Penulis: Wartawan Kehormatan Lubis Arif Sakhbana dari Indonesia
Video: Layanan Warisan Korea
Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 resmi digelar pada tanggal 19-29 Juli 2026 di Busan, Republik Korea. (UNESCO)
Perhelatan akbar Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 secara resmi dibuka hari Minggu (19/07/2026).
Penulis berkesempatan menghadiri pembukaan acara pada tanggal 19 Juli 2026 di BEXCO sebagai bagian dari Wartawan Kehormatan Korea.net Auditorium melalui ruang media center yang disediakan khusus untuk partisipan media.
Perhatian publik juga tertuju pada kehadiran G-Dragon dalam acara pembukaan karena G-Dragon merupakan duta promosi resmi untuk Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48.
Sebagai duta promosi, G-Dragon menyuarakan dukungan terhadap pelestarian Warisan Dunai UNESCO.
"Menjaga warisan budaya bukan hanya bermakna untuk melestarikan masa lampau, tetapi juga untuk membangun masa depan yang damai. Saya percaya bahwa seni dan budaya bisa menjadi media yang kuat dalam menjaga warisan dunia," ujar G-Dragon dalam sambutannya.
Terlepas dari itu, G-Dragon juga menyampaikan bahwa ia mendukung penuh pelestarian warisan dunia yang saat ini terancam karena perang dan perubahan iklim.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian warisan dunia bukan hanya berkaitan dengan pelestarian bangunan bersejarah atau situs arkeologi, melainkan juga perlindungan nilai-nilai kemanusiaan, identitas budaya, dan sejarah yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ancaman konflik dan perubahan iklim menjadikan kolaborasi internasional semakin penting dalam menjaga keberlangsungan situs-situs Warisan Dunia UNESCO.
Prosesi penandatanganan dinding stan Yayasan Juspace pada di dalam K-Heritage House pada tanggal 19 Juli 2026 di BEXCO, Busan. (Arif Sakhbana Lubis)
Salah satu stan yang menarik perhatian di K-Heritage House adalah stan Yayasan JUSPEACE yang merupakan lembaga kerja sama resmi untuk Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48.
Stan tersebut akan mempromosikan kegiatan mereka bersama dengan ketua kehormatan yayasan tersebut sekaligus duta promosi Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-49, G-Dragon. Mereka memperkenalkan Heritage in Peace yang merupakan kampanye untuk penggalangan Dana Warisan Dunia.
Yayasan Juspace yang merupakan yayasan nirlaba yang didirikan oleh G-Dragon dan berkomitmen dalam mendorong perubahan sosial positif melalui seni dan budaya.
Dana yang terkumpul dari hasil kampanye Dana Warisan Dunia akan disumbangkan ke guna membantu melindungi dan melestarikan warisan dunia yang terancam oleh konflik atau perang, perubahan iklim, bencana alam, dan tantangan global lainnya.
Ucapan terima kasih pun khusus disampaikan olehDirektur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, kepada G-Dragon.
Dinding stan Yayasan Juspace ditandatangani oleh G-Dragon dan para pengunjung di dalam K-Heritage House pada tanggal 19 Juli 2026 di BEXCO, Busan. (Arif Sakhbana Lubis)
Penulis merefleksikan bahwa terpilihnya G-Dragon sebagai duta promosi merupakan bentuk peran generasi muda dalam mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk sama-sama menyuarakan pelestarian Warisan Dunia yang ada di Korea maupun di negara-negara lain.
Lebih dari itu, pelestarian Warisan Dunia harus melibatkan berbagai kalangan, termasuk insan seni dan industri kreatif.
Kolaborasi antara organisasi internasional, pemerintah, dan tokoh publik menjadi langkah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga Warisan Dunia merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas para ahli atau pemerintah semata.