Wartawan Kehormatan

2026.07.08

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia
Foto: Hanum Nur Aprilia

Rangkaian MyK Festa yang digelar pada 25–28 Juni 2026 di KINTEX dan SONO Calm Goyang menghadirkan program MyK Voice, yaitu sebuah platform dialog yang dirancang untuk memperluas pengaruh budaya melalui diskusi, pertukaran gagasan, dan percakapan lintas industri.

Dalam salah satu sesi MyK Voice yang dihadiri penulis pada Sabtu (27/6/2026), perhatian tertuju pada sosok Ju Dong-geun, kreator webtun All of Us Are Dead.

Lewat sesi bertajuk "From Panel to Planet: How K-Webtoons Went from a Single Frame to a Global Phenomenon," ia berbincang bersama Komedian Lee Eun-ji tentang perjalanan webtun Korea dari karya digital menjadi kekuatan global dalam industri hiburan.

Sesi MyK Voice di MyK Festa pada hari Sabtu (27/6/2026) di KINTEX menghadirkan kreator All of Us Are Dead, Ju Dong-geun, yang membahas perkembangan webtun Korea sebagai fenomena global.

Sesi MyK Voice di MyK Festa pada hari Sabtu (27/6/2026) di KINTEX menghadirkan kreator All of Us Are Dead, Ju Dong-geun, yang membahas perkembangan webtun Korea sebagai fenomena global.


Sejak awal, sesi ini terasa berbeda dari diskusi biasa. Ju tidak hanya duduk dan berbicara. Sambil menjawab pertanyaan, tangannya terus bergerak membuat gambar secara langsung di atas panggung.

Aktivitas menggambar langsung itu membuat penonton seperti diajak masuk ke ruang kreatif yang selama ini hanya bisa mereka bayangkan lewat hasil akhir di layar.

Paruh pertama diskusi banyak membahas tentang All of Us Are Dead, karya yang kemudian meledak secara global lewat adaptasi serialnya.

Saat tayang pada tahun 2022, serial tersebut berhasil menduduki peringkat teratas global di Netflix dan menjadi tontonan paling banyak disaksikan di 91 negara.

Dalam sesi itu, Ju bercerita tentang awal mula lahirnya karya tersebut. Ia mengaku saat itu melihat masih ada genre tertentu yang belum banyak dieksplorasi dalam industri webtun.

Dari situlah muncul keberanian untuk terjun dan mengembangkan cerita yang akhirnya menjadi salah satu karya paling dikenal secara internasional.

Ju Dong-geun menggambar secara langsung di atas panggung saat sesi MyK Voice berlangsung sambil menjawab pertanyaan dari pemandu acara, komedian Lee Eun-ji, pada hari Sabtu (27/6/2026) di KINTEX.

Ju Dong-geun menggambar secara langsung di atas panggung saat sesi MyK Voice berlangsung sambil menjawab pertanyaan dari pemandu acara, komedian Lee Eun-ji, pada hari Sabtu (27/6/2026) di KINTEX.


Diskusi kemudian meluas tidak lagi hanya soal satu karya, tetapi tentang cara industri webtun Korea tumbuh menjadi kekuatan besar dengan bergabungnya Seo Beom-gwang dari Korea IP Convergence Association di paruh kedua.

Seo mengungkapkan bahwa nilai pasar webtun Korea berkembang pesat dari 2 triliun won pada 2023 menjadi sekitar 3 triliun won saat ini. Angka itu bahkan diperkirakan akan menembus 4 triliun won pada tahun 2027.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa webtun telah menjadi fondasi penting dalam ekosistem kekayaan intelektual Korea.

Penulis pun mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan dalam sesi akhir diskusi. Dengan memperkenalkan diri sebagai peserta dari Indonesia, penulis menceritakan pengalaman menghadiri pameran K-Comics di Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) pada tahun 2024 ketika All of Us Are Dead menjadi tema utama dan Ju Dong-geun juga hadir dalam acara pembukaannya.

Ju langsung mengingat momen tersebut dan mengaku masih terkesan dengan antusiasme besar penggemar Indonesia terhadap karyanya.

Pameran K-Comics di KCCI pada 2024 menyuguhkan eksplorasi mendalam mengenai perkembangan komik Korea, terutama webtun All of Us Are Dead, lengkap dengan aktivitas imersif bagi pengunjung.

Pameran K-Comics di KCCI pada 2024 menyuguhkan eksplorasi mendalam mengenai perkembangan komik Korea, terutama webtun All of Us Are Dead, lengkap dengan aktivitas imersif bagi pengunjung.


Percakapan kemudian berkembang menjadi pembahasan menarik tentang alasan webtun Korea bisa begitu populer di Indonesia.

Menurut Ju, salah satu faktor terbesarnya adalah semakin banyaknya adaptasi webtun menjadi film dan drama yang kini mudah diakses lewat berbagai layanan digital.

Banyak orang pertama kali mengenal ceritanya lewat serial atau film, lalu baru menyadari bahwa karya itu berasal dari webtun.

Pola penemuan seperti itulah, menurutnya, yang membuat webtun Korea semakin mudah diterima oleh publik global.

Seo Beom-gwang menambahkan bahwa di era digital yang serba terhubung, konten tidak lagi mengenal batas negara.

Tantangannya sekarang bukan hanya memperkenalkan karya, tetapi bagaimana membuat satu kekayaan intelektual terus hidup dan berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari webtun, film, animasi, hingga permainan digital.

Layar terjemahan langsung selama sesi MyK Voice membantu pengunjung internasional memahami jalannya diskusi secara waktu nyata pada hari Sabtu (27/6/2026) di KINTEX.

Layar terjemahan langsung selama sesi MyK Voice membantu pengunjung internasional memahami jalannya diskusi secara waktu nyata pada hari Sabtu (27/6/2026) di KINTEX.


Hal menarik lainnya dalam sesi ini adalah hadirnya fitur terjemahan langsung di layar yang tersedia selama diskusi berlangsung.

Fitur ini memudahkan pengunjung internasional untuk mengikuti pembahasan tanpa terhalang bahasa. Kehadiran teknologi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana MyK Festa berupaya membuka ruang dialog budaya yang lebih inklusif bagi audiens global.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait