Wartawan Kehormatan

2026.06.08

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Shintya Defita Meidy Aji dari Indonesia
Foto: Lee Jeong Woo dari Korea.net

Penampilan pertunjukan seni berjalan di atas tali yang digelar dalam Festival Arirang pada tanggal 5 Juni 2026 di Alun-alun Gwanghwamun, Seoul.

Penampilan pertunjukan seni berjalan di atas tali yang digelar dalam Festival Arirang pada tanggal 5 Juni 2026 di Alun-alun Gwanghwamun, Seoul.


Seorang penampil berjalan di atas tali dengan kipas di tangan sementara para warga menontonnya di tengah Alun-alun Gwanghwamun.

Adegan ini menjadi salah satu gambaran kuat dari Festival Arirang 2026, sebuah perayaan budaya yang menampilkan kekayaan seni tradisional Korea di ruang publik Seoul.

Melalui dokumentasi resmi yang dirilis oleh akun Flickr resmi Republik Korea, festival yang berlangsung pada 5 Juni 2026 ini memperlihatkan beragam pertunjukan, mulai dari musik, tari, parade, hingga atraksi rakyat yang penuh warna.

Festival tersebut juga digelar dalam rangka Hari Gugak Nasional yang ditetapkan pertama kali pada tahun 2025 dan diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya.

Para penampil memainkan alat musik tradisional Korea dalam Festival Arirang pada tanggal 5 Juni 2026 di Alun-alun Gwanghwamun, Seoul.

Para penampil memainkan alat musik tradisional Korea dalam Festival Arirang pada tanggal 5 Juni 2026 di Alun-alun Gwanghwamun, Seoul.


Salah satu hal yang menarik dari festival ini adalah cara Korea menghadirkan tradisi di ruang publik modern.

Alun-alun Gwanghwamun bukan hanya pusat kota yang ramai, tetapi juga kawasan simbolis yang dekat dengan sejarah dan identitas Korea.

Di tempat tersebut, para penampil mengenakan busana tradisional, memainkan alat musik, membawa bendera, dan bergerak dalam irama yang membangun suasana perayaan.

Perpaduan antara gedung-gedung modern, jalanan kota, dan pertunjukan tradisional membuat festival ini tampak sebagai pertemuan antara masa lalu dan masa kini.

Melalui foto-foto resmi yang ditampilkan, Festival Arirang memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus berlangsung di ruang tertutup seperti museum atau panggung formal.

Tradisi justru dapat hadir di tengah masyarakat, dilihat oleh banyak orang, dan dinikmati sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Parade budaya dalam Festival Arirang menampilkan warna dan gerak yang mencerminkan semangat pertunjukan tradisional Korea.

Parade budaya dalam Festival Arirang menampilkan warna dan gerak yang mencerminkan semangat pertunjukan tradisional Korea.


Festival budaya seperti Arirang menjadi penting untuk mempertahankan bentuk seni lama serta memperkenalkannya kembali kepada generasi baru dengan cara yang lebih dekat dan terbuka.

"Arirang" bukan sekadar lagu rakyat. Bagi masyarakat Korea, "Arirang" memiliki kedudukan emosional dan kultural yang kuat karena diwariskan dari generasi ke generasi. Lagu ini sering dipahami sebagai ungkapan rasa rindu, harapan, ketabahan, dan kebersamaan.

Pada tahun 2012 "Arirang, lyrical folk song in the Republic of Korea" masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang menunjukkan pengakuan dunia.

Penampilan musik tradisional Korea di depan patung Maharaja Sejong dalam Festival Arirang pada tanggal 5 Juni 2026 di Alun-alun Gwanghwamun, Seoul.

Penampilan musik tradisional Korea di depan patung Maharaja Sejong dalam Festival Arirang pada tanggal 5 Juni 2026 di Alun-alun Gwanghwamun, Seoul.


Melalui Festival Arirang 2026, Korea memperlihatkan bahwa tradisi dapat tetap hidup tanpa kehilangan keindahannya. Festival ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan hanya sesuatu yang disimpan, tetapi juga sesuatu yang terus dinyanyikan, dimainkan, dan dirayakan bersama.


margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Program Wartawan Kehormatan dijalankan oleh Korea.net di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Para anggotanya merupakan sukarelawan yang memperkenalkan berbagai hal tentang Korea kepada dunia dengan berperan sebagai jembatan budaya.

konten yang terkait