadi lokasi penyelenggaraan pertunjukan seni, permainan rakyat, dan program interaktif yang memperkenalkan kehidupan serta warisan Maharaja Jeongjo kepada pengunjung. Foto di atas dipotret pada November 2025.
Di antara berbagai lokasi yang ada di kawasan Benteng Hwaseong, Gedung Pertunjukan Tematik Jeongjo menjadi salah satu tempat yang paling berkesan bagi penulis.
Bangunan bergaya rumah tradisional Korea itu berdiri tepat di samping Istana Sementara Hwaseong. Gedung ini menjadi ruang bagi berbagai pertunjukan seni, baik tradisional maupun modern.
Saat berkunjung, penulis menemukan suasana yang sangat meriah. Pengunjung dari berbagai usia mengikuti beragam permainan tradisional yang disediakan di area pertunjukan.
Aktivitas tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak pengunjung mengenang sosok Maharaja Jeongjo yang meninggalkan jejak besar dalam sejarah Suwon.
Patung-patung Maharaja Jeongjo yang tersebar di sekitar Gedung Pertunjukan Tematik Jeongjo menampilkan berbagai sisi kehidupannya sebagai pemimpin, reformis, putra yang berbakti, pelindung rakyat, dan penggerak pembangunan Kota Suwon. Foto di atas dipotret pada November 2025.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.