Wartawan Kehormatan

2026.07.10

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia

Musik K-pop dan drama sering menjadi hal pertama yang terlintas ketika mendengar istilah halyu. Namun, keduanya juga membuka jalan bagi masyarakat untuk mengenal unsur budaya lain, seperti taekwondo.

Pada hari Selasa (07/07/2026) penulis menghadiri acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts yang diadakan oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI). Acara ini mengajak peserta memahami seni bela diri Korea melalui pemutaran film Korea dan diskusi kelompok.

Acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts berlangsung hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)

Acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts berlangsung hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)


Film yang diputar berjudul Officer Black Belt, sebuah film bergenre aksi komedi karya Jason Kim, dan dibintangi oleh aktor ternama Korea, Kim Woo-bin dan Kim Sung-kyun.

Tayang di Netflix pada September 2024, film ini mengisahkan Lee Jung-do (Kim Woo-bin), seorang warga biasa yang menguasai taekwondo, judo, dan kendo.

Setelah tanpa sengaja membantu seorang perwira, ia direkrut menjadi petugas kontrak di bawah Kementerian Kehakiman untuk mengawasi narapidana bersyarat dengan gelang kaki elektronik.

Poster film Officer Black Belt yang dirilis Netflix pada 13 September 2024. (Netflix)

Poster film Officer Black Belt yang dirilis Netflix pada 13 September 2024. (Netflix)


Selama menonton, perkembangan karakter Jung-do menjadi sorotan penulis. Awalnya, ia hanya menggunakan kemampuan bela diri di arena latihan, tetapi setelah menjadi perwira, ia menyadari bahwa keahliannya dapat memberikan manfaat yang lebih dengan membantu warga.

Melalui film ini, para penonton dapat memahami bahwa bela diri bukanlah sarana kekerasan, melainkan bentuk pertahanan diri yang berguna untuk menjaga keselamatan diri sendiri sekaligus orang lain.

Potret staf KCCI menjelaskan konsep diskusi dan membagi peserta ke dalam tiga kelompok kecil dalam acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)

Potret staf KCCI menjelaskan konsep diskusi dan membagi peserta ke dalam tiga kelompok kecil dalam acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)


Seusai menonton film, acara berlanjut dengan sesi diskusi yang berbeda dari biasanya. Alih-alih menghadirkan pembicara ahli, peserta diajak berdiskusi dalam tiga kelompok kecil yang dipandu staf KCCI. Diskusi dibagi menjadi tiga sesi dengan beragam topik yang memancing opini.

Pada sesi pertama, peserta menilai apakah bela diri sebaiknya menjadi pelajaran wajib di sekolah. Diskusi juga menyinggung kebutuhan anak-anak dan orang dewasa terhadap bela diri, pentingnya teori dibanding teknik, serta peran bela diri dalam menghindari konflik.

Peserta berkesempatan mencoba sekaligus berfoto seragam taekwondo dalam acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)

Peserta berkesempatan mencoba sekaligus berfoto seragam taekwondo dalam acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)


Sesi kedua membahas urutan nilai dalam bela diri, seperti disiplin, keberanian, pengendalian diri, dan rasa hormat. Diskusi juga menyinggung keterampilan seorang ahli bela diri, hal-hal yang bisa dipelajari tanpa kelas formal, serta imajinasi seandainya membuat sekuel Officer Black Belt.

Suasana ruang acara saat staf KCCI menjelaskan sistem diskusi terakhir dalam acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)

Suasana ruang acara saat staf KCCI menjelaskan sistem diskusi terakhir dalam acara Nonton Bareng dan Diskusi K-Martial Arts hari Selasa (07/07/2026) di KCCI, Jakarta. (Maulia Resta Mardaningtias)


Pada sesi ketiga, topik yang penulis soroti adalah ketika peserta diminta menentukan unsur yang sebaiknya lebih ditonjolkan dalam sekuel. Kemudian di akhir diskusi, setiap kelompok mengirimkan perwakilan untuk mempresentasikan hasil pembahasan mengenai 5 prinsip dalam taekwondo serta hal yang ingin disoroti dalam sekuel.

Kelompok pertama menekankan keberanian, kelompok kedua memilih pelayanan masyarakat, sementara penulis menyoroti keadilan, khususnya dalam konteks birokrasi yang membatasi perekrutan petugas yang tampak pada film Officer Black Belt.

Sebagai penutup, setiap perwakilan diberi kesempatan memilih buku dari koleksi KCCI yang dipajang di sudut ruangan. Di antara buku-buku yang ditampilkan, penulis memilih buku Facts of Korea yang diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.

Buku Facts About Korea diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata tahun 2024, memperkenalkan beragam budaya Korea. (Maulia Resta Mardaningtias)

Buku Facts About Korea diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata tahun 2024, memperkenalkan beragam budaya Korea. (Maulia Resta Mardaningtias)


Dengan konsep baru yang diterapkan dalam diskusi kali ini, kegiatan tidak hanya memperkenalkan K-Martial Arts, tetapi juga terasa lebih interaktif karena mendorong peserta untuk bertukar pikiran mengenai film dan seni bela diri Korea, sekaligus memperluas jejaring.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait