Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia
Foto: Hanum Nur Aprilia
Kentang menjadi bintang utama dalam Festival Kentang Chuncheon tahun 2026 yang digelar pada tanggal 27–28 Juni 2026 di kawasan Pasar Saembat, Sinbuk-eup, Kota Chuncheon.
Mengusung tema "Potato Explorers!" festival ini menghadirkan beragam program yang memadukan kuliner, permainan, hiburan, hingga edukasi untuk memperkenalkan kentang sebagai komoditas pertanian unggulan daerah.
Penulis mengunjungi Festival Kentang Chuncheon pada hari Minggu (28/6/2026).
Festival Kentang Chuncheon digelar pada tanggal 27–28 Juni 2026 di kawasan Pasar Saembat, Sinbuk-eup, Kota Chuncheon.
Tahun ini, festival menghadirkan sejumlah program baru, seperti perburuan kentang emas, kejuaraan balap mobil berbahan kentang, dan tur stempel.
Tur stempel menjadi cara yang efektif untuk mengenalkan seluruh area festival kepada pengunjung. Penulis pun mengikuti rute tersebut sehingga dapat menjelajahi setiap kawasan yang telah disiapkan panitia.
Roti kentang merupakan salah satu usaha kuliner unggulan Chuncheon yang menawarkan beragam olahan roti berbahan dasar kentang.
Perhentian pertama adalah area pasar yang dipenuhi stan makanan dan minuman. Selain berbagai produk pertanian lokal, tersedia pula aneka olahan kentang yang tidak biasa, seperti panekuk kentang, roti kentang, kopi kentang, hingga bir kentang.
Rasa penasaran membawa penulis mencoba roti kentang dan kopi kentang. Roti kentang memiliki tekstur lebih kenyal dibandingkan roti pada umumnya, dengan isian pasta kentang yang lembut dan gurih. Sementara itu, kopi kentang disajikan dengan lapisan krim kentang di atas kopi susu menciptakan sensasi yang unik.
Tidak hanya memanjakan lidah, setiap pembelian di kawasan pasar juga memberikan kejutan lain. Struk belanja dapat ditukarkan dengan kupon permainan di area rekreasi. Berbagai pilihan tersedia, mulai dari permainan berbasis realitas virtual, mesin capit boneka, hingga permainan melempar kentang.
Penulis memilih permainan melempar kentang dan berhasil membawa pulang hadiah berupa kentang hasil panen petani lokal.
Seorang disjoki tampil di panggung hiburan terbuka Festival Kentang Chuncheon pada tanggal 28 Juni 2026 di kawasan Pasar Saembat, Sinbuk-eup, Kota Chuncheon.
Area berikutnya menghadirkan berbagai kegiatan kerajinan tangan yang dapat diikuti oleh pengunjung dari segala usia, seperti melukis dan membuat kreasi menggunakan plastisin.
Tidak jauh dari sana, dipamerkan pula beragam hasil kerajinan, termasuk tembikar berbentuk worry stone yang tengah populer di kalangan generasi muda Korea.
Suasana semakin semarak saat memasuki panggung hiburan terbuka. Pertunjukan sulap, penampilan disjoki, hingga musik yang terus mengalun membuat banyak pengunjung berhenti sejenak untuk ikut menari.
Stan Young-Seok Lim Potato Research Institute di area Potato KNU World memamerkan varietas kentang berwarna hasil penelitian bersama Universitas Nasional Kangwon.
Perhentian terakhir dalam tur stempel adalah Potato KNU World, area yang dikelola bersama Universitas Nasional Kangwon. Berbeda dengan area lainnya, kawasan ini mengajak pengunjung mengenal sisi ilmiah dari kentang melalui berbagai hasil penelitian yang dipamerkan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian berasal dari Young-Seok Lim Potato Research Institute, yaitu varietas kentang berwarna hasil pengembangan universitas.
Varietas tersebut terdiri dari golden king yang berwarna kuning, rose king berwarna merah muda, dan purple king berwarna ungu. Produk-produk tersebut dipasarkan langsung di lokasi, lengkap dengan contoh keripik kentang yang dapat dicicipi oleh pengunjung.
Permainan melempar kentang di area rekreasi Festival Kentang Chuncheon berhadiah kentang hasil panen petani lokal.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tur stempel, penulis menukarkan kartu stempel dengan sebuah gantungan kunci boneka kentang yang langsung penulis sematkan di tas.
Suvenir tersebut menjadi pengingat akan perjalanan menyusuri festival yang tidak hanya memperkenalkan beragam olahan kentang, tetapi juga menunjukkan bagaimana komoditas pertanian lokal dapat dikemas menjadi atraksi wisata yang menghibur sekaligus edukatif.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.