Penulis: Wartawan Kehormatan Monika Sri Yuliarti dari Indonesia
Foto: Monika Sri Yuliarti
Selama ini Korea sering dikenal di Indonesia melalui drama, musik, kuliner, destinasi wisata, hingga produk kecantikannya. Namun, pengaruh halyu ternyata tidak berhenti pada ranah hiburan dan gaya hidup.
Di berbagai perguruan tinggi Indonesia, budaya populer Korea mulai hadir sebagai objek penelitian akademik. Drama Korea, K-Pop, klub penggemar digital, hingga representasi gender dalam media Korea kini menjadi topik yang menarik perhatian mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Hal ini menunjukkan bahwa budaya Korea tidak hanya dikonsumsi sebagai hiburan, tetapi juga dipelajari secara kritis sebagai bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dan kajian sosial.
Naskah skripsi mengenai representasi maskulinitas dalam drama Korea menjadi salah satu contoh bagaimana budaya populer Korea hadir dalam dunia akademik Indonesia.
Salah satu contoh fenomena tersebut penulis temui saat membimbing Nadya Syarifatul Azkia, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret yang memilih drama When Life Gives You Tangerines sebagai objek penelitian skripsinya.
Drama yang dibintangi IU dan Park Bo-gum tersebut menjadi bahan kajian untuk memahami cara penonton Indonesia memaknai karakter Yang Gwan-sik sebagai representasi maskulinitas yang ditampilkan melalui kelembutan, perhatian, dan dukungan terhadap orang-orang di sekitarnya.
Pilihan topik seperti ini mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang. Namun, di lingkungan akademik, budaya populer sering kali menjadi jendela untuk memahami berbagai fenomena sosial yang lebih luas.
Melalui drama Korea, mahasiswa dapat mendiskusikan isu gender, keluarga, relasi sosial, identitas budaya, hingga perubahan nilai dalam masyarakat kontemporer.
Hasil penelitian mengenai penerimaan penonton terhadap karakter Yang Gwan-sik dalam drama When Life Gives You Tangerines yang ditampilkan dalam sidang skripsi pada tanggal 15 Juni 2026 di Universitas Sebelas Maret.
Dalam sidang skripsi yang telah berlangsung pada tanggal 15 Juni 2026 lalu, Nadya memaparkan hasil penelitiannya di hadapan tiga dosen penguji. Penelitian yang menggunakan pendekatan analisis resepsi tersebut menunjukkan bahwa setiap penonton menerima pesan komunikasi dengan berbeda.
Penulis bersama mahasiswa bimbingan usai sidang skripsi pada 15 Juni 2026. Drama When Life Gives You Tangerines menjadi objek penelitian untuk mengkaji bagaimana penonton Indonesia memaknai representasi maskulinitas melalui karakter Yang Gwan-sik.
Bagi banyak mahasiswa, memilih topik yang dekat dengan minat pribadi dapat membuat proses penelitian terasa lebih bermakna.
Hal ini pula yang menjadi alasan Nadya memilih drama Korea sebagai objek untuk skripsinya. Menurutnya, dengan memilih analisis drama Korea, ia bisa lebih menikmati pengerjaan skripsinya tersebut.
Naskah final yang telah melalui proses revisi pascasidang direncanakan tersedia di Perpustakaan Universitas Sebelas Maret pada akhir Agustus 2026 sehingga dapat diakses oleh mahasiswa maupun peneliti yang tertarik pada kajian drama Korea dan budaya populer.
Skripsi tersebut menunjukkan bahwa budaya Korea kini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran, penelitian, dan pertukaran gagasan yang menghubungkan dunia akademik Indonesia dan Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.